Kompas.com - 29/11/2019, 06:30 WIB
Sebuah masjid megah viral di media sosial. Masjid tersebut disebut berada di tengah hutan, Sejatinya, masjid tanpa nama itu berlokasi di Dusun Langkoa, Desa Bontoloe, Kecamatan Bontolempangang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Selasa, (26/11/2019). KOMPAS.com/ABDUL HAQSebuah masjid megah viral di media sosial. Masjid tersebut disebut berada di tengah hutan, Sejatinya, masjid tanpa nama itu berlokasi di Dusun Langkoa, Desa Bontoloe, Kecamatan Bontolempangang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Selasa, (26/11/2019).
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Masjid megah di tengah hutan di Dusun Langkoa, Desa Bontoloe, Kecamatan Kecamatan Bontolempangang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, viral di media sosial.

Dari Kota Makassar dibutuhkan waktu tiga jam untuk ke lokasi masjid tersebut dan harus melewati perkampungan penduduk, hutan pinus serta tebing bekas longsoran yang melanda Kabupaten Gowa beberapa tahun lalu.

Jalan menuju ke masjid tersebut bisa dilalui dengan kendaraan roda empat. Masjid tersebut berada di kaki Gunung Lompobattang.

Saat Kompas.com mendatangi lokasi tersebut pada Selasa (26/11/2019) terlihat bahwa masjid tersebut didominasi warna kuning keemasan dan warna putih.

Pemilik kebun memberi nama wilayahnya dengan nama Nirmala Bukit Celebes.

Baca juga: Cerita di Balik Masjid Megah di Tengah Hutan yang Viral, Dulunya Berdiri Batu Raksasa yang Dipuja Warga

Berikut 5 fakta masjid megah di tengah hutan di Gowa:

 

1. Didirikan Puang Busli, pengusaha kopi

Ilustrasi kopimerc67 Ilustrasi kopi
Dilansir dari tribunnews.com, masjid yang memiliki 12 kubah tersebut didirikan Puang Busli (70) pengusaha kopi asal Kabupayen Wajo, Sulawesi Selatan.

Selain pengusaha kopi, Puang Busli juga disebut memiliki beberapa usaha di Papua.

Ia mendirikan masjid yang masih belum diberi nama itu pada tahun 2008 lalu dan rencananya akan diresmikan pada tahun 2021 nanti.

Menurut keterangan Puang Busli, masjid tersebut dirikan untuk tempat salat karyawan di kebun kopinya yang mencapai 30 orang.

Baca juga: Diancam Badik, Mahasiswi Asal Gowa Jadi Korban Pelecehan Kenalan di Facebook

Bahkan, masjid tersebut beberapa kali digunakan untuk salat Tarawih di bulan Ramadhan oleh pekerja kebun kopi dan warga setempat.

Lahan tempat masjid didirikan seluas lima hektar beli Puang Busli dari almarhum Haji Tayang, kepala desa di wilayah itu beberapa tahun yang lalu,

"Lahan ini dulu saya beli dari pemiliknya dan sekarang saya serahkan kepada anak saya termasuk dalam sertifikat atas nama anak saya," kata Puang.

Baca juga: Lahirkan Banyak Pahlawan Nasional, Gowa Jadi Suri Teladan Daerah Lain

 

2. Bukan di hutan, tapi di ujung kampung

Sebuah masjid megah viral di media sosial. Masjid tersebut disebut berada di tengah hutan, Sejatinya, masjid tanpa nama itu berlokasi di Dusun Langkoa, Desa Bontoloe, Kecamatan Bontolempangang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Selasa, (26/11/2019).KOMPAS.com/ABDUL HAQ Sebuah masjid megah viral di media sosial. Masjid tersebut disebut berada di tengah hutan, Sejatinya, masjid tanpa nama itu berlokasi di Dusun Langkoa, Desa Bontoloe, Kecamatan Bontolempangang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Selasa, (26/11/2019).
Masjid tersebut sebenarnya tidak benar-benar di tengah hutan, tapi di tengah kebun kopi milik Puang Busli yang berada di ujung perkampungan tepatnya di kaki Gunung Lompobattang.

Kebun kopi milik Puang Busli diberi nama Nirmala Bukit Celebes.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Regional
798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

Regional
Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Regional
PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X