Lapak Digusur, Pedagang Eks Pasar Induk Jodoh: Kami Minta Direlokasi

Kompas.com - 22/11/2019, 14:32 WIB
Ratusan pedagang pasar induk jodoh membongkar paksa pagar yang berdiri di atas lahan 0,57 hektar. Lahan tersebut tepat berada di samping bangunan pasar induk jodoh. KOMPAS.COM/HADI MAULANARatusan pedagang pasar induk jodoh membongkar paksa pagar yang berdiri di atas lahan 0,57 hektar. Lahan tersebut tepat berada di samping bangunan pasar induk jodoh.

BATAM, KOMPAS.com - Pedagang eks Pasar Induk Jodoh, Batam, Kepulauan Riau kembali menggelar aksi di lokasi penggusuran, Jumat (22/11/2019).

Perwakilan pedagang Pasar Induk Jodoh, Agung Wijaya mengatakan kedatangannya kali ini hanya meminta kepada pemerintah agar segera menyiapkan tempat berjualan.

Padahal, kata dia, Komisi I DPRD Kota Batam memperbolehkan mereka untuk menggunakan lokasi samping Pasar Induk Jodoh untuk tempat berjualan.

Bahkan, pembukaan pagar di lokasi itu telah mendapat izin dari Dinas Perindustrian dan Pardagangan (Disperindag) Batam, dengan catatan dipergunakan hingga proses revitalisasi pasar selesai.

"Hearing pertama, Jumat 8 November lalu sudah disepakati bahwa kita (pedagang) bisa membuka pagar, tapi kenapa sampai saat ini kami masih dilarang-larang," kata Agung.

Baca juga: Tolak Relokasi Pasar, Tiga Pedagang di Bengkulu Masuk Bui

Agung mengancam bakal menggelar unjuk rasa dalam jumlah besar, jika pedagang belum mendapatkan kejelasan terkait tempat relokasi untuk berjualan.

"Kami hanya meminta lokasi di samping pasar bisa digunakan berdagang. Seharusnya pedagang yang telah digusur langsung mendapatkan tempat relokasi. Jangan kita dibiarkan seperti ini," cetusnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Batam Amsakar Ahmad mengatakan sampai saat ini dirinya masih melakukan koordinasi dengan pihak terkait.

"Kami masih melakukan pendataan, karena belum dapat jumlah pasti pedagang yang berhak mendapatkan lapak baru," ujarnya.

Kendati demikian, kata dia, pihaknya sudah memenuhi sebagian tuntutan yang diajukan para pedagang.

"Mereka meminta lahan untuk lokasi bongkar muat kontainer sudah kami sediakan. Lalu, lokasi untuk berjualan supaya tidak dipungut biaya," ujarnya.

Baca juga: Pemkot Bandung Bakal Cari Lokasi untuk Relokasi Pedagang Pasar Kosambi

Amsakar berharap perwakilan pedagang eks Pasar Induk Jodoh mendata jumlah rekannya yang menjadi korban penggusuran.

 

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Belum Dapat Bantuan, Warga Kampar Arungi Banjir untuk Pergi Beli Makanan

Belum Dapat Bantuan, Warga Kampar Arungi Banjir untuk Pergi Beli Makanan

Regional
Skywalker Via Ferrata Mount Parang Angkat Bicara Soal Kecelakaan yang Tewaskan AKPB Andi Nurwandy

Skywalker Via Ferrata Mount Parang Angkat Bicara Soal Kecelakaan yang Tewaskan AKPB Andi Nurwandy

Regional
Tiga Hari Terombang-Ambing di Laut, KM Lady Nathalia Berhasil di Temukan

Tiga Hari Terombang-Ambing di Laut, KM Lady Nathalia Berhasil di Temukan

Regional
Bocah 10 Tahun Asal Bandung Tewas Tenggelam di Pemandian Darajat Pass

Bocah 10 Tahun Asal Bandung Tewas Tenggelam di Pemandian Darajat Pass

Regional
Tiga Bayi Orangutan Ditemukan dalam Kardus di Pekanbaru, Diserahkan ke BBKSDA Riau

Tiga Bayi Orangutan Ditemukan dalam Kardus di Pekanbaru, Diserahkan ke BBKSDA Riau

Regional
Bandara APT Pranoto Samarinda Kembali Operasi Senin, Tim Verifikasi Beri 2 Catatan

Bandara APT Pranoto Samarinda Kembali Operasi Senin, Tim Verifikasi Beri 2 Catatan

Regional
Pasutri Pemilik Biro Umrah Juga Pengelola Ponpes, Janjikan Umrah Gratis ke Puluhan Orang

Pasutri Pemilik Biro Umrah Juga Pengelola Ponpes, Janjikan Umrah Gratis ke Puluhan Orang

Regional
Tipu Ratusan Korban, Keberadaan Suami Istri Pengelola Biro Umrah di Banyumas Masih Misterius

Tipu Ratusan Korban, Keberadaan Suami Istri Pengelola Biro Umrah di Banyumas Masih Misterius

Regional
Bus Rombongan Peziarah Asal Bogor Terbakar di Jalur Cirebon-Ciamis

Bus Rombongan Peziarah Asal Bogor Terbakar di Jalur Cirebon-Ciamis

Regional
4 Fakta Banjir di Dharmasraya: Satu Tewas, Korban Menyelamatkan Diri di Atas Pohon

4 Fakta Banjir di Dharmasraya: Satu Tewas, Korban Menyelamatkan Diri di Atas Pohon

Regional
4 Kejadian Ambruknya Atap Sekolah di Berbagai Daerah: 2 Tewas, Siswa Terpaksa Belajar di Mushala

4 Kejadian Ambruknya Atap Sekolah di Berbagai Daerah: 2 Tewas, Siswa Terpaksa Belajar di Mushala

Regional
94 Warga Diduga Keracunan Makanan Usai Acara Muludan di Sukabumi

94 Warga Diduga Keracunan Makanan Usai Acara Muludan di Sukabumi

Regional
Fakta Baru Hilangnya Bocah di PAUD, Keluarga Temukan Kejanggalan

Fakta Baru Hilangnya Bocah di PAUD, Keluarga Temukan Kejanggalan

Regional
BMKG Selidiki Penyebab Gempa di Talaud

BMKG Selidiki Penyebab Gempa di Talaud

Regional
Jatuh dari Tebing, Jenazah AKBP Andi Nurwandi Dimakamkan Pagi Ini

Jatuh dari Tebing, Jenazah AKBP Andi Nurwandi Dimakamkan Pagi Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X