Kompas.com - 25/11/2019, 21:25 WIB
Arifin Guru SMA 2 Wonosari, Gunungkidul, Saat ditemui di Sekolahnya Senin (25/11/2019) KOMPAS.COM/MARKUS YUWONOArifin Guru SMA 2 Wonosari, Gunungkidul, Saat ditemui di Sekolahnya Senin (25/11/2019)

Nalarku sendiri adalah model pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan moral reasoning anak.

Moral reasoning ini sebuah analisis sebelum anak melakukan tindakan negatif, yang berawal dari munculnya permasalahan remaja di Gunungkidul.

Ide membuat model pembelajan tersebut awalnya dari keresahan dirinya melihat angka dispensasi menikah di Gunungkidul yang menurutnya cukup tinggi. 

Data dari pengadilan agama pada tahun 2018 lalu pernikahan dini di Gunungkidul ada sebanyak 79 anak itu di usia SMP hingga SMA.

"Nalarku sebenarnya menitikberatkan pada moral reasoning pada anak, maksudnya jadi anak akan berpikir dua kali ketika akan melakukan hal-hal negatif. Moral reasoning ini lah yang masih kurang di anak-anak Gunungkidul," ucapnya.

Baca juga: Kisah Sri dan Budi, Guru SLB Puluhan Tahun Mengajar Siswa Disabilitas

Meski Nalarku lahir dari dirinya yang mengampu pelajaran Agama Islam, tetapi bisa diterapkan bagi agama lain, dan mata pelajaran yang lain.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jadi murid diajarkan atau lebih diperkenalkan kepada budaya lokal, seperti bahwa budaya lokal kita masih menghargai sebuah keperawanan sehingga harus dijaga hingga nanti menikah," katanya. 

Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi berharap guru seharusnya tidak terjebak dalam rutinitas dan bisa membuat sebuah inovasi kecil.

Sehingga, bisa meningkatkan kinerja dan memberikan output yang maksimal bagi anak didiknya. Menurut dia, pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan membawa harapan baru. 

"Saya tahu tadi para guru bertepuk tangan bukannya karena menyambut saya tetapi menyambut isi dari pidato yang saya bacakan," ujarnya.

"Formatnya seperti surat, jadi saya bacakan seperti saya membaca surat. Ini menurut saya format tersebut memiliki maksud tersendiri, yaitu mengingatkan kita agar tidak terjebak dalam rutinitas. Tekanan penting dari surat Mendikbud adalah bebaskan guru untuk melakukan kreasi " katanya.

Immawan menilai, seseorang yang membuat inovasi pasti memiliki keberanian yang lebih dibandingkan orang yang tidak melakukan inovasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Regional
Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Regional
Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Regional
Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.