Viral Video Sungai Bengawan Solo Berwarna Hitam Pekat, Penyaluran Air ke 12.000 Rumah Dihentikan

Kompas.com - 27/11/2019, 11:48 WIB
Kondisi pencemaran sungai Bengawan Solo yang berwarna merah hitam pekat, di wilayah Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Rabu (27/11/2019) Dokumen PDAM Tirta Amerta BloraKondisi pencemaran sungai Bengawan Solo yang berwarna merah hitam pekat, di wilayah Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Rabu (27/11/2019)

BLORA, KOMPAS.com - Sebuah video yang menunjukkan pencemaran Sungai Bengawan Solo viral di media sosial.

Dalam video berdurasi pendek tersebut, terlihat air Sungai Bengawan Solo yang mengalir deras itu berwarna hitam pekat.

Video tercemarnya Sungai Bengawan Solo pertama kali diunggah oleh akun Twitter resmi milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Amerta, Blora, Jawa Tengah, Senin (25/11/2019) siang.

Video tersebut telah dilihat lebih dari 50.000 kali. 

"Mohon solusi untuk mengatasi permasalahan pencemaran air Sungai Bbengawan Solo. 12.000 pelanggan kami bergantung kepada air baku sungai Bengawan Solo," tulis akun itu di unggahan video tersebut.

Baca juga: BPBD: Bantaran Bengawan Solo Longsor karena Debit Air Turun

 

Dalam unggahan yang viral di jagat maya itu, disebutkan juga bahwa pekatnya polutan yang mencemari Sungai Bengawan Solo praktis membuat  PDAM Tirta Amerta kesulitan untuk mengolah air baku.

Dalam keterangan itu menyatakan bahwa kekeruhan warna air Bengawan Solo mencapai 1.300 tcu (true color unit).

Tentunya jika dipaksakan, distribusi air kepada puluhan ribu warga juga akan tercemar.

"Untuk itu kami mohon solusi dari bapak-bapak yang berwenang. Kami pun beli air baku tersebut tiap bulan kita rutin juga bayar. Kami kesulitan mengolah warna air yang mencapai 1.300 tcu (true color unit), padahal undang-undang hanya membolehkan pembuangan polutan dengan kekeruhan warna 200 tcu," tulis akun PDAM Tirta Amerta Blora.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Kompas.com, pencemaran Sungai Bengawan Solo itu berlokasi di wilayah Kecamatan Cepu, Blora, Jawa Tengah, dan terjadi beberapa hari lalu. 

Direktur PDAM Tirta Amerta Blora Yan Riya Pramono membenarkan kejadian itu.

Video itu, kata dia, diambil pada Minggu (24/11/2019) pagi.

"Iya benar Sungai Bengawan Solo tercemar di Desa Balun, Kecamatan Cepu. Warnanya merah hitam pekat. Kami temukan kepekatan capai 1.300 tcu. Video itu diunggah pegawai PDAM Blora," ujar Yan, saat dihubungi Kompas.com , Rabu (27/11/2019).

Hentikan 12.000 sambungan 

Pencemaran Sungai Bengawan Solo menyebabkan PDAM Tirta Amerta Blora menghentikan operasional untuk sementara waktu di lima kecamatan yakni Cepu, Sambong, Jiken, Jepon dan Blora.

Tercatat, PDAM Tirta Amerta Blora menghentikan operasionalnya ke 12.000 rumah sejak Selasa (26/11/2019).

"Berbagai cara sudah kami upayakan, mulai metode lumpur sampai bahan kimia, tetap tidak bisa. Jadi solusi terbaik ya kami hentikan operasionalnya," kata Yan.

Menurut Yan, pencemaran Sungai Bengawan Solo yang terjadi saat ini paling parah dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir.

Baca juga: Hasil Investigasi Pencemaran Bengawan Solo, Industri Besar Diduga Terlibat

Sebab, sebelumnya belum pernah terjadi pencemaran dengan kepekatan yang berat.

Yan mengaku sudah kewalahan dengan kondisi pencemaran Sungai Bengawan Solo kali ini. Ia berharap ada solusi yang terbaik dari pemerintah untuk mengatasinya.

"Sebelum-sebelumnya biasa saja tak sampai seperti ini. Kami sudah koordinasi dengan DLH Blora, Pemkab Blora dan pengelola Bengawan Solo, tapi masih belum bisa diatasi. Kami berharap ada solusi permanen demi kebaikan bersama," ujar dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X