Sengatan Tawon Berujung Kematian, Siswa SD di Garut hingga Petani di Klaten Jadi Korban

Kompas.com - 22/11/2019, 07:57 WIB
Ilustrasi tawon ndas atau Vespa affinis KlzTH/ShutterstockIlustrasi tawon ndas atau Vespa affinis
Editor Rachmawati

"Sebenarnya tawon Vespa affinis ( tawon ndas) merupakan serangga sosial dan sebagai pemangsa serangga dan atau Arthropoda lain. Sengatan dan racun (venom) sebenarnya digunakan sepenuhnya untuk pertahanan diri ketika individu dan koloninya terganggu (diserang) oleh siapa pun, termasuk oleh manusia," kata Rosichon.

Saat satu tawon menyengat, menurut Rosichon, tawon tersebut akan mengeluarkan feromon Alarm Pheromone yang bisa mengundang tawon lainnya dari satu koloni ikut menyengat.

Ia menyebut tawon punya rasa setia kawan dan akan saling bantu jika ada yang mengganggu.

"Apabila jumlah sengatan cukup banyak yang dilakukan oleh banyak individu tawon atau rame-rame (tawon ndas itu) dan manusia yang tersengat memiliki alergi dengan venomnya (racun), bisa fatal alias mati," tuturnya.

Baca juga: Kerap Berujung Kematian, Ini 10 Cara Menghindari Serangan Tawon Ndas

 

Cara aman tangani sarang tawon

Dilansir dari pemberitaan Kompas.com, Sabtu (16/11/2910), peneliti serangga di Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Prof Dr Rosichon Ubaidillah MPhill membagikan cara aman menangani tawon ndas bila ada yang masuk atau bersarang di rumah:

1. Kalau yang masuk rumah hanya satu individu, jangan diganggu dan biarkan saja

2. Kalau ada sarang yang masih kecil atau individu koloninya belum banyak di sekitar rumah, sebaiknya segera pindahkan atau jauhkan dari rumah.

3. Pindahkan sarang dengan baik agar tidak ada satu individu pun yang menyerang Anda dan melepaskan feromon yang mengajak invididu lainnya untuk ikut menyerang.

Baca juga: Mengenal Tawon Vespa affinis dan Bahaya Sengatannya...

4. Pindahkan sarang di malam hari dengan hati-hati, menggunakan plastik yang agak tebal. Usahakan agar semua individu tawon tersebut masuk dalam plastik

5. Kemudian tempatkan sarang sesuai tempat yang diinginkan. Caranya dengan menggantung plastik berisi tawon dan sarang, lalu buka ujung plastik

6. Jangan mencoba mengusir tawon itu dengan dibakar atau diasap karena malah akan memicu koloni tawon untuk menyerang.

Baca juga: 2 Orang Jadi Korban, Begini Cara Aman Tangani Sarang Tawon Ndas

Ia menjelaskan tips-tips ini hanya bisa dilakukan bila sarang atau jumlah tawon masih kecil atau sedikit

Bila sarang besar dan berisi banyak tawon, mintalah bantuan pemadam kebakaran untuk menanganinya.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Ari Maulana Karang, Ellyvon Pranita Labib Zamani | Editor: Robertus Belarminus, Shierine Wangsa Wibawa, David Oliver Purba)

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wakil Gubernur Jabar: 5.000 Kiai Akan Dites Corona, Pesantren Berpotensi Jadi Klaster Baru

Wakil Gubernur Jabar: 5.000 Kiai Akan Dites Corona, Pesantren Berpotensi Jadi Klaster Baru

Regional
Bogor Alokasikan Anggaran untuk Tenaga Medis, Ini Jumlah dan Rinciannya

Bogor Alokasikan Anggaran untuk Tenaga Medis, Ini Jumlah dan Rinciannya

Regional
11 Pasien Positif Corona Meninggal di Jateng pada 3 April, Ini Penjelasan Ganjar

11 Pasien Positif Corona Meninggal di Jateng pada 3 April, Ini Penjelasan Ganjar

Regional
Kantor Kecamatan Ini Mendadak Bau, Penuh Sampah, Ternyata Dijadikan TPA oleh Warga yang Kesal

Kantor Kecamatan Ini Mendadak Bau, Penuh Sampah, Ternyata Dijadikan TPA oleh Warga yang Kesal

Regional
Baru 4 Jam Masuk Rumah Sakit, 1 PDP Covid-19 di Lamongan Meninggal

Baru 4 Jam Masuk Rumah Sakit, 1 PDP Covid-19 di Lamongan Meninggal

Regional
Detik-detik Pencuri Tepergok Pemilik Rumah Saat Panjat Atap

Detik-detik Pencuri Tepergok Pemilik Rumah Saat Panjat Atap

Regional
Anggaran Penanganan Wabah Covid-19 di Jatim Rp 2,3 Triliun

Anggaran Penanganan Wabah Covid-19 di Jatim Rp 2,3 Triliun

Regional
Fakta di Balik 18 Pasien Positif Covid-19 Meninggal di Jateng, Ganjar: Mereka Punya Penyakit Bawaan

Fakta di Balik 18 Pasien Positif Covid-19 Meninggal di Jateng, Ganjar: Mereka Punya Penyakit Bawaan

Regional
Perjuangan Wahib Melawan Virus Corona hingga Sembuh, Berawal dari Seminar di Bogor

Perjuangan Wahib Melawan Virus Corona hingga Sembuh, Berawal dari Seminar di Bogor

Regional
Sejumlah Jalan di Bandung Kembali Ditutup dari Jumat hingga Minggu

Sejumlah Jalan di Bandung Kembali Ditutup dari Jumat hingga Minggu

Regional
PDP Hamil yang Mengeluh via 'Live' Facebook Dirujuk ke RSUP Adam Malik

PDP Hamil yang Mengeluh via "Live" Facebook Dirujuk ke RSUP Adam Malik

Regional
Empati dari Banyuwangi, Bagikan Kupon Makan Gratis di Tengah Pandemi

Empati dari Banyuwangi, Bagikan Kupon Makan Gratis di Tengah Pandemi

Regional
Sederet Pesan Menggugah dari Para Pasien Corona yang Berhasil Sembuh..

Sederet Pesan Menggugah dari Para Pasien Corona yang Berhasil Sembuh..

Regional
Menyoal Pasien Corona Terlantar 3 Jam di RSUD Padang Sidempuan, Alasan Ruang Isolasi Belum Siap

Menyoal Pasien Corona Terlantar 3 Jam di RSUD Padang Sidempuan, Alasan Ruang Isolasi Belum Siap

Regional
Fakta Anak Bakar Rumah Orangtua karena Tak Diberi Uang, Sang Ayah Buta, Pelaku Sempat Putus Sekolah

Fakta Anak Bakar Rumah Orangtua karena Tak Diberi Uang, Sang Ayah Buta, Pelaku Sempat Putus Sekolah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X