Buku Biru Diduga Catatan Suap Bupati Muara Enim "Dipamerkan" Jaksa

Kompas.com - 26/11/2019, 19:47 WIB
Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK Roy Riadi menunjukkan buku biru dalam sidang suap Bupati Muara Enim yang berlangsung di Pengadilan Negeri Kelas 1A Palembang, Selasa (26/11/2019). KOMPAS.COM/AJI YULIANTO KASRIADI PUTRAJaksa Penuntut Umum (JPU) KPK Roy Riadi menunjukkan buku biru dalam sidang suap Bupati Muara Enim yang berlangsung di Pengadilan Negeri Kelas 1A Palembang, Selasa (26/11/2019).

PALEMBANG, KOMPAS.com- Satu buku bewarna biru yang menjadi catatan pengeluaran Robi Okta Fahlevi, terdakwa kasus suap Bupati Muara Enim Ahmad Yani dipamerkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK dalam sidang kedua yang berlangsung di Pengadilan Negeri Kelas 1 A Palembang, Selasa (26/11/2019).

Buku tersebut diketahui merupakan catatan pengeluaran Robi untuk sejumlah pihak dalam kasus suap proyek pembangunan jalan, termasuk Bupati Muara Enim, Ketua DPRD Muara Enim serta pejabat yang lain.

Jaksa KPK Roy Riadi mengatakan, buku tersebut dikelola oleh Jennifer Capriati yang merupakan pegawai PT Indo Paser milik terdakwa Robi.

Setiap pengeluaran terdakwa akan dicatat oleh Jennifer.

Baca juga: Penyuap Bupati Muara Enim Sebut Ajudan Minta Uang untuk Lahiran dan Beli Mobil

Bahkan, di buku itu ada beberapa nama yang disamarkan oleh Robi. Seperti, Bupati Muara Enim yang dicatat bernama Omar, Om Yas untuk Aries HB (Ketua DPRD Muara Enim), Haji Onok atau Jionok untuk Ilham Sudiono (Ketua Pokja IV Dinas PUPR Muara Enim), dan Alvin, panggilan Elfin (Kabid Pembangunan Jalan sekaligus PPK Dinas PUPR Muara Enim).

"Dalam catatan yang dikelola oleh Jennifer Capriati, pegawai PT Indo Paser Beton tersebut, nama-nama sejumlah pejabat yang diduga menerima aliran dana suap dituliskan menggunakan nama samaran," kata Roy.

Jaksa pun menampilkan gambar berisi catatan itu menggunakan proyektor, terlihat Bupati Muara Enim yang ditulis Omar mendapatkan aliran dana Rp 3 miliar pada (7/1/2019) melalui Alvin. Kemudian, pada (2/5/2019) diberikan mobil jenis Lexus Rp1,15 miliar. 

Lalu, pada bulan April, tanpa tanggal jelas kembali dana dikeluarkan Rp 5 miliar untuk Alvin serta Rp 1 miliar pada tanggal 2 Mei 2019.

"Di lembaran lain, juga ada catatan untuk Bapak Haji Onok sebesar Rp 600 juta. Pada (17/5/2019) Rp 150 juta, Rp 500 juta tanpa tanggal yang jelas dan Rp 250 juta pada (12/8)," jelas jaksa.

Baca juga: Sidang Suap Bupati Muara Enim, Jaksa KPK Hadirkan 9 Saksi

Usai menunjukkan buku tersebut, Jaksa menanyakan kepada Jennifer perihal catatan tersebut. Namun, Jennifer hanya mengaku tidak tahu.

“Anda jangan bilang tidak tahu terus, ini buku yang catat anda. Anda yang berkuasa atas buku ini,” tegas Roy.

Sementara itu, Jennifer mengaku ia membuat dua rekening di dua bank, yakni Bank Sumsel Babel dan Bank Mandiri yang semuanya atas perintah Robi.

"Saya lupa berapa kali menarik uang di rekening itu. Saya catat di buku berdasarkan omongan Pak Robi saja. Saya tidak tahu siapa saja orang dicatatan buku itu,"ucap Jennifer.

 

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Positif Covid-19 Setelah Pulang Takziah dari Jakarta, Guru TK Sempat ke Sekolah

Positif Covid-19 Setelah Pulang Takziah dari Jakarta, Guru TK Sempat ke Sekolah

Regional
Angka Covid-19 Jateng Tertinggi Nasional, Ganjar: Itu Karena Satgas Pusat Telat Input Data

Angka Covid-19 Jateng Tertinggi Nasional, Ganjar: Itu Karena Satgas Pusat Telat Input Data

Regional
Pemprov Jatim Siapkan 3 Jalan Penghubung dari Tol Trans Jawa ke Jalur Lintas Selatan

Pemprov Jatim Siapkan 3 Jalan Penghubung dari Tol Trans Jawa ke Jalur Lintas Selatan

Regional
Dua Pegawai KAI Positif Covid-19, Salah Satunya Masinis

Dua Pegawai KAI Positif Covid-19, Salah Satunya Masinis

Regional
3 Guru dan 2 Murid di Yogyakarta Positif Covid-19, Diduga Tertular di Sekolah

3 Guru dan 2 Murid di Yogyakarta Positif Covid-19, Diduga Tertular di Sekolah

Regional
Pemkot Probolinggo: Pesan Berantai Wakil Wali Kota Meninggal Hoaks

Pemkot Probolinggo: Pesan Berantai Wakil Wali Kota Meninggal Hoaks

Regional
Gara-gara Menangis Ditinggal Masak Ibunya, Bocah 2 Tahun Dianiaya Ayah hingga Tangannya Patah

Gara-gara Menangis Ditinggal Masak Ibunya, Bocah 2 Tahun Dianiaya Ayah hingga Tangannya Patah

Regional
Libur Panjang Akhir Oktober Dituding Jadi Penyebab Lonjakan Kasus Covid-19 di Jateng

Libur Panjang Akhir Oktober Dituding Jadi Penyebab Lonjakan Kasus Covid-19 di Jateng

Regional
Gigi Bangkai Paus yang Terdampar di Bali Hilang, KKP: Seluruh Tubuh Paus Tak Boleh Dimanfaatkan

Gigi Bangkai Paus yang Terdampar di Bali Hilang, KKP: Seluruh Tubuh Paus Tak Boleh Dimanfaatkan

Regional
Ketua FPI Pekanbaru dan Satu Anggotanya Diperiksa Polisi, Ini Penyebabnya

Ketua FPI Pekanbaru dan Satu Anggotanya Diperiksa Polisi, Ini Penyebabnya

Regional
UMK 2021 Kepri Ditetapkan, Tertinggi di Batam, Terendah di Tanjungpinang

UMK 2021 Kepri Ditetapkan, Tertinggi di Batam, Terendah di Tanjungpinang

Regional
Usai Acara Tur ke Bromo, 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19

Usai Acara Tur ke Bromo, 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19

Regional
KPK Ajukan 600 Izin Penyadapan, buat Pantau Pilkada hingga Anggaran Covid-19

KPK Ajukan 600 Izin Penyadapan, buat Pantau Pilkada hingga Anggaran Covid-19

Regional
Dipanggil Polda Jabar soal Rizieq Shihab, Bupati Bogor Ade Yasin: Saya Sakit...

Dipanggil Polda Jabar soal Rizieq Shihab, Bupati Bogor Ade Yasin: Saya Sakit...

Regional
Dinkes Salatiga Sebut Penambahan Kasus Covid-19 karena Gencar Tracing Kontak

Dinkes Salatiga Sebut Penambahan Kasus Covid-19 karena Gencar Tracing Kontak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X