Warga Desa Tropodo Alami Sesak Nafas akibat Pembakaran Plastik Impor

Kompas.com - 27/11/2019, 14:22 WIB
Pekerja pabrik tahu di Desa Tropodo, Kecamatan Krian, Sidoarjo, Jawa Timur, memasukkan limbah plastik impor sebagai bahan bakar pengganti kayu, Selasa (26/11/2019). KOMPAS.COM/GHINAN SALMANPekerja pabrik tahu di Desa Tropodo, Kecamatan Krian, Sidoarjo, Jawa Timur, memasukkan limbah plastik impor sebagai bahan bakar pengganti kayu, Selasa (26/11/2019).

SIDOARJO, KOMPAS.com - Warga Desa Tropodo, Kecamatan Krian, Sidoarjo, Jawa Timur, mengeluhkan gangguan pernapasan akibat kepulan asap dan debu yang berasal dari pembakaran limbah plastik impor.

Samadi (57), salah satu warga setempat mengaku sering mengalami sesak napas.

Selain itu, asap hasil pembakaran limbah plastik impor kerap mengeluarkan bau tidak sedap.

"Saya sering sesak napas dan harus bolak-balik periksa ke rumah sakit. Apalagi asapnya itu sangat menyengat," kata dia, Rabu (27/11/2019).

Baca juga: Pengusaha Tahu di Sidoarjo Janji Tak Lagi Gunakan Limbah Plastik, Asal...

Dia menuturkan, selain menggunakan sampah limbah plastik impor, produsen tahu memakai ban bekas dan karet sebagai wadah pengapian.

"Tapi itu dulu pakai ban dan karet, sekarang sudah ganti ke plastik. Kalau dulu asapnya lebih banyak, sekarang sih agak berkurang," ujar dia.

Ia berharap, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo tidak gerak sambal menutup para tempat produksi yang masih menggunakan limbah plastik impor sebagai bahan bakar pembuatan tahu.

"Di jam-jam itu kan (pabrik tahu) berproduksi, asapnya ini yang berbahaya. Ya, kalau sudah ditangani pemerintah semoga mereka tertib dan melaksanakan," tutur dia.

Baca juga: Limbah Plastik untuk Bahan Bakar Pabrik Tahu Sudah Berlangsung 20 Tahun

Hal yang sama juga dirasakan Yanti (39). Ibu rumah dari dua orang anak ini mengaku meski kepulan asap dari hasil pembakaran limbah plastik tidak setebal dulu, namun tetap mencemari lingkungan. 

Bahkan, dia melarang anak keduanya yang masih berusia tujuh tahun keluar rumah saat kepulan asap sedang membumbung tinggi.

"Sekarang anak-anak tidak mengeluh karena sudah biasa. Tapi kalau pagi tidak keluar, karena asapnya sedang banyak-banyaknya keluar. Jadi keluar untuk bermain baru sore hari," ujar dia.

Sementara warga lain, Yuli (44) berharap kepada para produsen pabrik tahu segera mengonversi bahan bakar limbah plastik menggunakan kayu bakar atau bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan.

"Kasihan lah warga, masak setiap hari harus pakai masker terus," kata dia.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dua Terduga Pembunuh Perempuan Dalam Mobil Terbakar Ditangkap

Dua Terduga Pembunuh Perempuan Dalam Mobil Terbakar Ditangkap

Regional
Nasdem Sayangkan Ambulans yang Layani Warga Makassar Gratis Dibakar Demonstran

Nasdem Sayangkan Ambulans yang Layani Warga Makassar Gratis Dibakar Demonstran

Regional
Polisi Temukan Luka Memar di Kepala Mayat Wanita yang Terbakar di Mobil

Polisi Temukan Luka Memar di Kepala Mayat Wanita yang Terbakar di Mobil

Regional
Bahas Penanganan Banjir dengan Risma, DPRD DKI Jakarta: Kami Belajar Banyak dari Surabaya

Bahas Penanganan Banjir dengan Risma, DPRD DKI Jakarta: Kami Belajar Banyak dari Surabaya

Regional
Usaha Benang Gelasan Naik Daun Saat Pandemi, Erwin Sampai Harus Menambah Karyawan

Usaha Benang Gelasan Naik Daun Saat Pandemi, Erwin Sampai Harus Menambah Karyawan

Regional
Polisi Duga Ada Provokator di Balik Bentrokan Penyebab 1 Warga Palopo Tewas

Polisi Duga Ada Provokator di Balik Bentrokan Penyebab 1 Warga Palopo Tewas

Regional
Kasus Agen Minta Rp 32 Juta buat Pulangkan Jenazah TKI, Pemkab Indramayu: Itu Hanya Isu

Kasus Agen Minta Rp 32 Juta buat Pulangkan Jenazah TKI, Pemkab Indramayu: Itu Hanya Isu

Regional
Maju Pilkada Kabupaten Bandung, Eks Bintang Persib Atep Rizal Sebut Sahrul Gunawan Lawan Berat

Maju Pilkada Kabupaten Bandung, Eks Bintang Persib Atep Rizal Sebut Sahrul Gunawan Lawan Berat

Regional
Paslon yang Langgar Protokol Kesehatan Bisa Kena Sanksi Tak Boleh Kampanye 3 Hari

Paslon yang Langgar Protokol Kesehatan Bisa Kena Sanksi Tak Boleh Kampanye 3 Hari

Regional
Gegara Rem Blong di Jalan Lingkar Salatiga, Truk Terguling Masuk ke Area Makam

Gegara Rem Blong di Jalan Lingkar Salatiga, Truk Terguling Masuk ke Area Makam

Regional
11 Tewas di Tambang Batu Bara Ilegal Muara Enim, Pekerja Sedang Gali Terowongan Saat Hujan

11 Tewas di Tambang Batu Bara Ilegal Muara Enim, Pekerja Sedang Gali Terowongan Saat Hujan

Regional
Kronologi Mobil Pengangkut 40 Tabung Gas Terbakar di SPBU Cianjur, Terdengar Suara Ledakan

Kronologi Mobil Pengangkut 40 Tabung Gas Terbakar di SPBU Cianjur, Terdengar Suara Ledakan

Regional
'Masyarakat Kritik, Pemkot Kurang Tegas Melaksanakan Protokol Kesehatan, di Luar Bagus, di Dalam Tidak'

"Masyarakat Kritik, Pemkot Kurang Tegas Melaksanakan Protokol Kesehatan, di Luar Bagus, di Dalam Tidak"

Regional
Sedang Operasi Yustisi, Satgas Covid-19 Sumut Diserang Puluhan Preman, 5 Mobil Rusak, 3 Petugas Terluka

Sedang Operasi Yustisi, Satgas Covid-19 Sumut Diserang Puluhan Preman, 5 Mobil Rusak, 3 Petugas Terluka

Regional
Kapolda Sulsel Sebut Demo di Makassar Disusupi Aliansi Makar

Kapolda Sulsel Sebut Demo di Makassar Disusupi Aliansi Makar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X