Menag: Cadar dan Celana Cingkrang Tak Terkait dengan Ketaqwaan

Kompas.com - 21/11/2019, 19:46 WIB
Menteri Agama Jenderal (Purn) Fachrul Razi usai menjadi pembicara dalam kuliah umum di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim, Kota Malang, Kamis (21/11/2019). KOMPAS.COM/ANDI HARTIKMenteri Agama Jenderal (Purn) Fachrul Razi usai menjadi pembicara dalam kuliah umum di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim, Kota Malang, Kamis (21/11/2019).

MALANG, KOMPAS.com - Menteri Agama, Jenderal (Purn) Fachrul Razi menegaskan penggunaan cadar dan celana cingkrang tidak menjadi tolok ukur kadar ketaqwaan seseorang.

Karena itu, purnawirawan TNI itu meminta pegawai negeri sipil (PNS) untuk tidak memakai cadar dan celana cingkrang saat bertugas.

Cadar tidak ada kaitannya dengan ketaqwaan. Jadi kalau mau melarang silakan,” katanya saat menjadi pembicara dalam kuliah tamu di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim, Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (21/11/2019).

Baca juga: Polemik Celana Cingkrang dan Cadar di Lingkup ASN, Ibas Angkat Suara

Dia mengatakan, pemakaian celana cingkrang yang dikenakan seseorang PNS terlihat tidak sopan dan elegan. 

Celana cingkrang, celana gantung saya katakan tidak ada kaitannya dengan ketaqwaan. Tapi mestinya kalau PNS, kalau (celana) gantung banget kelihatannya tidak baik, tidak sopan,” katanya.

Fachrul tidak mempersoalkan pemakaian cadar dan celana cingkrang PNS, hanya saja cadar dan celana cingkrang itu tidak dipakai saat jam kerja.

Baca juga: Tjahjo Kumolo Larang ASN Kemenpan RB Kenakan Cadar di Kantor

Dia mengaku bahwa dirinya juga kerap memakai celana cingkrang. Celana itu sering dia pakai saat sedang berada di rumah dan saat berangkat ke masjid.

“Saya memang hobi pakai celana cingkrang, tapi hanya di rumah dan ke masjid saya pakai celana itu. Tapi saya yakin kedua itu tidak ada kaitanya dengan ketaqwaan,” jelasnya.

Sementara untuk menangkal radikalisme di kalangan aparatur sipil negara (ASN), kata dia, pemerintah akan membentuk satuan tugas (satgas) khusus yang meliputi 11 kementerian dan lembaga.

"Nanti akan ada pembentukan satgas, itu akan menampung laporan-laporan terkait radikalisme di kalangan aparatur sipil negara," ujarnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pasien Positif Covid-19 di Kalbar Bertambah Jadi 10 Orang

Pasien Positif Covid-19 di Kalbar Bertambah Jadi 10 Orang

Regional
Cegah Pemudik, 2 Desa di Kabupaten Tasikmalaya Lakukan Karantina Mandiri

Cegah Pemudik, 2 Desa di Kabupaten Tasikmalaya Lakukan Karantina Mandiri

Regional
Labkes Riau Menunggu Persetujuan Menkes untuk Tes Swab Corona

Labkes Riau Menunggu Persetujuan Menkes untuk Tes Swab Corona

Regional
Satu Warga Positif Covid-19, Klaten Tetapkan Status KLB

Satu Warga Positif Covid-19, Klaten Tetapkan Status KLB

Regional
Sejak Pandemi Corona, Warga Sumedang Keluhkan Kelangkaan Gula Pasir

Sejak Pandemi Corona, Warga Sumedang Keluhkan Kelangkaan Gula Pasir

Regional
Polisi Duga PNS yang Tewas di Hutan Pinus Bandung Dibunuh di Tempat Lain

Polisi Duga PNS yang Tewas di Hutan Pinus Bandung Dibunuh di Tempat Lain

Regional
Aniaya Warga hingga Tewas, 9 Polisi Hanya Dituntut 1 Tahun Penjara, Keluarga Heran

Aniaya Warga hingga Tewas, 9 Polisi Hanya Dituntut 1 Tahun Penjara, Keluarga Heran

Regional
Banyak Warga Mudik, Jumlah ODP di NTB Mencapai 1.025 Orang

Banyak Warga Mudik, Jumlah ODP di NTB Mencapai 1.025 Orang

Regional
Ketahuan Suami Selingkuhan yang Mudik Mendadak Saat Wabah Corona, Kades Diikat dan Dihajar Warga

Ketahuan Suami Selingkuhan yang Mudik Mendadak Saat Wabah Corona, Kades Diikat dan Dihajar Warga

Regional
15 Pengusaha Muda Tasikmalaya Produksi Jutaan 'Masker Edukasi' Cegah Corona, Dibagikan Gratis ke Masyarakat

15 Pengusaha Muda Tasikmalaya Produksi Jutaan "Masker Edukasi" Cegah Corona, Dibagikan Gratis ke Masyarakat

Regional
Ini Penjelasan KKP soal 316 Pekerja dari Italia Tiba di Bali Tak Dikarantina

Ini Penjelasan KKP soal 316 Pekerja dari Italia Tiba di Bali Tak Dikarantina

Regional
Usai dari Depok, Seorang PNS Pemprov Kalbar Ini Positif Corona

Usai dari Depok, Seorang PNS Pemprov Kalbar Ini Positif Corona

Regional
Pemprov Kalsel Perpanjang Status Tanggap Darurat, Kapal Berpenumpang Dilarang Berlabuh

Pemprov Kalsel Perpanjang Status Tanggap Darurat, Kapal Berpenumpang Dilarang Berlabuh

Regional
Pulang dari Sukabumi, 26 Calon Perwira Polisi Asal Sumbar Jalani Karantina 14 Hari

Pulang dari Sukabumi, 26 Calon Perwira Polisi Asal Sumbar Jalani Karantina 14 Hari

Regional
Jokowi: Saya Kasih Batas hingga Senin Depan, RS Darurat Corona Ini Sudah Bisa Dioperasikan

Jokowi: Saya Kasih Batas hingga Senin Depan, RS Darurat Corona Ini Sudah Bisa Dioperasikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X