Keluhan Pengusaha Tahu jika Tak Pakai Limbah Plastik untuk Produksi

Kompas.com - 27/11/2019, 06:54 WIB
Dua orang pekerja sedang menggoreng tahu menggunakan limbah plastik impor dan oli bekas untuk perapian di salah satu pabrik penggorengan tahu di Desa Tropodo, Kecamatan Krian, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (26/11/2019). KOMPAS.COM/GHINAN SALMANDua orang pekerja sedang menggoreng tahu menggunakan limbah plastik impor dan oli bekas untuk perapian di salah satu pabrik penggorengan tahu di Desa Tropodo, Kecamatan Krian, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (26/11/2019).

SIDOARJO, KOMPAS.com - Puluhan pengusaha tahu di sentra industri Desa Tropodo, Kecamatan Krian, Sidoarjo, Jawa Timur, berjanji tak akan lagi menggunakan limbah plastik impor sebagai bahan bakar pembuatan dan penggorengan tahu.

Kendati demikian, mereka tak sepenuhnya sepakat dengan bahan bakar pengganti berupa wood pellet atau pelet kayu yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.

Salah satu pemilik pabrik tahu di Desa Tropodo, Gufron (52) mengatakan, ongkos yang harus dikeluarkan untuk membeli bahan bakar pengganti berupa pelet kayu dinilai terlalu mahal.

Selain itu, bahan bakar alternatif tersebut sulit didapatkan dan tidak mengeluarkan panas yang stabil.


"Menurut saya bahan bakar pengganti ini bukan solusi. Karena proses pemanasan tahu ini membutuhkan panas yang tinggi," kata Gufron.

Baca juga: Limbah Plastik untuk Bahan Bakar Pabrik Tahu Sudah Berlangsung 20 Tahun

"Kalau sampah plastik lebih murah, lebih cepat panas, lebih kuat dan lebih lama habis," ujar dia.

Menurut Gufron, limbah plastik yang dibeli dari perusahaan kertas dijual seharga Rp 200.000 per truk. Biasanya, limbah plastik itu bisa digunakan selama empat hari untuk memproduksi tahu.

Apabila harus beralih menggunakan bahan bakar alternatif, ia ingin menggunakan kayu bakar sebagai pengganti limbah plastik impor.

Namun, ia meminta agar Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memberikan bantuan berupa mesin ketel.

"Sebenarnya memang lebih enak pakai kayu bakar. Tapi mesin ketel harus diganti. Harga ketel ada yang Rp 65 juta, Rp 80 juta, tergantung kualitas. Bahkan ada yang sampai Rp 200 juta," ujar dia.

Pengusaha tahu lainnya, Lukman (54) memiliki pendapat yang sama.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rampok Ponsel Pacarnya, Seorang Pelajar di Bima Ditangkap Polisi

Rampok Ponsel Pacarnya, Seorang Pelajar di Bima Ditangkap Polisi

Regional
Macan Tutul Mati di Pati Diduga Akibat Pertarungan Berebut Teritori

Macan Tutul Mati di Pati Diduga Akibat Pertarungan Berebut Teritori

Regional
Mengintip Strategi Milenial Membeli Rumah di Era Digital

Mengintip Strategi Milenial Membeli Rumah di Era Digital

Regional
Detik-detik Banjir Bandang Sapu Siswa Peserta Susur Sungai di Sleman

Detik-detik Banjir Bandang Sapu Siswa Peserta Susur Sungai di Sleman

Regional
Warga kepada Jokowi: Kalau Sudah Dapat SK, Kenapa Alat Berat Masih Ada di Lahan Kami?

Warga kepada Jokowi: Kalau Sudah Dapat SK, Kenapa Alat Berat Masih Ada di Lahan Kami?

Regional
Kisah Heroik 2 Siswa Selamatkan Rekannya Saat Susur Sungai, Bakir Lempar Akar dan Danu Lompat ke Sungai

Kisah Heroik 2 Siswa Selamatkan Rekannya Saat Susur Sungai, Bakir Lempar Akar dan Danu Lompat ke Sungai

Regional
Pakar: Susur Sungai Tidak untuk Anak dan Remaja, Apalagi Musim Hujan

Pakar: Susur Sungai Tidak untuk Anak dan Remaja, Apalagi Musim Hujan

Regional
Suami Istri Sekap Siswi SMP dan Paksa Threesome, Dipaksa Suntik KB hingga Janji Beri Rp 5 Juta

Suami Istri Sekap Siswi SMP dan Paksa Threesome, Dipaksa Suntik KB hingga Janji Beri Rp 5 Juta

Regional
Saat Tiga Kurir Ganja 231 Kg Tertunduk Dengar Tuntutan Hukuman Mati..

Saat Tiga Kurir Ganja 231 Kg Tertunduk Dengar Tuntutan Hukuman Mati..

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pengakuan Napi Teroris Tolak Dibaiat ISIS | Susur Sungai, Siswa SMPN di Sleman Terseret Arus

[POPULER NUSANTARA] Pengakuan Napi Teroris Tolak Dibaiat ISIS | Susur Sungai, Siswa SMPN di Sleman Terseret Arus

Regional
'Mereka Menuduh Kami Lebih Kafir dari Polisi', Kata Adik Trio Bom Bali I Soal Perangnya Melawan Radikalisasi

'Mereka Menuduh Kami Lebih Kafir dari Polisi', Kata Adik Trio Bom Bali I Soal Perangnya Melawan Radikalisasi

Regional
Temui Ortu Korban Susur Sungai, Sultan HB X Sampaikan Pesan

Temui Ortu Korban Susur Sungai, Sultan HB X Sampaikan Pesan

Regional
Empat Siswa SMPN 1 Turi Sleman yang Ikut Susur Sungai Belum Ditemukan

Empat Siswa SMPN 1 Turi Sleman yang Ikut Susur Sungai Belum Ditemukan

Regional
Kesaksian Salma, Siswa SMPN 1 Turi yang Selamat Susur Sungai, Arus Deras Tiba-tiba Datang

Kesaksian Salma, Siswa SMPN 1 Turi yang Selamat Susur Sungai, Arus Deras Tiba-tiba Datang

Regional
Tak Kunjung Ada Kabar, Ibu Siswi SMPN 1 Turi: Saya Mohon Doanya

Tak Kunjung Ada Kabar, Ibu Siswi SMPN 1 Turi: Saya Mohon Doanya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X