Polisi Identifikasi 6 Pelaku Penyerangan yang Menewaskan Mahasiswa UMI

Kompas.com - 21/11/2019, 18:55 WIB
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Yudhiawan Wibisono saat menerima organisasi mahasiswa yang mendesak kepolisian mengusut tuntas kasus kematian mahasiswa Fakultas Hukum UMI Andi Fredi Akirmas di depam Polrestabes Makassar, Kamis (21/11/2019). KOMPAS.COM/HIMAWANKapolrestabes Makassar Kombes Pol Yudhiawan Wibisono saat menerima organisasi mahasiswa yang mendesak kepolisian mengusut tuntas kasus kematian mahasiswa Fakultas Hukum UMI Andi Fredi Akirmas di depam Polrestabes Makassar, Kamis (21/11/2019).

MAKASSAR, KOMPAS.com - Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Yudhiawan Wibisono mengungkapkan pihaknya kembali mengidentifikasi enam pelaku penyerangan mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Andi Fredi Akirmas. 

Pernyataan Yudhiawan ini diungkapkan kepada rekan almarhum Fredi yang melakukan aksi unjuk rasa di depan Polrestabes Makassar, Kamis (21/11/2019), untuk menuntaskan kasus yang menewaskan mahasiswa fakultas hukum itu. 

"Kami memeriksa orang secara maraton itu kan harus ada buktinya, dia melihat, dia posisi di mana, peran saya sebagai apa. Yang jelas dalam waktu dekat ini sudah ada enam lagi yang akan kami ambil. Dan itu sudah pasti," kata Yudhiawan. 

Baca juga: Buntut Penyerangan Mahasiswa UMI Selama Sepekan, Kuliah Diliburkan, Kampus Dikosongkan

Menurut Yudhiawan, enam pelaku penyerangan yang teridentifikasi itu dari hasil pemeriksaan 3 pelaku penyerangan Andi Fredi dan 7 rekan pelaku yang kini sudah diamankan dan berada di sel tahanan Polrestabes Makassar. 

Yudhiawan mengatakan, dari enam terduga pelaku tersebut nantinya masih bisa memudahkan penyidik ke terduga pelaku penyerangan lainnya. 

"Yang bisa kami ungkap yang betul-betul mematikan dulu. Dari situ bisa merembes ke yang lain. Tidak mungkin hanya 3, karena ada CCTV. Namun, kami sudah tahu identitasnya, semuanya sudah lari keluar Makassar," tambah Yudhiawan. 

Mantan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel ini meminta masyarakat untuk bersabar dalam menuntaskan kasus penyerangan yang menewaskan mahasiswa semester 7 itu. 

Yudhiawan berjanji bakal menuntaskan kasus kematian Andi Fredi dan juga beberapa aksi teror lainnya di kampus UMI. 

Baca juga: Penyerangan Kampus UMI Makassar Dipicu Dendam Lama

"Berikan kami kesempatan bersama penyidik untuk menyelidiki siapa saja yang sudah terlibat. Yang jelas, akan kami tuntaskan. Kita kan negara hukum," beber dia. 

Sebelumnya diberitakan, polisi menahan tiga pelaku penganiayaan yang menyebabkan Andi Fredi Akirmas atau AFA (21), mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar meninggal dunia di kampusnya, Selasa (11/12/2019) lalu. 

Ketiga pelaku yakni Yusril Zakir (19), Indra Rusfandi (20), dan Syahrul (20), merupakan mahasiswa Fakultas Teknologi Industri UMI.

Yusril alias Ucil merupakan eksekutor yang melayangkan badik ke tubuh Fredi hingga meninggal dunia. 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tantang Petahana, PKB Usung Cucu Pendiri NU di Pilkada Kabupaten Malang

Tantang Petahana, PKB Usung Cucu Pendiri NU di Pilkada Kabupaten Malang

Regional
Seorang Remaja Cabuli Pacarnya, Terungkap Saat Orangtua Periksa Ponsel Korban

Seorang Remaja Cabuli Pacarnya, Terungkap Saat Orangtua Periksa Ponsel Korban

Regional
Jubir Komite Peralihan Aceh: Pengibaran Bendera Bulan Bintang Sesuai Aturan

Jubir Komite Peralihan Aceh: Pengibaran Bendera Bulan Bintang Sesuai Aturan

Regional
Listrik di Pekanbaru Padam karena Gangguan Transmisi, PLN Minta Maaf

Listrik di Pekanbaru Padam karena Gangguan Transmisi, PLN Minta Maaf

Regional
Ketua DPRD Jabar: 7 Anggota Dewan yang Positif Covid-19 Karantina Mandiri

Ketua DPRD Jabar: 7 Anggota Dewan yang Positif Covid-19 Karantina Mandiri

Regional
Bantah Didorong Risma, Fuad Belum Minta Restu untuk Maju di Pilkada Surabaya

Bantah Didorong Risma, Fuad Belum Minta Restu untuk Maju di Pilkada Surabaya

Regional
Seorang Warga Ditembak OTK, TNI-Polri Kejar Pelaku

Seorang Warga Ditembak OTK, TNI-Polri Kejar Pelaku

Regional
Detik-detik Laode Ditembak dari Belakang oleh Orang Tak Dikenal Saat Jaga Warung

Detik-detik Laode Ditembak dari Belakang oleh Orang Tak Dikenal Saat Jaga Warung

Regional
Seorang ASN Curi Uang Nasabah dengan Ganjal ATM Pakai Tusuk Gigi

Seorang ASN Curi Uang Nasabah dengan Ganjal ATM Pakai Tusuk Gigi

Regional
Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Sangihe, Sulut, BPBD: Belum Ada Laporan Kerusakan

Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Sangihe, Sulut, BPBD: Belum Ada Laporan Kerusakan

Regional
Seorang Warga Ditembak di Intan Jaya, Papua, Pelaku Pura-pura Pinjam Pulpen

Seorang Warga Ditembak di Intan Jaya, Papua, Pelaku Pura-pura Pinjam Pulpen

Regional
Ridwan Kamil Tegaskan Belum Disuntik Vaksin Covid-19, Siapkan Dulu Fisik

Ridwan Kamil Tegaskan Belum Disuntik Vaksin Covid-19, Siapkan Dulu Fisik

Regional
Kisah Mbah Khotimah, Uang dan Dagangan Dibawa Kabur Penipu, Terpaksa Pulang Berjalan Kaki

Kisah Mbah Khotimah, Uang dan Dagangan Dibawa Kabur Penipu, Terpaksa Pulang Berjalan Kaki

Regional
Kembalikan Kejayaan Lada, Gubernur Babel Lepas Ekspor 45.000 Kg Lada ke Jepang

Kembalikan Kejayaan Lada, Gubernur Babel Lepas Ekspor 45.000 Kg Lada ke Jepang

Regional
Siap Maju Pilkada, Putra Sulung Risma Mengaku Masuk Dalam Survei Internal PDI-P

Siap Maju Pilkada, Putra Sulung Risma Mengaku Masuk Dalam Survei Internal PDI-P

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X