Duduk Perkara Mal di Kota Malang Imbau Karyawan Tak Pakai Atribut Natal, Pernah di "Sweeping"

Kompas.com - 27/11/2019, 10:00 WIB
Suasana di Mall Olympic Garden (MOG) di Kota Malang, Selasa (26/11/2019). KOMPAS.COM/ANDI HARTIKSuasana di Mall Olympic Garden (MOG) di Kota Malang, Selasa (26/11/2019).

KOMPAS.com - Senin (25/11/2019), pengelola Mall Olympic Garden (MOG) di Kota Malang, Jawa Timur, mengeluarkan surat edaran kepada seluruh tenant yang berisi imbauan untuk tidak memakai atribut Natal.

Alasannya, hal itu untuk mengantisipasi kemungkinan adanya aksi sweeping dari kelompok tertentu.

Sehari surat itu diedarkan, kemudian menjadi viral di media sosial.

Tenant Relation Mal MOG Peptina Magdalena mengatakan, surat edaran itu hanya bersifat imbauan dan bukan larangan.

Dijelaskannya, yang diimbau untuk tidak digunakan adalah atribut yang melekat pada tubuh karyawan. Adapun, untuk hiasan Natal tetap diperbolehkan.

"Di situ kami jelaskan, kami mengimbau kepada pemilik agar karyawannya tidak menggunakan atribut Natal. Jadi saya garis bawahi ini adalah mengimbau, jadi bukan melarang. Ini atribut bukan hiasan. Atribut yang melekat di badan," kata Peptina saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (26/11/2019).

Baca juga: Mal di Kota Malang Imbau Karyawan Tidak Pakai Atribut Natal

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 

Pengelola MOG ralat surat edaran

Setelah viral, pengelola MOG meralat surat edaran yang ditujukan kepada penyewa di pusat perbelanjaan itu diganti dengan kepada tenant atau pemilik toko untuk tidak memaksa karyawannya memakai atribut natal.

Ralat itu dikeluarkan melalui surat edaran nomor 10/HRD/MOG/XI/2019 yang berisi tentang klarifikasi.

"Surat tersebut bermaksud mengimbau pemilik atau penyewa unit untuk tidak memaksakan karyawannya untuk mengenakan atribut Natal yang mana mungkin tidak sesuai dengan ajaran agama karyawannya," katanya Selasa.

Surat edaran berisi imbauan untuk tidak memakai atribut Natal itu, sambungnya, untuk menghormati kerukunan antar umat beragama di pusat perbelanjaan itu.

"Adapun surat imbauan itu dibuat dengan tujuan menjunjung penghormatan dan toleransi antar-agama," katanya.

Baca juga: Pengelola Mal Angkat Bicara soal Imbauan Tak Pakai Atribut Natal

 

 

Pernah di sweeping

Tenant Relation Mal Malang Olimpyc Garden (MOG) Kota Malang, Peptina Magdalena di ruang kerjanya, Selasa (26/11/2019).KOMPAS.COM/ANDI HARTIK Tenant Relation Mal Malang Olimpyc Garden (MOG) Kota Malang, Peptina Magdalena di ruang kerjanya, Selasa (26/11/2019).

Peptina mengatakan, bukan tanpa alasan jika pihaknya mengeluarkan surat imbaun tersebut. Sambungnya, hal itu berdasarkan pengalaman MOG yang pernah di-sweeping oleh kelompok tertentu.

"Dulu pernah ada satu dua dan toko yang pakai. Cuma waktu itu ada massa sweeping dan segala macam, pernah didatangi dari organisasi tertentu. Kita mikir, akhirnya pada waktu itu, oleh instansi terkait pun supaya tidak ada hal-hal yang mengkhawatirkan, tolong tidak menggunakan atribut," katanya.

Lanjutnya, imbauan untuk tidak mengenakan atribut itu pun rutin dikeluarkan pihaknya sejak empat tahun yang lalu.

Sebelum ada surat imbauan tersebut, sejumlah karyawan toko atau stan di pusat perbelanjaan itu mengenakan atribut Natal.

Namun, setelah ada surat imbauan tersebut, tidak ada lagi karyawan yang mengenakannya.

"Kami proaktif saja. Sebenarnya tidak ada maksud dan tendensi lain," katanya.

Baca juga: Ini Alasan Mal di Kota Malang Imbau Karyawan Tak Pakai Atribut Natal

 

Tanggapan Wali Kota Malang

Wali Kota Malang SutiajiKOMPAS.COM/ANDI HARTIK Wali Kota Malang Sutiaji

Menanggapi surat edaran oleh pengelola MOG yang berisi imbauan untuk tidak memakai atribut Natal menghadapi Perayaan Natal 2019.

Wali Kota Malang Sutiaji memastikan, kerukunan antar umat beragama di Kota Malang tetap terjaga.

"Kita jamin, selama ini kehidupan antar umat beragama rukun. Di Kota Malang itu, nomor satu kerukunan antar umat beragama," katanya saat diwawancara di Balai Kota Malang, Selasa (26/11/2019).

Sutiaji lantas membantah tentang adanya sweeping di Kota Malang. Menurutnya, kerukunan antar umat beragama di Kota Malang terpelihara dengan baik sehingga tidak pernah ada sweeping.

"Selama ini apakah pernah ada sweeping. Dibantah oleh Wali Kota, tidak pernah ada sweeping," katanya.

Baca juga: Imbauan Tidak Memakai Atribut Natal di Mal, Ini Kata Wali Kota Malang

 

(Penulis: Kontributor Malang, Andi Hardik, | Editor: Abba Gabrillin, Khairina, Robertus Belarminus)



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Regional
Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Regional
Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X