Pencemaran Sungai Bengawan Solo di Blora Sudah Terjadi Belasan Tahun

Kompas.com - 28/11/2019, 19:54 WIB
Kondisi pencemaran sungai Bengawan Solo yang berwarna merah hitam pekat, di wilayah Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Rabu (27/11/2019) Dokumen PDAM Tirta Amerta BloraKondisi pencemaran sungai Bengawan Solo yang berwarna merah hitam pekat, di wilayah Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Rabu (27/11/2019)

BLORA, KOMPAS.com - Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Amerta Blora Yan Riya Pramono mengatakan pencemaran Sungai Bengawan Solo yang melintasi Blora sudah sering terjadi hampir setiap tahun saat memasuki musim kemarau.

"Hingga saat ini belum ada solusi, air Sungai Bengawan Solo di Blora masih tercemar. Sehingga kami belum bisa beroperasi karena air baku tercemar polutan berat. Kami hanya berharap segera ada penyelesaian," kata Yan, Kamis (28/11/2019).

Baca juga: Viral Video Sungai Bengawan Solo Berwarna Hitam Pekat, Penyaluran Air ke 12.000 Rumah Dihentikan

Dia mengaku pihaknya sebenarnya jengah dengan kondisi tersebut, lantaran setiap saat harus menghentikan operasional akibat pencemaran air baku.

"Bahkan belasan tahun untuk pencemaran Sungai Bengawan Solo. Hanya baru heboh saat ini akibat viral di medsos. Tapi pencemaran kali ini paling parah," kata Yan.

Yan menambahkan pihaknya masih menghentikan pendistribusian air bersih ke 12.000 sambungan rumah (SR) di lima Kecamatan terdampak yakni Cepu, Sambong, Jiken, Jepon dan Blora sejak Selasa (26/11/2019) lalu.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blora, Dewi Tedjowati, mengatakan pihaknya hanya bisa bertindak dengan cara mengambil sampel air sungai yang tercemar untuk selanjutnya dilaporkan ke DLHK Provinsi Jateng.

"Selebihnya bukan kewenangan kami karena yang melakukan pencemartan bukan dari wilayah kami," kata Dewi.

Baca juga: Sungai Bengawan Solo Hitam Pekat, Diduga karena Limbah Industri

Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah, kata dia, sudah berupaya menginvestigasi faktor penyebab pencemaran Sungai Bengawan Solo di wilayah Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora.

Pelaksana Tugas Kepala DLHK Provinsi Jateng, Ammy Rita, menyampaikan, aliran sungai Bengawan Solo melintasi wilayah Solo, Jawa Timur serta Blora. Sehingga, pencemaran sungai Bengawan Solo yang berawal dari hulu (pusat sumber sungai) secara tak langsung akan mengalir hingga ke arah hilir.

"Aliran Sungai Bengawan Solo yang dari Kabupaten Karanganyar mengalir ke Sragen dulu, lalu mengalir ke Jatim yaitu Ngawi dan Bojonegoro hingga kemudian ke Blora. Limbahnya dari sana," terang Ammy saat dihubungi Kompas.com melalui ponsel, Kamis (28/11/2019).

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Anya Membuat Perhiasan Cantik dari ASI, Produknya sampai ke Singapura

Cerita Anya Membuat Perhiasan Cantik dari ASI, Produknya sampai ke Singapura

Regional
Sederet Kisah Pernikahan Dini di NTB, Mulai Umur 12 Tahun hingga Menikahi 2 Gadis dalam Sebulan

Sederet Kisah Pernikahan Dini di NTB, Mulai Umur 12 Tahun hingga Menikahi 2 Gadis dalam Sebulan

Regional
Libur Panjang, Khofifah Minta Warga Waspadai Covid-19 dan Bencana Hidrometeorologi

Libur Panjang, Khofifah Minta Warga Waspadai Covid-19 dan Bencana Hidrometeorologi

Regional
Video Viral Belasan Remaja Saling Jambak dan Pukul hingga Tersungkur, Ini Penjelasan Polisi

Video Viral Belasan Remaja Saling Jambak dan Pukul hingga Tersungkur, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Kamar Hotel Tempat Pedagang Pakaian Tewas Dibunuh Dipesan Seorang Pria Mabuk

Kamar Hotel Tempat Pedagang Pakaian Tewas Dibunuh Dipesan Seorang Pria Mabuk

Regional
Namanya Teratas dalam Survei Capres 2024, Ganjar: 'Ngurusi Mudik Disik Wae'

Namanya Teratas dalam Survei Capres 2024, Ganjar: "Ngurusi Mudik Disik Wae"

Regional
Pasien Rawat Jalan Tak Perlu Datang ke RSUD Sumedang, Ini Kegunaan Aplikasi Koncibumi

Pasien Rawat Jalan Tak Perlu Datang ke RSUD Sumedang, Ini Kegunaan Aplikasi Koncibumi

Regional
Kronologi Kakek 60 Tahun Dianiaya Tetangganya hingga Tewas

Kronologi Kakek 60 Tahun Dianiaya Tetangganya hingga Tewas

Regional
Antisipasi Lonjakan, Penumpang Kereta Api Diminta Lakukan Rapid Test Lebih Awal

Antisipasi Lonjakan, Penumpang Kereta Api Diminta Lakukan Rapid Test Lebih Awal

Regional
Hadapi Debat Pertama Lawan Gibran-Teguh, Pasangan Bajo Lakukan 3 Kali Simulasi

Hadapi Debat Pertama Lawan Gibran-Teguh, Pasangan Bajo Lakukan 3 Kali Simulasi

Regional
KPU Ternate Larang Paslon dan Pendukung Lakukan Arak-arakan Saat Hadiri Debat Pilkada

KPU Ternate Larang Paslon dan Pendukung Lakukan Arak-arakan Saat Hadiri Debat Pilkada

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 26 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 26 Oktober 2020

Regional
Hanya karena Sering Ngompol, Bocah Balita Dianiaya hingga Alami Trauma

Hanya karena Sering Ngompol, Bocah Balita Dianiaya hingga Alami Trauma

Regional
Dilaporkan Hilang oleh Suaminya, Pedagang Pakaian Ditemukan Tewas di Kamar Hotel

Dilaporkan Hilang oleh Suaminya, Pedagang Pakaian Ditemukan Tewas di Kamar Hotel

Regional
Ridwan Kamil: Jangan Kaget kalau Wisatawan Dihentikan Saat Libur Panjang

Ridwan Kamil: Jangan Kaget kalau Wisatawan Dihentikan Saat Libur Panjang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X