Soal Dugaan Plagiarisme, Rektor Unnes: Disertasi 17 Tahun Lalu Kok Diungkit Sekarang

Kompas.com - 28/11/2019, 19:26 WIB
Rektor Unnes Faturrahman (tengah) saat berbincang dengan Faizal, mahasiswa Unnes yang sukses berbisnis susu dengan omzet hampir Rp 1 miliar per bulan. Kontributor Semarang, Nazar NurdinRektor Unnes Faturrahman (tengah) saat berbincang dengan Faizal, mahasiswa Unnes yang sukses berbisnis susu dengan omzet hampir Rp 1 miliar per bulan.

SEMARANG,KOMPAS.com - Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) Fathur Rokhman memenuhi panggilan Senat Akademik Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta pada Rabu (27/11/2019).

Diberitakan sebelumnya, kedatangan Fathur tersebut untuk melakukan klarifikasi terkait dugaan plagiarisme disertasi S3 saat menempuh studi doktoral di UGM pada tahun 2003 silam.

Rektor Unnes Fathur Rokhman mengungkapkan, pertemuan dengan Rektor UGM Panut Mulyono dan Ketua Senat Akademik UGM Hardyanto Soebono tersebut untuk meluruskan tuduhan plagiarisme disertasinya.

"Di pertemuan itu, saya hadir untuk meluruskan tuduhan plagiasi atas disertasi saya pada tahun 2003 bahwa tuduhan itu tidak benar dan merupakan berita kebohongan," jelas Fathur saat dihubungi Kompas.com, Kamis (28/11/2019).

Baca juga: UGM Minta Klarifikasi Disertasi S3 Rektor Unnes, Diduga Plagiarisme Skripsi Mahasiswa S1

"Itu tuduhan basi yang diulang-ulang sejak proses suksesi pemilihan Rektor Unnes 2014 dan 2018. Disertasi tujuh belas tahun lalu kok diungkit-ungkit sekarang," kata Fathur.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, lanjut Fathur, pertemuan tersebut merupakan agenda silaturahmi sebagai alumni UGM untuk menjalin hubungan baik antara kedua universitas.

"Saya datang juga untuk bersilaturahmi sebagai alumni UGM. Bahkan diajak makan siang bersama Pak Rektor UGM dan Ketua Senat. Ada hadir juga pembimbing saya," ujar Fathur.

Sementara itu, penasehat hukum Rektor Unnes Muhtar Hadi Wibowo mengatakan, terkait dugaan plagiarisme yang dituduhkan kepada Rektor Unnes merupakan kampanye kebohongan yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

"Dugaan itu adalah cerita fiktif yang disebarluaskan oleh pihak yang tidak suka dengan Pak Fathur. Ada pihak yang mengadu domba dengan melakukan kampanye kebohongan publik," jelas Muhtar.

Baca juga: Rektor Unnes Diduga Plagiarisme Disertasi S3, UGM Minta Klarifikasi

"Kita meyakini bahwa sama tidak mesti plagiat. Maka harus bijaksana dalam menilai sesuatu, tidak boleh instan," lanjutnya.

Muhtar mengaku akan menempuh jalur hukum terkait tudingan plagiarisme kepada kliennya tersebut.

"Jika memang diperlukan akan kita tempuh jalur hukum. Namun saat ini, kasus tersebut akan diselesaikan secara kekeluargaan," ujar Muhtar.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

Regional
Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Regional
Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Regional
Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Regional
Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Regional
Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Regional
Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Regional
Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Regional
Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Regional
Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Regional
Bantu Warga Selama PPKM Darurat, Ganjar Minta Kepala Daerah Keluarkan Bansos

Bantu Warga Selama PPKM Darurat, Ganjar Minta Kepala Daerah Keluarkan Bansos

Regional
Dorong Pendapatan UMKM, Walkot Maidi Minta ASN Belanja Sembako di Toko Terdekat

Dorong Pendapatan UMKM, Walkot Maidi Minta ASN Belanja Sembako di Toko Terdekat

Regional
Gerak Cepat Pasok Oksigen di RS, Pemprov Jabar Gandeng BUMN dan Swasta

Gerak Cepat Pasok Oksigen di RS, Pemprov Jabar Gandeng BUMN dan Swasta

Regional
Kang Emil Sebut Idul Adha Jadi Momentum Saling Menguatkan di Kala Pandemi

Kang Emil Sebut Idul Adha Jadi Momentum Saling Menguatkan di Kala Pandemi

Regional
PPKM Darurat Diperpanjang, Ini Strategi Khusus Pemkot Madiun Tangani Covid-19

PPKM Darurat Diperpanjang, Ini Strategi Khusus Pemkot Madiun Tangani Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X