Cerita di Balik Masjid Megah di Tengah Hutan yang Viral, Dulunya Berdiri Batu Raksasa yang Dipuja Warga

Kompas.com - 28/11/2019, 12:37 WIB
Sebuah masjid megah viral di media sosial. Masjid tersebut disebut berada di tengah hutan, Sejatinya, masjid tanpa nama itu berlokasi di Dusun Langkoa, Desa Bontoloe, Kecamatan Bontolempangang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Selasa, (26/11/2019). KOMPAS.com/ABDUL HAQSebuah masjid megah viral di media sosial. Masjid tersebut disebut berada di tengah hutan, Sejatinya, masjid tanpa nama itu berlokasi di Dusun Langkoa, Desa Bontoloe, Kecamatan Bontolempangang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Selasa, (26/11/2019).

GOWA, KOMPAS.com — Foto-foto masjid megah yang berada di tengah hutan viral di media sosial.

Dari sejumlah foto yang beredar, tampak masjid tersebut berwarna kuning keemasan dicampur warna putih.

Bentuknya juga terlihat megah dengan beberapa pilar menyangga.

Kompas.com mencoba mendatangi masjid yang berlokasi di Dusun Langkoa, Desa Bontoloe, Kecamatan Bontolempangang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, pada Selasa (26/11/2019).


Baca juga: Viral Sungai di Bali Berubah Warna Jadi Merah

Dari pantauan di lokasi, masjid yang tidak memiliki nama itu sejatinya tidak berada di hutan belantara. Namun, berada di ujung perkampungan tepatnya di kaki Gunung Lompobattang.

Lokasi masjid bisa ditempuh dengan waktu tiga jam dari Kota Makassar dan harus melewati perkampungan penduduk dan tebing bekas longsoran yang melanda Kabupaten Gowa tahun lalu.

Rumah penduduk pun tak jauh dari masjid itu. Setelah melewati permukiman penduduk, terlebih dahulu melewati rimbunan pohon pinus. Jalan menuju masjid dapat dilewati dengan kendaraan roda empat. 

Informasi yang dihimpun Kompas.com, masjid tersebut dibangun pada Februari 2012, berdasarkan izin mendirikan bangunan (IMB) yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Gowa dengan luas 8 x 10 meter.

Masjid itu milik seorang pria kelahiran Makassar yang memiliki berbagai usaha di sejumlah daerah di Papua. Namun, pendiri masjid enggan disebutkan identitasnya. Namun, warga sekitar memanggilnya dengan sapaan Puang.

Sebuah masjid megah viral di media sosial. Masjid tersebut disebut berada di tengah hutan, Sejatinya, masjid tanpa nama itu berlokasi di Dusun Langkoa, Desa Bontoloe, Kecamatan Bontolempangang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Selasa, (26/11/2019).KOMPAS.com/ABDUL HAQ Sebuah masjid megah viral di media sosial. Masjid tersebut disebut berada di tengah hutan, Sejatinya, masjid tanpa nama itu berlokasi di Dusun Langkoa, Desa Bontoloe, Kecamatan Bontolempangang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Selasa, (26/11/2019).
Puang juga memiliki kantor pusat di bilangan Jalan KH Wahid Hasyim, Jakarta.

Lahan milik Puang luasnya 5 hektar yang dibeli pada tahun 2009 dari kepala desa kala itu, almarhum Haji Tayang dan kini telah memiliki sertifikat

"Lahan ini dulu saya beli dari pemiliknya dan sekarang saya serahkan kepada anak saya termasuk dalam sertifikat atas nama anak saya," kata Puang.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati Talaud Terpilih Tunggu Keputusan Kemendagri: Hasil Pertemuan Harus Dilantik

Bupati Talaud Terpilih Tunggu Keputusan Kemendagri: Hasil Pertemuan Harus Dilantik

Regional
Cerita Pasutri Yanto dan Riska Bayar Persalinan Pakai Koin: Hasil Nabung Selama 9 Bulan

Cerita Pasutri Yanto dan Riska Bayar Persalinan Pakai Koin: Hasil Nabung Selama 9 Bulan

Regional
Partai Golkar Sumut Gelar Fit and Proper Test Calon Kepala Daerah

Partai Golkar Sumut Gelar Fit and Proper Test Calon Kepala Daerah

Regional
Dosen UGM Ciptakan Lidah Elektronik untuk Deteksi Makanan Halal

Dosen UGM Ciptakan Lidah Elektronik untuk Deteksi Makanan Halal

Regional
Rawan Bencana, BPBD Cianjur Siagakan 1.800 Retana di 32 Kecamatan

Rawan Bencana, BPBD Cianjur Siagakan 1.800 Retana di 32 Kecamatan

Regional
Cerita Buruh Tani yang Rela Keluarkan Rp 2 Juta untuk Ikut Kirab Keraton Agung Sejagat

Cerita Buruh Tani yang Rela Keluarkan Rp 2 Juta untuk Ikut Kirab Keraton Agung Sejagat

Regional
Cerita Riska Nekat Bayar Biaya Persalinan Rp 1 Juta Pakai Koin: Saya Sempat Was-was...

Cerita Riska Nekat Bayar Biaya Persalinan Rp 1 Juta Pakai Koin: Saya Sempat Was-was...

Regional
Puskesmas Kembalikan Uang Koin Biaya Persalinan Pasutri Riska dan Yanto, Ini Alasannya

Puskesmas Kembalikan Uang Koin Biaya Persalinan Pasutri Riska dan Yanto, Ini Alasannya

Regional
Bakar Lahan untuk Usir Monyet, Seorang Kakek di Pekanbaru Ditangkap

Bakar Lahan untuk Usir Monyet, Seorang Kakek di Pekanbaru Ditangkap

Regional
Resmikan Masjid, Gubernur Edy: Kita Namakan Masjid Gubsu Biar Adil...

Resmikan Masjid, Gubernur Edy: Kita Namakan Masjid Gubsu Biar Adil...

Regional
Soal Sunda Empire, Dedi Mulyadi: Penyakit Sosial Lama dan Akut

Soal Sunda Empire, Dedi Mulyadi: Penyakit Sosial Lama dan Akut

Regional
Kronologi Penemuan 3 Hektar Lahan Ganja di Lereng Gunung Dempo: Polisi Jalan Kaki 4 Jam

Kronologi Penemuan 3 Hektar Lahan Ganja di Lereng Gunung Dempo: Polisi Jalan Kaki 4 Jam

Regional
103 Rumah di Pulau Ambo, Sulawesi Barat, Terancam Tenggelam akibat Abrasi

103 Rumah di Pulau Ambo, Sulawesi Barat, Terancam Tenggelam akibat Abrasi

Regional
Ternak Babi di Sumut Tidak Akan Dimusnahkan Sebab ASF Beda dengan Flu Burung

Ternak Babi di Sumut Tidak Akan Dimusnahkan Sebab ASF Beda dengan Flu Burung

Regional
Muncul Gerakan 'Save Babi', Pemprov Sumut: Ternak Babi Tak Akan Dimusnahkan Walau Ada Virus ASF

Muncul Gerakan "Save Babi", Pemprov Sumut: Ternak Babi Tak Akan Dimusnahkan Walau Ada Virus ASF

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X