Korban Banjir dan Longsor Solok Selatan Mulai Terserang Penyakit

Kompas.com - 26/11/2019, 20:51 WIB
Korban banjir dan longsor di Solok Selatan mulai diserang penyakit. Terlihat petugas medis memeriksa korban di posko pengungsian, Selasa (26/11/2019) Dok: Dinkes Solok SelatanKorban banjir dan longsor di Solok Selatan mulai diserang penyakit. Terlihat petugas medis memeriksa korban di posko pengungsian, Selasa (26/11/2019)

PADANG, KOMPAS.com - Korban banjir dan longsor di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), mulai terserang penyakit seperti Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA), demam, batuk, penyakit kulit dan diare.

Empat puskesmas di daerah bencana disiagakan selama 24 jam.

Bahkan 10 petugas kesehatan standby di dua lokasi pengungsian.

"Selama masa tanggap darurat, empat puskesmas di daerah bencana disiagakan. Kita berikan pelayanan kepada korban secara gratis," kata Kepala Dinas Kesehatan Solok Selatan Novirman kepada Kompas.com, Selasa (26/11/2019).

Baca juga: Evakuasi Korban Banjir, Basarnas dan Polisi Bergantian Gendong Kakek Sejauh 2 Km

Novirman mengatakan berdasarkan data dari empat puskesmas yang disiagakan, terdapat lonjakan korban bencana sejak mulai masa tanggap darurat.

"Selama 23-25 November total 99 korban berobat dengan jenis penyakit mulai diare, kulit, ISPA, batuk dan demam," kata dia.

Sementara untuk di posko pengungsian di Balai Adat Nagari Pakaan Rabaa Timur dan Simpang Salak, Dinas Kesehatan telah menyiagakan 10 petugas mulai dokter, bidan, hingga tenaga sanitarian.

"Di posko pengungsian ada sekitar 330 warga. Kita siagakan petugas sebanyak 10 orang," jelasnya.

Baca juga: BNPB: 340 Orang Mengungsi Akibat Banjir di Solok Selatan, Sumbar

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, akhirnya menetapkan status tanggap darurat akibat bencana banjir selama 14 hari, terhitung mulai Jumat (22/11/2019).

Dampak banjir yang diakibatkan cukup parah.

Dari data Sabtu (23/11/2019) siang, tercatat ada empat kecamatan yang terdampaj yakni Koto Parik Gadang Diateh, Sungai Pagu dan Sangir, Pauh Duo.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 November 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 November 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 27 November 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 27 November 2020

Regional
Sejumlah Pejabat Jalani Swab Tes Usai Walkot Samarinda Positif Covid-19, Semua Negatif

Sejumlah Pejabat Jalani Swab Tes Usai Walkot Samarinda Positif Covid-19, Semua Negatif

Regional
Polisi Tangkap Warga Kota Palopo Penjual Tramadol di E-Commerce

Polisi Tangkap Warga Kota Palopo Penjual Tramadol di E-Commerce

Regional
Cerita dari Warga Suku Togutil yang Mendapat Manfaat dari BPJS Kesehatan

Cerita dari Warga Suku Togutil yang Mendapat Manfaat dari BPJS Kesehatan

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 27 November 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 27 November 2020

Regional
Saat Zulkifli Hasan dan Putra Amien Rais Terjun ke Solo untuk Menangkan Gibran

Saat Zulkifli Hasan dan Putra Amien Rais Terjun ke Solo untuk Menangkan Gibran

Regional
3 Anak yang Hilang Secara Misterius Diduga Diculik, Polisi Bentuk Tim Gabungan

3 Anak yang Hilang Secara Misterius Diduga Diculik, Polisi Bentuk Tim Gabungan

Regional
Antisipasi Kerumunan Wisatawan Saat Libur Akhir Tahun, Ini Kata Kapolda Bali

Antisipasi Kerumunan Wisatawan Saat Libur Akhir Tahun, Ini Kata Kapolda Bali

Regional
'Pelaku Berjalan Keliling Rumah Sakit dan Ambil Ponsel Milik Penunggu Pasien'

"Pelaku Berjalan Keliling Rumah Sakit dan Ambil Ponsel Milik Penunggu Pasien"

Regional
Alasan Polisi Belum Tahan Terduga Pelaku Pencabulan 3 Anak di Rumah Kosong

Alasan Polisi Belum Tahan Terduga Pelaku Pencabulan 3 Anak di Rumah Kosong

Regional
Sudah Sebulan Lebih, 3 Anak yang Hilang Misterius Belum Ditemukan, Ini Dugaannya

Sudah Sebulan Lebih, 3 Anak yang Hilang Misterius Belum Ditemukan, Ini Dugaannya

Regional
Bawa Pasien Covid-19, Ambulans di Banyuwangi Tabrak Pengendara Motor, Korban Anggota Polisi

Bawa Pasien Covid-19, Ambulans di Banyuwangi Tabrak Pengendara Motor, Korban Anggota Polisi

Regional
Gunung Ile Lewotowok Meletus, Ada Gempa Vulkanik Dalam

Gunung Ile Lewotowok Meletus, Ada Gempa Vulkanik Dalam

Regional
Menristek Sebut Butuh 360 Juta Dosis Vaksin untuk Capai 'Herd Immunity' Covid-19

Menristek Sebut Butuh 360 Juta Dosis Vaksin untuk Capai "Herd Immunity" Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X