Derita Orangutan Paguh, Mata Buta Kena Tembakan Senapan Angin, Ada 24 Peluru di Tubuh

Kompas.com - 27/11/2019, 17:18 WIB
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA)  Aceh melalui tim SKW II Subulussalam bersama YOSL-OIC dan masyarakat melakukan evakuasi terhadap satu individu orangutan dengan kondisi terluka dan kedua matanya buta diduga akibat tembakan senapan angin.  Rabu (27/11/2019). DOK BKSDABalai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh melalui tim SKW II Subulussalam bersama YOSL-OIC dan masyarakat melakukan evakuasi terhadap satu individu orangutan dengan kondisi terluka dan kedua matanya buta diduga akibat tembakan senapan angin. Rabu (27/11/2019).

BANDA ACEH, KOMPAS.com- Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA)  Aceh melalui tim SKW II Subulussalam bersama YOSL-OIC dan masyarakat melakukan evakuasi terhadap satu orangutan dengan kondisi terluka dan kedua matanya buta diduga akibat tembakan senapan angin

“Evakuasi dilakukan pada Rabu (20/11/2019) di kawasan  Desa Gampong Teungoh, Kecamatan Trumon Aceh Selatan,” kata Agus Arianto, Kepala Balai KSDA Aceh dalam rilis yang diterima Kompas.com, Rabu (27/11/2019).

Menurut Agus, orangutan yang dievakuasi dalam kondisi terluka dan kedua matanya buta akibat tembakan senapan angin itu diketahui berjenis kelamin jantan, diperkirakan telah berusia 25 tahun.

“Untuk mendapatkan penanganan medis, sejak Kamis (21/11/2019) orangutan itu telah dibawa ke Stasiun Karantina Orangutan Batu Mbelin Sibolangit,” katanya.

Baca juga: 17 Orangutan Kembali Dilepasliarkan Setelah Jalani Rehabilitasi

sementara itu, menurut Dokter Hewan YEL-SOCP, drh. Meuthya,  hasil pemeriksaan kesehatan orangutan yang kini diberi nama Paguh ditemukan bahwa kedua mata Paguh telah buta. Di mana, bola mata kanan tampak merah sementara bola mata kiri keruh diduga karena cedera yang terjadi lebih dahulu dibanding bola mata kanan. 

Nama Paguh artinya kuat dan tangguh dalam bahasa Karo.

“Hasil x-Ray teridentifikasi 24 peluru yang tersebar di seluruh tubuhnya, 16 peluru di bagian kepala, 4 peluru di bagian kaki dan tangan, 3 peluru di daerah panggul dan 1 peluru di daerah perut,” katanya.

Menurut Meuthya, upaya penanganan medis terhadap Paguh terus dilakukan intensif oleh tim medis YEL-SOCP di Stasiun Karantina Orangutan Batu Mbelin Sibolangit.

Saat ini, tiga peluru dari bagian kepala Paguh telah berhasil dikeluarkan.

“Perawatan intensif akan terus kami berikan kepada Paguh sampai kondisinya membaik.” jelasnya. 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X