Kompas.com - 28/11/2019, 14:07 WIB
Gubernur Sumsel Herman Deru saat berada di Griya Agung Palembang, Selasa (4/9/2019). KOMPAS.COM/AJI YK PUTRAGubernur Sumsel Herman Deru saat berada di Griya Agung Palembang, Selasa (4/9/2019).

PALEMBANG, KOMPAS.com - Wakil Bupati Muara Enim Juarsah sempat disebut ikut menerima aliran dana suap terkait proyek pembangunan jalan yang menjerat Bupati Muara Enim Ahmad Yani.

Hal itu terungkap dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Palembang.

Dalam sidang itu, terdakwa Robi Okta Fahlevi menyebut bahwa Juarsah menerima aliran dana sebesar Rp 2 miliar.

Kemudian, 22 anggota DPRD Muara Enim menerima total suap mencapai Rp 4,8 miliar.

Sedangkan, Ketua DPRD Muara Enim Arie HB menerima fee sebesar Rp 3,3 miliar.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru angkat bicara terkait fakta persidangan tersebut, khususnya yang menyebut nama Juarsah.

Herman meyakini bahwa sejauh ini Juarsah belum memiliki status hukum apapun terkait kasus tersebut.

"Ya kalau disebutkan, Beliau belum ada status sebagai apa gitu kan. Mudah-mudahan Beliau dalam kondisi yang tetap bersih," kata Herman, Kamis (28/11/2019).

Herman mengatakan, ia akan menunggu hasil persidangan terkait kasus yang menyeret nama Juarsah.

Hasil persidangan akan menunjukkan sejauh mana keterlibatan Wakil Bupati terkait fee proyek pembangunan jalan di Muara Enim.

"Kita lihat hasil persidangan nanti. Kalau ternyata Beliau tidak terlibat apa-apa, tentu kita harus jernihkan lagi nama Beliau," ucap Herman.

Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam dakwaannya menyebutkan, Juarsah menerima pemberian fee proyek sebesar Rp 2 miliar.

Kemudian, 22 anggota DPRD Muara Enim menerima total suap mencapai Rp 4,8 miliar.

Sedangkan Ketua DPRD Muara Enim Arie HB menerima fee sebesar Rp 3,3 miliar.

Adapun rincian nama-nama anggota dewan yang diduga menerima suap tersebut adalah, Indra Gani Rp 350 juta, Ishak Juarsah Rp 300 juta, Darain Rp 200 juta, dan Ari Yoga Setiaji Rp 200 juta.

Kemudian, Ahmad Reo Kosuma Rp 200 juta, Ermanadi Rp 200 juta, H.Marsito Rp 200 juta, Mardalena Rp 200 juta, dan Umam Fajri Rp 200 juta.

Kemudian, Misran Rp 200 juta, Wilian Husin Rp 200 juta, Verra Erika Rp 200 juta, Mardiansyah Rp 200 juta, Faizal Anwar Rp 200 juta, Eksa Heriawan Rp 200 juta, dan Muhardi Rp 250 juta.

Selanjutnya, Ahmad Fauzi Rp 350 juta, Fitrianzah Rp 200 juta, Agus Firmansyah Rp 200 juta, Subahan Rp 200 juta, Irul Rp 200 juta, dan Hendly Rp 200 juta. 

"Nama-nama itu statusnya sebagai saksi. Sejauh mana keterkumpulan alat bukti, kan kita menyidangkan berdasarkan alat bukti, dakwaan itulah tuduhan yang diberikan kepada pemberi suap dan penerima suap dan aliran dana," kata jaksa KPK M Asri Irwan.  



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X