Ma’ruf Amin: Potensi Pasar Halal Dunia Besar, Indonesia Harus Ambil Kesempatan

Kompas.com - 27/11/2019, 14:30 WIB
Wakil Presiden Republik Indonesia Maruf Amin saat menjadi pembicara kunci dalam International Halal and Thayyib Conference 2019 di Universitas Brawijaya (UB), Kota Malang, Rabu (27/11/2019) KOMPAS.COM/ANDI HARTIKWakil Presiden Republik Indonesia Maruf Amin saat menjadi pembicara kunci dalam International Halal and Thayyib Conference 2019 di Universitas Brawijaya (UB), Kota Malang, Rabu (27/11/2019)

MALANG, KOMPAS.com — Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan, Indonesia harus mengambil kesempatan di tengah potensi pasar halal dunia.

Menurut dia, potensi pasar halal dunia sangat besar.

Pada 2017, produk pasar halal dunia mencapai 2,1 triliun dollar AS. Angka itu diprediksi akan naik menjadi 3 trilliun dollar AS pada 2023.

“Kita harus dapat memanfaatkan potensi pasar halal dunia ini dengan meningkatkan ekspor kita,” ujar Ma'ruf saat menjadi pembicara dalam International Halal and Thayyib Conference 2019 di Universitas Brawijaya (UB), Kota Malang, Rabu (27/11/2019).


Baca juga: Beda Gaya Jokowi dan Maruf Amin Saat Umumkan Stafsus

Mantan Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu mengatakan, ekspor Indonesia terhadap pasar halal dunia masih sekitar 3,8 persen dari total produk pasar halal dunia.

“Berdasarkan laporan Global Islamic Economic Report tahun 2019, Brasil merupakan eksportir produk halal nomor satu di dunia dengan nilai 5,5 miliar dollar AS, yang disusul oleh Australia dengan nilai 2,4 miliar dollar AS,” ujar dia.

Di sisi lain, Indonesia memiliki momentum yang baik terkait pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

Ma’ruf mengatakan, peringkat Indonesia terus naik. Bahkan, berdasarkan laporan Islamic Finance Country Index (IFCI), Indonesia pada 2019 berada di peringkat pertama, atau naik dari peringkat keenam pada 2018.

“Indonesia baru saja mendapatkan kenaikan peringkat dari peringkat ke-10 pada 2018 menjadi peringkat keempat dari 131 negara pada 2019 menurut Islamic Finance Development Indicator (IFDI) dalam hal perkembangan keuangan Syariah," ujar Ma'ruf.

"Bahkan, menurut Islamic Finance Country Index (IFCI), Indonesia pada 2019 telah menduduki peringkat pertama, naik dari peringkat keenam pada 2018,” kata Ma'ruf menambahkan.

Baca juga: Maruf Amin Ungkap Banyak Kiai Dilatih Jadi Bankir dan Bankir Dilatih Ekonomi Syariah

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X