Kompas.com - 27/11/2019, 14:54 WIB
Potret dari udara kondisi banjir yang merendam permukiman warga di Kota Pasir Pengaraian, Kabupaten Rohul, Riau, Selasa (26/11/2019). Dok. Polda RiauPotret dari udara kondisi banjir yang merendam permukiman warga di Kota Pasir Pengaraian, Kabupaten Rohul, Riau, Selasa (26/11/2019).

PEKANBARU, KOMPAS.com - Meski banjir sudah surut, ratusan warga korban banjir di Desa Babussalam, Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, belum sepenuhnya bisa beraktivitas normal.

Warga masih sibuk membersihkan sisa sampah yang ditinggalkan banjir.

Korban banjir saat ini butuh bantuan air bersih.

Sebab, warga sulit mendapatkan air bersih setelah banjir melanda selama tiga hari.

Kesulitan mendapat air bersih diakui Suwarni (47). Karena selama banjir, air sumur di rumahnya berubah menjadi kuning.

"Kalau sudah banjir gini udah sulit dapat air bersih. Sekarang kami masih manfaatkan air sumur warnanya kuning. Mau tak mau harus digunakan buat mandi dan mencuci," akui Suwarni saat diwawancarai Kompas.com, Rabu (27/11/2019).

Baca juga: Banjir di Rokan Hulu Surut, Warga Bersihkan Sampah dan Lumpur

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Butuh makanan

Selain butuh air bersih, warga juga membutuhkan makanan.

Sebab, saat ini warga belum bisa memasak karena peralatan dapur habis terendam.

"Masak di rumah belum bisa. Untuk makan kami di kasih nasi bungkus sama pemerintah desa," sebut Suwarni.

Dia mengatakan, bantuan nasi bungkus datang dua kali, yakni pada waktu makan siang dan makan malam.

Nasi bungkus diantar langsung ke rumah korban banjir.

Meski makan seadanya, Suwarni mengaku tetap bersyukur masih bisa makan berkat bantuan dari desa.

"Alhamdulillah, kami tetap bersyukur makan seadanya," ucapnya.

Baca juga: Banjir di Rokan Hulu Mulai Surut, Jalur Lintas Riau-Sumut Bisa Dilewati

Waspada banjir susulan

Di samping itu, Suwarni berharap bencana banjir tidak datang lagi.

Sebab, banjir sangat berdampak terhadap ekonomi maupun kesehatan masyarakat.

Apalagi, sebut dia, banjir di Kecamatan Rambah terjadi hampir setiap tahun saat cuaca musim hujan.

"Kami berharap tak ada banjir lagi. Apalagi banjir tahun ini paling parah dibandingkan dengan banjir pada tahun-tahun sebelumnya," akui Suwarni.

Hal yang sama juga dirasakan Hasanuddin Tanjung. Saat ini keluarganya butuh air bersih dan makanan.

"Memang kami di sini butuh air bersih dan makan. Karena di rumah kami gak bisa masak. Seharian ini sibuk bersihkan rumah sisa banjir," akuinya kepada Kompas.com, Rabu.

Untuk makan saat ini, Hasanuddin juga mendapatkan bantuan nasi bungkus dari pihak desa.

"Kalau makan ada di kasih desa. Itu bantuan nasi bungkus sejak Senin kemarin  diantar ke rumah kami," sebut Hasanuddin. 

Baca juga: Banjir di Rokan Hulu Memutus Jalur Riau-Sumatera Utara

Banjir akibat sungai meluap

Diberitakan sebelumnya, banjir di Rohul merendam tiga daerah, yaitu Kecamatan Rambah, Kecamatan Rokan IV Koto dan Kecamatan Kunto Darussalam.

Banjir terjadi, Sejak Minggu (24/11/2019) kemarin.

Banjir akibat luapan air sungai ini, ratusan rumah warga terdampak.

Aktivitas warga lumpuh.

Bahkan, jalan lintas nasional Riau-Sumut terputus.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.