Menguak "Human Trafficking" di NTT: Berkedok Uang Sirih Pinang, Incar Anak Keluarga Miskin

Kompas.com - 27/11/2019, 10:10 WIB
Ilustrasi korban perdagangan manusia. THINKSTOCKPHOTOSIlustrasi korban perdagangan manusia.

Soe dijuluki kota dingin, karena cuacanya lebih dingin ketimbang ibu kota kabupaten lainnya di Pulau Timor.

Usai duduk ngobrol, kami langsung bergerak ke lokasi pertama yakni di Desa Fatukoko, Kecamatan Mollo Barat, yang berjarak sekitar 24 kilometer arah selatan Kota Soe.

Jalan ke Desa Fatukoko memang mulus, karena melintasi jalan negara Trans Timor.

Namun, sekitar empat kilometer jalan masuk ke Desa Fatukoko, belum beraspal dan rusak parah, sehingga kami memutuskan untuk mengendarai dua sepeda motor sambil berboncengan.

Butuh tenaga ekstra untuk sampai ke desa itu, karena harus melintasi dua sungai kering dan jalan terjal berlubang dan penuh bebatuan besar berserakan di sepanjang jalan.

Bahkan, jelang 100 meter hendak masuk ke Kampung Fatukoko, sebatang pohon kelapa kering dengan panjang empat meter melintang menutup jalan.

Praktis tak ada jalan alternatif. Kami berempat dengan sekuat tenaga lalu memindahkan batang pohon kelapa untuk melanjutkan perjalanan.

Tiba di Desa Fatukoko, kami langsung menuju rumah seorang warga yang bernama Agustina Naku.

Kami disambut ramah oleh Agustina dan beberapa orang kerabatnya. Mereka ramai-ramai menyampaikan keluhan soal beberapa anak mereka yang hilang tanpa kabar hingga hari ini, akibat menjadi korban perdagangan manusia.

Baca juga: Polda NTT Bantah Anggotanya Disandera Suku Tukan di Flores

Uang sirih pinang

Sejumlah anak asal Desa Fatukoko yang menghilang tanpa kabar, di antaranya Metilia Usboko, Marselia Nenobota, Amelinda Takentanu dan Silvina Usboko.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X