"Nelayan Jadi Gagah di Tengah-tengah Kapal Asing"

Kompas.com - 22/11/2019, 12:22 WIB
Ilustrasi kapal barang. SHUTTERSTOCKIlustrasi kapal barang.
Editor Rachmawati

Untuk itu, kementerian sedang memilah mana yang bisa diserahkan ke Kementerian Kesehatan dan diserahkan ke nelayan.

Baca juga: Ramai Soal Penenggelaman Kapal, Pro dan Kontra....

"Kalau ukurannya layak dipakai nelayan 30 GT atau 100 GT mereka bisa bikin kelompok atau koperasi."

Karenanya KKP, kata Miftah, akan mendampingi para nelayan tradisional mulai dari memberi pelatihan sampai permodalan. Kalau perlu menerjunkan pengawas perikanan demi mencegah kapal itu jatuh ke tangan mafia.

"Kita sudah bicara dengan BRI dan bank-bank lain, mereka siap bantu [modal]. Kita harus tingkatkan kelas nelayan Indonesia."

Baca juga: Edhy Prabowo Jawab Kekhawatiran Susi Soal Pemanfaatan Kapal Sitaan


'Tak mudah alihkan nelayan tradisional gunakan kapal besar'

Ketua Aliansi Nelayan Sumatera Utara, Sutrisno, menyebut bukan perkara gampang membuat para nelayan tradisional beralih ke kapal-kapal hasil sitaan dari kejahatan pencurian ikan.

Dia mengatakan kebanyakan nelayan tradisional di Indonesia terbiasa menggunakan kapal berkapasitas 3 Gross Ton (GT). Sementara kapal-kapal pencuri, kapasitasnya di atas 30 GT.

Sutrisno menyebut, setidaknya butuh waktu tiga sampai lima bulan untuk melatih nelayan. Hal lain, pemerintah harus mengucurkan modal besar karena sekali melaut, kapal sitaan itu menghabiskan Rp 200 juta untuk ongkos operasional.

"Makanya kalau dia [nelayan] bukan pengusaha, kapal yang diberikan pasti enggak akan bisa dioperasikan. Kalaupun koperasi, dalam bayangan pemerintah kayak apa? Kalau yang dikelola masyarakat belum bisa, kecuali yang dibuat pengusaha," tukasnya.

"Modal pun diberikan sampai betul-betul survive. Enggak bisa sekali."

Baca juga: Edhy Prabowo Jawab Kekhawatiran Susi Soal Pemanfaatan Kapal Sitaan


Melegalkan cantrang

Seorang nelayan memperbaiki jaring di kawasan dermaga Kampung Bahari Tambaklorok, Semarang, Jawa Tengah, Senin (18/11/2019). ANTARA FOTO/Aji Styawan Seorang nelayan memperbaiki jaring di kawasan dermaga Kampung Bahari Tambaklorok, Semarang, Jawa Tengah, Senin (18/11/2019).
Selain tak memprioritaskan penenggelaman kapal asing pencuri ikan, Menteri Edhy Prabowo juga akan melegalkan cantrang.

Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan, Miftah Sabri, menyebut keputusan soal itu akan dikeluarkan awal tahun depan.

"Jadi masih dikaji. Poinnya, cantrang akan diatur, tidak dilarang. Apakah diatur dengan dilarang di tempat tertentu atau dalam periode tertentu, atau metode tertentu. Itu belum final," imbuhnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terkena Jebakan Babi, Pemburu Burung di Sumsel Tewas Tersetrum

Terkena Jebakan Babi, Pemburu Burung di Sumsel Tewas Tersetrum

Regional
PVMBG Sebut Lokasi Longsor di Tol Cipularang KM 118 Dulunya Daerah Aliran Sungai

PVMBG Sebut Lokasi Longsor di Tol Cipularang KM 118 Dulunya Daerah Aliran Sungai

Regional
Sempat Tertimbun Longsor, Akses Jalan Geopark Cileteuh Kembali Dilintasi Kendaraan

Sempat Tertimbun Longsor, Akses Jalan Geopark Cileteuh Kembali Dilintasi Kendaraan

Regional
Inovatif, Aspal Jalan di Semarang Berbahan Baku Sampah Plastik Kresek

Inovatif, Aspal Jalan di Semarang Berbahan Baku Sampah Plastik Kresek

Regional
Hati-hati, Tol Cipularang KM 118 Berpotensi Longsor Kembali

Hati-hati, Tol Cipularang KM 118 Berpotensi Longsor Kembali

Regional
Rekomendasi PVMBG soal Longsor yang Mengancam Tol Cipularang KM 118

Rekomendasi PVMBG soal Longsor yang Mengancam Tol Cipularang KM 118

Regional
Cerita Milla, Mahasiswi Program Doktor yang Jalani Observasi di Natuna, Rindu Keluarga

Cerita Milla, Mahasiswi Program Doktor yang Jalani Observasi di Natuna, Rindu Keluarga

Regional
Matt Wright Pulang ke Australia, Buaya di Sungai Palu Masih Berkalung Ban

Matt Wright Pulang ke Australia, Buaya di Sungai Palu Masih Berkalung Ban

Regional
Seberangi Sungai Ciawi, Seorang Ibu Muda Tewas Terseret Banjir Bandang

Seberangi Sungai Ciawi, Seorang Ibu Muda Tewas Terseret Banjir Bandang

Regional
Bangunan SMP di Tasikmalaya Jebol, Kegiatan Belajar Siswa Tak Terganggu

Bangunan SMP di Tasikmalaya Jebol, Kegiatan Belajar Siswa Tak Terganggu

Regional
Ratusan ASN Diduga Sebarkan Konten Provokasi Lewat Medsos

Ratusan ASN Diduga Sebarkan Konten Provokasi Lewat Medsos

Regional
Ini Penyebab Longsor yang Mengancam Tol Cipularang KM 118

Ini Penyebab Longsor yang Mengancam Tol Cipularang KM 118

Regional
Banjir Surut, BPBD Tasikmalaya Imbau Warga Tetap Waspada

Banjir Surut, BPBD Tasikmalaya Imbau Warga Tetap Waspada

Regional
Ular Piton 4 Meter Diamankan Usai Menelan Ayam Milik Warga di Ngawi

Ular Piton 4 Meter Diamankan Usai Menelan Ayam Milik Warga di Ngawi

Regional
Ritual Usir Setan Berujung Maut, Ayah Tega Bunuh Anaknya yang Berusia 3 Tahun

Ritual Usir Setan Berujung Maut, Ayah Tega Bunuh Anaknya yang Berusia 3 Tahun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X