Turis Inggris yang Tampar Petugas Imigrasi Hanya Ditahan 2 Bulan di Lapas Kerobokan Bali

Kompas.com - 22/11/2019, 08:45 WIB
Warga negara Inggris, Auj-e Taqaddas (kedua kiri) bersiap mengikuti sidang tindak pidana ringan di PN Denpasar, Jumat (3/8/2018). Warga Inggris tersebut diduga telah melanggar keimigrasian dan memukul petugas imigrasi saat pemeriksaan namun agenda sidang ditunda karena berkas belum lengkap ANTARA FOTO/Wira SuryantalaWarga negara Inggris, Auj-e Taqaddas (kedua kiri) bersiap mengikuti sidang tindak pidana ringan di PN Denpasar, Jumat (3/8/2018). Warga Inggris tersebut diduga telah melanggar keimigrasian dan memukul petugas imigrasi saat pemeriksaan namun agenda sidang ditunda karena berkas belum lengkap

DENPASAR, KOMPAS.com - Warga Inggris, Auj-e-Taqaddas, yang tersandung kasus penamparan petugas Imigrasi rupanya hanya dua bulan menjalani tahananan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kerobokan, Bali.

Ia lalu dipindahkan ke Rutan Klungkung pada Agustus 2019 karena berbuat onar selama di Lapas Perempuan Kerobokan.

Kepala Lapas Perempuan Kerobokan Lili membenarkan hal tersebut.

Lili mengatakan, Taqaddas masuk ke Lapas Kerobokan pada akhir Mei 2019. Kemudian karena selalu berbuat onar ia dipindahkan ke Rutan Klungkung pada Agustus 2019 hingga sekarang.


Baca juga: Warga Inggris yang Tampar Petugas Imigrasi Bali Mengaku Disiksa di Penjara

"Iya, hanya dua bulan (di Lapas Kerobokan)," kata Lili saat dihubungi, Kamis (21/11/2019).

Penyebab dipindah

Lili mengatakan, Taqaddas dipindah karena tidak mematuhi peraturan yang ada di Lapas Perempuan Kerobokan.

Kemudian, dia juga egois dan selalu mengganggu warga binaan lainnya.

Di antaranya adalah meminta fasilitas kamar mandi dan makanan seperti di hotel. Selain itu, emosinya sering meledak-ledak.

Baca juga: Wisatawan Inggris Dipenjara Setelah Tampar Petugas di Bandara Bali

"Enggak ikuti peraturan di sini. Dia maunya mau dia sendiri, namanya kan kita ada aturan," kata Lili.

Tak hanya itu, Taqaddas juga pernah dilaporkan berkelahi dengan warga binaan lainnya sebanyak dua kali. Kemudian, sikapnya kepada petugas Lapas juga seenaknya sendiri.

Tidak berbuat aneh di Rutan Klungkung

Sementara itu, Kepala Rutan Klungkung Renharet Ginting mengatakan, pihaknya menerima Taqaddas pada Agustus 2019.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X