Patung Pertama BJ Habibie di Gorontalo Diresmikan, Dibuat 2 Seniman Yogyakarta

Kompas.com - 25/11/2019, 18:31 WIB
Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie dan istri didampingi Ilham Habibie berpose di patung Presiden ketiga RI, BJ Habibie yang baru diresmikan, Senin (25/11/2019). KOMPAS.COM/SALMANGubernur Gorontalo, Rusli Habibie dan istri didampingi Ilham Habibie berpose di patung Presiden ketiga RI, BJ Habibie yang baru diresmikan, Senin (25/11/2019).

GORONTALO, KOMPAS.com – Ilham Habibie, putra Presiden ketiga RI, BJ Habibie, meresmikan patung ayahnya di Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, Senin (25/11/2019).

Peresmian ditandai dengan pemasangan prasasti yang telah ditandatangani dua putra Habibie yakni Ilham Habibie dan Thareq Kemal Habibie.

Selain dihadiri Ilham, peresmian patung juga dihadiri oleh dua saudari kandung BJ Habibie, Alweni Kalsum Habibie dan Yayu Modar Habibie, serta kakak iparnya, Sri Sudarsono.

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie bersama istri Idah Syahidah juga turut mendampingi.

“Sebelum beliau meninggal, beliau sangat setuju dan senang saya akan ke Gorontalo untuk meresmikan patung. Allah berkehendak lain, Allah lebih sayang beliau dan beliau menghembuskan napas terakhir di RSPAD. Oleh karena itu, putra tertua beliau, Pak Ilham Habibie yang akan meresmikan,” tutur Gubernur gorontalo, Rusli Habibie yang juga kerabat dekat almarhum.

Baca juga: Upaya Menyandingkan Habibie Award Jadi Sekelas Nobel

Lebih lanjut Rusli menjelaskan, pembuatan patung yang berlokasi di pintu masuk Bandara Djalaluddin ini, untuk memberikan penghormatan kepada Habibie.

Sebagai orang Gorontalo, BJ Habibie menjadi panutan bagi generasi yang akan datang.

“Beliau selalu mengatakan saya orang Gorontalo, tetapi belum ada satu monumen yang bisa kita ingat bahwa Presiden ke-3 yang diakui oleh dunia ilmunya berasal dari Gorontalo. Akhirnya saya, bupati, wali kota dan tokoh-tokoh adat membuat patung ini,” ujar Rusli.

Ilham atas nama keluarga besar mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada pemerintah dan masyarakat Gorontalo yang sudah mengabadikan sosok ayahnya dalam bentuk patung.

Ilham mengisahkan bagaimana ayahnya merintis industri pesawat terbang di tahun 1970-an.

Ketika itu, masyarakat Indonesia masih awam dan meragukan industri itu bisa berhasil. Masyarakat Indonesia masih fokus dalam pembangunan pertanian.

“Tapi kalau kita lihat saat ini, maka kita mengerti tanpa ada pesawat terbang Indonesia ini akan sulit kita kembangkan. Pesawat menjadi infrastruktur dasar dengan kondisi 5.100 km luasnya dan lebih dari 17.000 pulau,” ucapnya Ilham.

Patung yang terbuat dari perunggu itu sebetulnya sudah selesai dibangun awal tahun 2019 lalu dengan anggaran Rp 1,9 miliar dan tamannya senilai Rp 1,7 miliar.

Desain patung dirancang warga Gorontalo M Angga Restu Dinata dan dibuat oleh dua seniman Yogyakarta, Soewardi dan Lutse Morin.

Baca juga: Pasca-mangkat, BJ Habibie Dapat Gelar Adat Gorontalo Ta Lopo Lolade Tilango



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X