Dedi Mulyadi Dorong Pemerintah Lindungi Kelompok Adat Pantai

Kompas.com - 27/11/2019, 14:36 WIB
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi bersama Aas, saat warga yang terkena abrasi di Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, Selasa (26/11/2019) sore. KOMPAS.COM/FARIDAWakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi bersama Aas, saat warga yang terkena abrasi di Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, Selasa (26/11/2019) sore.

KARAWANG, KOMPAS.com-Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi mendorong pemerintah melindungi kelompok adat pantai. Tujuannya untuk memperkuat konservasi laut.

Mantan Bupati Purwakarta itu menyebut kelompok adat pantai selama ini melakukan pengelolaan laut dengan menerapkan kearifaan lokal.

Kelompok-kelompok ini misalnya terdapat di Nusa Tenggara Timur dan Papua.

Saat ini mereka mulai tak tahan dengan serangan dari nelayan lain yang menggunakan berbagai perlengkapan canggih.

"Mereka harus dilindungi dari serbuan eksploitasi yang dilakukan kelompok bisnis maupun masyarakat," katanya.

Baca juga: [POPULER NUSANTARA] Sikap Dedi Mulyadi Soal Kisruh Partai Golkar | Imbauan Tak Pakai Atribut Natal Bagi Karyawan Mal

Mereka, kata Dedi, bisa dijadikan tentara adat dengan dampingan TNI/Polri. Tujuannya untuk memback up mereka dari kelompok yang melakukan perusakan.

Dedi menyebut kelompok adat sebagai kelompok yang tersisa dan cenderung tak dihargai. Mereka tidak berormas dan tidak mengelompokan diri pada politik.

"Mereka (kelompok adat) cenderung pasrah terhadap keadaan," katanya.

Menurut Dedi, pemenuhan administrasi para kelompok adat tersebut juga harus dilindungi. Misalnya dalam memperoleh Kartu Tanda Penduduk (KTP). Apalagi, tambahnya, kelompok adat merupakan orang-orang yang mencintai NKRI dan mengamalkan Pancasila.

"Jangan sampai teriak Pancasila tapi lupa untuk mengapresiasi mereka yang benar-benar mengamalkan Pancasila. Merekalah yang selama ini melakukan konservasi," katanya.

Baca juga: Kunjungan ke Kalimantan, Dedi Mulyadi Terima Masukan soal Gaji Satgas Karhutla

UU perlindungan adat

Terlebih, katanya, UU Perlindungan adat belum juga rampung digarap. Menurut informasi yang didapat Dedi, saat ini masih berada di Kementerian Pertahanan.

"Saya akan perjuangkan itu. Saya akan cek apakah benar masih di Kementerian Pertahanan," ungkapnya.

Selain itu, yang tak kalah penting adalah memberikan penyadaran kepada semua kalangan dan penegak hukum bagi Sumber Daya Alam (SDA) laut, baik pantai, ikan maupun terumbu karang.

"Penataan ulang, seperti reboisasi, juga memperkuat reboisasi juga harus dilakukan pemerintah," katanya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi: Cucu Soeharto Terima Rp 3 Miliar dari MeMiles

Polisi: Cucu Soeharto Terima Rp 3 Miliar dari MeMiles

Regional
Nelayan Temukan 10 Peluru Senjata AK-47 Saat Menyelam di Bali

Nelayan Temukan 10 Peluru Senjata AK-47 Saat Menyelam di Bali

Regional
Balita Ditemukan Tanpa Kepala, Dokter Forensik: Penyebab Kematian Tak Dapat Dinilai

Balita Ditemukan Tanpa Kepala, Dokter Forensik: Penyebab Kematian Tak Dapat Dinilai

Regional
Pulang Malam Hari, Remaja Wanita di Makassar Dibius 6 Pria, Disekap 3 Hari Tanpa Makan

Pulang Malam Hari, Remaja Wanita di Makassar Dibius 6 Pria, Disekap 3 Hari Tanpa Makan

Regional
Cerita Kegigihan Tukang Kebun Sekolah yang Punya 15 Anak, Jual Cacing Sebagai Sampingan

Cerita Kegigihan Tukang Kebun Sekolah yang Punya 15 Anak, Jual Cacing Sebagai Sampingan

Regional
Bocah 11 Tahun yang Tewas Digigit Ular Weling Tangkapannya Ditemukan Ibunya dengan Mulut Berbusa

Bocah 11 Tahun yang Tewas Digigit Ular Weling Tangkapannya Ditemukan Ibunya dengan Mulut Berbusa

Regional
Kapal Pengangkut TKI ke Malaysia Tenggelam di Riau, 10 Orang Hilang

Kapal Pengangkut TKI ke Malaysia Tenggelam di Riau, 10 Orang Hilang

Regional
Tahun Depan, Ganjar Targetkan Semua Daerah di Jateng Miliki Mal Pelayanan Publik

Tahun Depan, Ganjar Targetkan Semua Daerah di Jateng Miliki Mal Pelayanan Publik

Regional
Tenaga Honorer Akan Dihapus Bertahap

Tenaga Honorer Akan Dihapus Bertahap

Regional
Hari Kelima Pencarian, Tim SAR Tak Juga Temukan Kapal Panji Saputra

Hari Kelima Pencarian, Tim SAR Tak Juga Temukan Kapal Panji Saputra

Regional
Perusahaan Kapal China Tanggung Hak Finansial ABK yang Jenazahnya Dibuang ke Laut

Perusahaan Kapal China Tanggung Hak Finansial ABK yang Jenazahnya Dibuang ke Laut

Regional
Ini Permintaan Siswi SD di Wakatobi pada Jokowi, “Bapak Presiden Tolong Bantu Saya Ikut Ujian'

Ini Permintaan Siswi SD di Wakatobi pada Jokowi, “Bapak Presiden Tolong Bantu Saya Ikut Ujian"

Regional
Pelajar yang Bunuh Begal Divonis 1 Tahun, Pengacara: Kami Pikir-pikir

Pelajar yang Bunuh Begal Divonis 1 Tahun, Pengacara: Kami Pikir-pikir

Regional
Ini Motif Pelaku Pembunuhan Pelajar SMA yang 2 Bulan lalu Menghilang dan Ditemukan Tinggal Tengkorak Kepala

Ini Motif Pelaku Pembunuhan Pelajar SMA yang 2 Bulan lalu Menghilang dan Ditemukan Tinggal Tengkorak Kepala

Regional
Bea Cukai Palembang Gagalkan Penyelundupan Ribuan Baby Lobster Senilai Rp 2,5 Miliar ke Singapura

Bea Cukai Palembang Gagalkan Penyelundupan Ribuan Baby Lobster Senilai Rp 2,5 Miliar ke Singapura

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X