Menyoal Limbah Plastik untuk Bahan Bakar Pabrik Tahu

Kompas.com - 27/11/2019, 14:19 WIB
Bupati Sidoarjo Saiful Ilah saat menghadiri Deklarasi Gerakan Stop Penggunaan Bahan Bakar Plastik bersama pengusaha tahu di sentra industri Desa Tropodo, Kecamatan Krian, Sidoarjo, Selasa (26/11/2019). KOMPAS.COM/GHINAN SALMANBupati Sidoarjo Saiful Ilah saat menghadiri Deklarasi Gerakan Stop Penggunaan Bahan Bakar Plastik bersama pengusaha tahu di sentra industri Desa Tropodo, Kecamatan Krian, Sidoarjo, Selasa (26/11/2019).

KOMPAS.com - Banyaknya pengusaha tahu di sentra industri Desa Tropodo, Kecamatan Krian, Sidoarjo, Jawa Timur, yang masih menggunakan plastik impor untuk bahan bakar pembuatan dan penggorengan tahu, menjadi perhatian Bupati Sidoarjo Saiful Ilah.

Bukan tanpa alasan Saiful Ilah meminta pengusaha untuk tidak menggunakan sampah plastik sebagai bahan bakar pembuatan dan penggorengan tahu.

Ia mengatakan, limbah sampah plastik yang dibakar itu polusinya bukan main, polusi di udara tidak bisa hilang, dan mencemari udara.

Dia berharap, pengusaha tahu di Sidoarjo beralih menggunakan bahan bakar ramah lingkungan, meski bahan bakar ramah lingkungan dibutuhkan biaya yang cukup mahal.

Bahkan dengan tegasnya, Bupati Sidoarjo mengancam akan menutup pabrik tahu yang masih menggunakan sampah plastik.

Sementara itu, salah satu pengusaha tahu di Desa Tropodo, Gufron (52) mengakui bahwa pemanfaatan limbah plastik impor di sentra industri tahu sudah berlangsung lebih dari 20 tahun.

Dikatakannyan, alasan dirinya menggunakan sampah plastik sebagai bahan bakar untuk memasak kedelai menjadi tahu, salah satunya, harga tahu dapat bersaing karena produksi bahan bakar yang dikeluarkan tidak menguras biaya besar.

Berikut ini fakta selengkapnya:

1. Bupati minta pengusaha tahu berhenti gunakan plastik

Bupati Sidoarjo Saiful Ilah saat mengunjungi rumah produksi tahu di sentra industri Desa Tropodo, Kecamatan Krian, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (26/11/2019).KOMPAS.COM/GHINAN SALMAN Bupati Sidoarjo Saiful Ilah saat mengunjungi rumah produksi tahu di sentra industri Desa Tropodo, Kecamatan Krian, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (26/11/2019).

Saiful Ilah berharap pengusaha tahu di Sidoarjo tidak menggunakan sampah plastik impor lagi sebagai bahan baakr pembuatan dan penggorengan tahu dan beralih menggunakan bahan bakar ramh lingkungan meski dibutuhkan biaya yang cukup mahal.

"Penjualan tahu dinaikkan sedikit-sedikit tidak masalah. Masyarakat pasti tidak mempermasalahkan adanya kenaikan, karena mereka tau bahan bakar yang ramah lingkungan itu sedikit lebih mahal," ujarnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi: Cucu Soeharto Terima Rp 3 Miliar dari MeMiles

Polisi: Cucu Soeharto Terima Rp 3 Miliar dari MeMiles

Regional
Nelayan Temukan 10 Peluru Senjata AK-47 Saat Menyelam di Bali

Nelayan Temukan 10 Peluru Senjata AK-47 Saat Menyelam di Bali

Regional
Balita Ditemukan Tanpa Kepala, Dokter Forensik: Penyebab Kematian Tak Dapat Dinilai

Balita Ditemukan Tanpa Kepala, Dokter Forensik: Penyebab Kematian Tak Dapat Dinilai

Regional
Pulang Malam Hari, Remaja Wanita di Makassar Dibius 6 Pria, Disekap 3 Hari Tanpa Makan

Pulang Malam Hari, Remaja Wanita di Makassar Dibius 6 Pria, Disekap 3 Hari Tanpa Makan

Regional
Cerita Kegigihan Tukang Kebun Sekolah yang Punya 15 Anak, Jual Cacing Sebagai Sampingan

Cerita Kegigihan Tukang Kebun Sekolah yang Punya 15 Anak, Jual Cacing Sebagai Sampingan

Regional
Bocah 11 Tahun yang Tewas Digigit Ular Weling Tangkapannya Ditemukan Ibunya dengan Mulut Berbusa

Bocah 11 Tahun yang Tewas Digigit Ular Weling Tangkapannya Ditemukan Ibunya dengan Mulut Berbusa

Regional
Kapal Pengangkut TKI ke Malaysia Tenggelam di Riau, 10 Orang Hilang

Kapal Pengangkut TKI ke Malaysia Tenggelam di Riau, 10 Orang Hilang

Regional
Tahun Depan, Ganjar Targetkan Semua Daerah di Jateng Miliki Mal Pelayanan Publik

Tahun Depan, Ganjar Targetkan Semua Daerah di Jateng Miliki Mal Pelayanan Publik

Regional
Tenaga Honorer Akan Dihapus Bertahap

Tenaga Honorer Akan Dihapus Bertahap

Regional
Hari Kelima Pencarian, Tim SAR Tak Juga Temukan Kapal Panji Saputra

Hari Kelima Pencarian, Tim SAR Tak Juga Temukan Kapal Panji Saputra

Regional
Perusahaan Kapal China Tanggung Hak Finansial ABK yang Jenazahnya Dibuang ke Laut

Perusahaan Kapal China Tanggung Hak Finansial ABK yang Jenazahnya Dibuang ke Laut

Regional
Ini Permintaan Siswi SD di Wakatobi pada Jokowi, “Bapak Presiden Tolong Bantu Saya Ikut Ujian'

Ini Permintaan Siswi SD di Wakatobi pada Jokowi, “Bapak Presiden Tolong Bantu Saya Ikut Ujian"

Regional
Pelajar yang Bunuh Begal Divonis 1 Tahun, Pengacara: Kami Pikir-pikir

Pelajar yang Bunuh Begal Divonis 1 Tahun, Pengacara: Kami Pikir-pikir

Regional
Ini Motif Pelaku Pembunuhan Pelajar SMA yang 2 Bulan lalu Menghilang dan Ditemukan Tinggal Tengkorak Kepala

Ini Motif Pelaku Pembunuhan Pelajar SMA yang 2 Bulan lalu Menghilang dan Ditemukan Tinggal Tengkorak Kepala

Regional
Bea Cukai Palembang Gagalkan Penyelundupan Ribuan Baby Lobster Senilai Rp 2,5 Miliar ke Singapura

Bea Cukai Palembang Gagalkan Penyelundupan Ribuan Baby Lobster Senilai Rp 2,5 Miliar ke Singapura

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X