Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kasus Nenek Palsu di Surabaya Berujung Vonis 2 Tahun Penjara

Kompas.com - 22/11/2019, 12:04 WIB
Achmad Faizal,
Abba Gabrillin

Tim Redaksi

Kronologi kasus nenek palsu

Suharmanto dan Nurhayati disebut membantu Agustin Hasana yang merupakan cucu Ponimah.

Ketiganya bekerja sama menjualkan tanah milik Ponimah seluas 517 meter persegi di Kecamatan Sukomanunggal, Surabaya.

Tanah dijual kepada Sugi Wijaya senilai Rp 3,5 miliar.

Agustin saat itu membutuhkan uang, karena harus membayar utang di koperasi.

"Karena ingin dijual secara diam-diam, kedua pelaku mencari nenek yang mirip dengan Ponimah untuk bertransaksi di hadapan notaris. KTP Nenek Ponimah juga dipalsukan," kata jaksa Novan.

Suatu saat, Nenek Ponimah yang asli mengetahui tanahnya dijual tanpa sepengetahuannya.

Dia pun meminta transaksi dibatalkan.

Sementara, pihak pembeli merasa tertipu, karena sudah membayar Rp 2,6 miliar kepada penjual.

Pengacara terdakwa Nurhayati, Tio Mariana Sitanggang menilai, vonis untuk kliennya sangat berat.

Dia pun membantah semua dakwaan jaksa dan menegaskan terdakwa tidak ikut menikmati hasil praktik penipuan yang didakwakan jaksa.

Dia bahkan menunjukkan surat bermaterai dari terdakwa Suharmanto yang menyebutkan bahwa Nurhayati tidak terlibat dalam pemalsuan KTP Nenek Ponimah.

"Kalau fee yang didapat Nurhayati sebesar Rp 175 juta yang disebut jaksa, itu fee dari aset lainnya, bukan dari jual beli aset Nenek Ponimah, tapi dari aset pekerjaan lainnya," kata Tio.

Dia belum memutuskan apa upaya hukum lanjutan yang akan diambil atas vonis hakim tersebut.

Saat ini, dia akan berkonsultasi dengan pihak keluarga terdakwa Nurhayati.

Baca juga: Bangun Tengah Malam, Pemuda di Kalsel Cabuli Istri Kawannya Sendiri

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pj Gubri Ajak Pemkab Bengkalis Kolaborasi Bangun Jembatan Sungai Pakning-Bengkalis

Pj Gubri Ajak Pemkab Bengkalis Kolaborasi Bangun Jembatan Sungai Pakning-Bengkalis

Regional
Diskominfo Kota Tangerang Raih Penghargaan Perangkat Daerah Paling Inovatif se-Provinsi Banten

Diskominfo Kota Tangerang Raih Penghargaan Perangkat Daerah Paling Inovatif se-Provinsi Banten

Regional
Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com