Kulon Progo Bakal Terapkan Denda hingga Penjara bagi Perokok di Kawasan Tanpa Rokok

Kompas.com - 22/11/2019, 20:56 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi

KULON PROGO, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mendorong penerapan sanksi badan bagi mereka yang kedapatan merokok di kawasan tanpa rokok (KTR). Sanksi bisa berupa denda hingga kurungan. 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kulon Progo, drg Baning Rahayujati MKes mengungkapkan, pemerintah masih menggodok rencana ini.

Ia mengungkapkan, penerapannya akan diuji coba. "Kapan waktunya masih dalam pembahasan. Paling cepat awal tahun depan," kata Baning, Jumat (22/11/2019).


Penerapan sanksi diawali operasi tangkap tangan pada siapa saja yang melakukan aktivitas terkait rokok di lokasi KTR.

Baca juga: Dukung Petani Tembakau, DPRD Jombang Tunda Pembahasan Regulasi Kawasan Tanpa Rokok 

Pemerintah mendasari aksi berdasar Peraturan Daerah Kulon Progo Nomor 5 Tahun 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok.

Pelaksanaannya diatur lewat Peraturan Bupati Kulon Progo Nomor 3 Tahun 2015. Perda KTR juga mengatur sanksi bagi pelanggarnya.

Salah satunya seperti terdapat dalam Pasal 23 Perda KTR yang mengatur setiap orang yang merokok di KTR dikenai denda Rp 50.000 atau ancaman kurungan 7 hari.

Baning mengungkapkan, Dinkes dan instansi terkait masih membahas aturan dan teknis pelaksanaan.

"Ketahuan merokok di kawasan merokok kena, menjual kena, memproduksi, merokok di angkot kena," kata Baning.

Dinkes niat terus mendorong pemenuhan Perda KTR bagi Kulon Progo.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X