Sebanyak 1.030 Warga Menolak Penambangan Gunung Sirnalanggeng

Kompas.com - 28/11/2019, 11:20 WIB
Salah seorang warga menunjukkan lokasi penambangan batu andesit di Gunung Sirnalanggeng. KOMPAS.com/FARIDA FARHANSalah seorang warga menunjukkan lokasi penambangan batu andesit di Gunung Sirnalanggeng.

KARAWANG, KOMPAS.com — Sebanyak 1.030 warga menolak aktivitas pertambangan PT Atlasindo Utama di Gunung Sirnalanggeng, Tegalwaru, Karawang, Jawa Barat.

Hal itu berdasarkan laporan Aliansi Pemuda Sirnalanggeng saat mendatangi Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Karawang, Rabu (27/11/2019).

Mereka juga menyerahkan 1.030 tanda tangan dari masyarakat yang menolak pertambangan itu.

Ketua Aliansi Pemuda Peduli Sirnalanggeng Muhammad Iqro mengatakan, pihaknya melakukan survei terhadap masyarakat lima desa di Kecamatan Tegalwaru.

Survei terkait aktivitas pertambangan di wilayah itu. Salah satunya yang dilakukan PT Atlasindo Utama.

Hasil survei yang dilakukan melalui jajak pendapat dengan 1.405 responden menunjukkan bahwa sebanyak 1.030 warga menolak aktivitas pertambangan dengan berbagai alasan.

Sementara hanya 375 orang yang menyatakan setuju.

"Sekitar 73 persen masyarakat dari 5 desa itu menolak adanya pertambangan. Salah satunya PT Atlasindo," kata Iqro saat dihubungi Kompas.com, Kamis (28/11/2019).

Baca juga: RS Mata Solo Akhirnya Adukan Penjual Soto ke Polisi

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Wawan Setiawan mengatakan, tanda tangan penolakan yang disampaikan Aliansi Pemuda Sirnalanggeng akan dijadikan pertimbangan dan masukan bagi tim teknis.

"Akan kita jadikan bahan masukan bagi tim teknis, dan akan kita klarifikasi ke desa dan muspika (musyawarah pimpinan kecamatan)," kata Wawan.

PT Atlasindo Utama berencana menambang kembali Gunung Sirnalanggeng di Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang.

Rencana ini pun menuai penolakan dari sejumlah pihak yang tak ingin gunung itu habis menjadi rata.

Penolakan salah satunya disampaikan saat sidang dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) di Karawang pada 16 Oktober 2019.

Sebelumnya, Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana membekukan izin operasional PT Atlasindo Utama di Gunung Sirnalanggeng.

Hal itu dilakukan sekitar satu tahun lalu.

Perusahaan tersebut terbukti menyalahgunakan dokumen UKL dan UPL.

Saat itu, Cellica menilai, perusahaan itu perlu membuat dokumen lingkungan berupa analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) karena volume tambang yang besar.

DLHK Karawang juga menjatuhkan sanksi pembekuan izin lingkungan.

Pasalnya, perusahaan itu tidak melaporkan dokumen lingkungan setiap tahun.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengiriman 301 Kilogram Ganja ke Bogor Terungkap, Begini Modus Pelaku

Pengiriman 301 Kilogram Ganja ke Bogor Terungkap, Begini Modus Pelaku

Regional
Wagub Kalbar Positif Covid-19: Kemungkinan Saya Terpapar di Lingkungan Kantor

Wagub Kalbar Positif Covid-19: Kemungkinan Saya Terpapar di Lingkungan Kantor

Regional
Dinilai Tak Sesuai Syariat Islam, Pemakaman Jenazah dengan Protokol Covid-19 Ditolak Warga

Dinilai Tak Sesuai Syariat Islam, Pemakaman Jenazah dengan Protokol Covid-19 Ditolak Warga

Regional
PSBB Kabupaten Bogor Diperpanjang, Ini Pertimbangannya

PSBB Kabupaten Bogor Diperpanjang, Ini Pertimbangannya

Regional
Tambah 16 Orang, Total 32 Tenaga Medis RSUD Soedono Madiun Positif Covid-19

Tambah 16 Orang, Total 32 Tenaga Medis RSUD Soedono Madiun Positif Covid-19

Regional
Alami Gejala Diare, Wagub Kalbar Ternyata Positif Covid-19

Alami Gejala Diare, Wagub Kalbar Ternyata Positif Covid-19

Regional
Bukannya Menolong Polisi yang Kecelakaan, Driver Ojol Malah Bawa Lari Tas Berisi Pistol

Bukannya Menolong Polisi yang Kecelakaan, Driver Ojol Malah Bawa Lari Tas Berisi Pistol

Regional
Uji Materi UU Minerba yang Diajukan Pemprov Babel Ditolak MK, Ini Alasannya

Uji Materi UU Minerba yang Diajukan Pemprov Babel Ditolak MK, Ini Alasannya

Regional
Wakil Gubernur Kalimantan Barat Terinfeksi Virus Corona

Wakil Gubernur Kalimantan Barat Terinfeksi Virus Corona

Regional
Gendong Jasad Bayinya, Maria Menangis Histeris, Suami dan Anak Kembar Tewas Tertimbun Longsor

Gendong Jasad Bayinya, Maria Menangis Histeris, Suami dan Anak Kembar Tewas Tertimbun Longsor

Regional
Selama Sebulan, 60 Orang Ditangkap karena Kasus Narkoba di Labuhanbatu

Selama Sebulan, 60 Orang Ditangkap karena Kasus Narkoba di Labuhanbatu

Regional
Merayakan HUT Kota Bandung Sambil Dibonceng Wali Kota? Begini Caranya

Merayakan HUT Kota Bandung Sambil Dibonceng Wali Kota? Begini Caranya

Regional
Sebulan Harimau Teror Warga, TNKS-BKSDA Pasang Perangkap

Sebulan Harimau Teror Warga, TNKS-BKSDA Pasang Perangkap

Regional
31 Pasien Positif Covid-19 di Ponpes Al Izzah Kota Batu Dinyatakan Sembuh

31 Pasien Positif Covid-19 di Ponpes Al Izzah Kota Batu Dinyatakan Sembuh

Regional
Cerita Petani Kopi di Lereng Gunung Merapi, Erupsi Jadi Berkah

Cerita Petani Kopi di Lereng Gunung Merapi, Erupsi Jadi Berkah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X