Pabrik Tahu Gunakan Bahan Bakar Plastik Impor, Warga Sesak Napas hingga Pakai Masker Tiap Hari

Kompas.com - 27/11/2019, 15:45 WIB
Petugas dari Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Surabaya saat melihat kegiatan produksi pembuatan tahu menggunakan sampah plastik impor di Desa Tropodo, Kecamatan Krian, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (26/11/2019). KOMPAS.COM/GHINAN SALMANPetugas dari Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Surabaya saat melihat kegiatan produksi pembuatan tahu menggunakan sampah plastik impor di Desa Tropodo, Kecamatan Krian, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (26/11/2019).
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Yanti (39), warga Desa Tropodo, Kecamatan Krian, Sidoarjo, Jawa Timur, melarang dua anaknya bermain di luar rumah pada pagi hari.

Ia baru mengizinkan anaknya bermain sore hari agar tidak terpapar asap hasil pembakaran limbah plastik di pabrik tahu dekat rumahnya.

Setiap pagi asap pembakaran membubung tinggi, bahkan kerap mengeluarkan bau tidak sedap.

Menurut Yanti, anaknya dulu sering mengeluhkan asap. Namun, sekarang ia dan keluarganya sudah terbiasa.

Baca juga: Menyoal Limbah Plastik untuk Bahan Bakar Pabrik Tahu

"Sekarang anak-anak tidak mengeluh karena sudah biasa. Tapi kalau pagi tidak keluar, karena asapnya sedang banyak-banyaknya keluar. Jadi keluar untuk bermain baru sore hari," ujar dia.

Hal senada juga diceritakan Sarmadi (57). Ia bahkan kerap sesak napas sehingga harus memeriksakan diri ke rumah sakit.

"Saya sering sesak napas dan harus bolak-balik periksa ke rumah sakit. Apalagi asapnya itu sangat menyengat," kata dia, Rabu (27/11/2019).

Selain menggunakan sampah limbah plastik impor, menurut Sarmadi, pengusaha pabrik tahu juga pernah memakai bekas ban dan karet untuk perapian sehingga menghasilkan asap yang pekat.

"Tapi itu dulu pakai ban dan karet, sekarang sudah ganti ke plastik. Kalau dulu asapnya lebih banyak, sekarang sih agak berkurang," ujar dia.

Baca juga: Limbah Plastik untuk Bahan Bakar Pabrik Tahu Sudah Berlangsung 20 Tahun

Asap yang keluar dari cerobong hasil pembakaran limbah plastik mencemari udara dan lingkungan di Desa Tropodo, Kecamatan Krian, Sidoarjo, Jawa Timur.KOMPAS.COM/GHINAN SALMAN Asap yang keluar dari cerobong hasil pembakaran limbah plastik mencemari udara dan lingkungan di Desa Tropodo, Kecamatan Krian, Sidoarjo, Jawa Timur.
Sementara Yuli (44), salah satu warga desa, mengatakan, banyak masyarakat yang menggunakan masker agak tidak terpapar asap pembakaran dari pabrik tahu.

Untuk itu, ia berharap agar para pengusaha pabrik tahu beralih ke bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan.

"Kasihanlah warga, masak setiap hari harus pakai masker terus," kata dia.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gagal Menyalip, Pengendara Motor Tewas Ditabrak Truk di Cianjur

Gagal Menyalip, Pengendara Motor Tewas Ditabrak Truk di Cianjur

Regional
Usai Snorkeling, Wisatawan asal Finlandia Tewas di NTB

Usai Snorkeling, Wisatawan asal Finlandia Tewas di NTB

Regional
Ada Penolakan dari Warga, Wagub Sumbar Minta Kepulangan Turis China Dipercepat

Ada Penolakan dari Warga, Wagub Sumbar Minta Kepulangan Turis China Dipercepat

Regional
Pemerintah Aceh Bakal Fasilitasi Kepulangan 12 Mahasiswa yang Terisolasi di Wuhan

Pemerintah Aceh Bakal Fasilitasi Kepulangan 12 Mahasiswa yang Terisolasi di Wuhan

Regional
Tidak Benar, Isu yang Menyebut WN China di Surabaya Terjangkit Virus Corona

Tidak Benar, Isu yang Menyebut WN China di Surabaya Terjangkit Virus Corona

Regional
Seorang Ibu di Jepara Tewas Terseret Banjir Saat Kendarai Sepeda Motor

Seorang Ibu di Jepara Tewas Terseret Banjir Saat Kendarai Sepeda Motor

Regional
Hujan Deras Disertai Angin Kencang Rusak Tiga Rumah di Cirebon

Hujan Deras Disertai Angin Kencang Rusak Tiga Rumah di Cirebon

Regional
Pilkada Surabaya, 5 Partai Deklarasi Dukung Mantan Kapolda Jatim

Pilkada Surabaya, 5 Partai Deklarasi Dukung Mantan Kapolda Jatim

Regional
12 Mahasiswa Aceh di Wuhan Butuh Stok Makanan dan Masker Khusus

12 Mahasiswa Aceh di Wuhan Butuh Stok Makanan dan Masker Khusus

Regional
Longsor di Sumedang, Dua Orang Tewas dan Dua Lainnya Kritis

Longsor di Sumedang, Dua Orang Tewas dan Dua Lainnya Kritis

Regional
Sunda Empire Dilaporkan Roy Suryo, Ki Ageng Rangga: Maling Teriak Maling

Sunda Empire Dilaporkan Roy Suryo, Ki Ageng Rangga: Maling Teriak Maling

Regional
RSUP Sanglah Pulangkan 2 Turis China yang Sempat Diduga Terinfeksi Virus Corona

RSUP Sanglah Pulangkan 2 Turis China yang Sempat Diduga Terinfeksi Virus Corona

Regional
4 Fakta Warga Jambi Diduga Terjangkit Corona, Pulang dari China hingga Kini Diisolasi

4 Fakta Warga Jambi Diduga Terjangkit Corona, Pulang dari China hingga Kini Diisolasi

Regional
RSUP Wahidin Makassar Periksa Pasien yang Baru Pulang dari China, Hasilnya Negatif Virus Corona

RSUP Wahidin Makassar Periksa Pasien yang Baru Pulang dari China, Hasilnya Negatif Virus Corona

Regional
Hindari Virus Corona, 12 Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya di Wuhan Diisolasi

Hindari Virus Corona, 12 Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya di Wuhan Diisolasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X