Cerita Anak Pejuang Kanker Menyemai Asa di Rumah Pesinggahan

Kompas.com - 21/11/2019, 17:26 WIB
Anak-Anak pejuang kanker tengah berkumpul bersama di tengah ruangan di Rumah Cinta Anak Kanker. KOMPAS.COM/AGIE PERMADIAnak-Anak pejuang kanker tengah berkumpul bersama di tengah ruangan di Rumah Cinta Anak Kanker.

Semangat itu ia tularkan kepada anaknya yang saat ini masih berjuang melawan kanker.

Fery, kata dia, baru duduk kelas 1 sekolah dasar. Sementara waktu, anaknya belum bisa mengikuti pelajaran secara maksimal lantaran harus menjalani kemoterapi.

"Kalau sudah selesai ini mah baru sekolah lagi," kata dia.

Fery memang sedikit pemalu ketika ditanya, meski begitu, cita-citanya sungguh besar ingin menjadi polisi yang baik, agar bisa membantu orang-orang di sekitarnya.

"Jadi polisi," kata Fery, singkat.

Kesabaran dan cita-cita

Sementara itu, pejuang kanker lainnya, Sifa (10) sudah 4 tahun berjuang melawan leukeumia. Meski umurnya masih hijau, Sifa memiliki pengetahuan yang cukup soal kanker.

Gadis kecil asal Cianjur ini mengetahui kanker di tubuhnya sejak usia enam tahun. Sifa kerap mengeluh lemas hingga sakit di tulang.

Seiring waktu, proses penyembuhan terus berlangsung sampai saat ini.

Baca juga: Cerita Tunanetra di Jombang, Terpaksa Hidup Sendiri karena Anak Masuk RS akibat Kanker

Untuk memudahkan kemoterapinya, Sifa dan ibunya tinggal di pesinggahan Rumah Cinta selama kurang lebih empat tahun.

Dengan polosnya, Sifa berkata, selama tinggal di rumah itu kondisinya semakin membaik karena adanya motivasi dari ibu, dan teman-temannya.

"Empat tahun di sini, asik banyak teman," kata Sifa.

Sifa masih duduk di kelas 4 sekolah dasar. Beberapa teman dekatnya tahu tentang kanker yang dideritanya, namun tak semua paham tentang kondisinya itu.

Tak jarang teman di sekolah mengejeknya, meski begitu, Sifa hanya diam untuk kemudian menjelaskannya.

"Kalau diledekin diam saja. Pernah ada pukul bokong aku, jadinya ada tambahan kemo lagi. Kan aku tuh enggak boleh kebentur. Pengen ngebales tapi takut orangtuanya, dan gurunya juga belum tentu ngerti kondisi aku," kata Sifa.

Sifa memiliki cita-cita yang mulia, yakni ingin menjadi dokter. Profesi ini terinspirasi ketika ia dirawat di salah satu rumah sakit yang pernah menanganinya.

"Aku awalnya cita-cita jadi tentara tapi takut, terus sekarang cita-cita aku jadi dokter biar bisa bantu sembuhin orang-orang," kata dia polos.

Satu hal yang menurutnya paling penting, Sifa ingin mewujudkan cita-cita orangtuanya yang ingin pergi ke tanah suci. "Aku pengen ngehajiin orangtua aku," ucap dia.

Dukungan orangtua

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Geng Motor Masih Berkeliaran di Tasikmalaya dan Serang Warga

Geng Motor Masih Berkeliaran di Tasikmalaya dan Serang Warga

Regional
Sebelum Tabrak Tebing, Sopir Sempat Diberitahu Penumpang jika Ban Belakang Sebelah Kiri Kempes

Sebelum Tabrak Tebing, Sopir Sempat Diberitahu Penumpang jika Ban Belakang Sebelah Kiri Kempes

Regional
Tidur di Ruang Tamu Saat Jaga Ibunya yang Sakit, Gadis Ini Malah Disetubuhi Ayah Tiri

Tidur di Ruang Tamu Saat Jaga Ibunya yang Sakit, Gadis Ini Malah Disetubuhi Ayah Tiri

Regional
Jumlah Murid yang Diduga Dicabuli Guru Ngaji di Makassar Bertambah

Jumlah Murid yang Diduga Dicabuli Guru Ngaji di Makassar Bertambah

Regional
Detik-detik Pembunuhan Bermotif Cemburu di Puskesmas Tanjung Bumi Bangkalan

Detik-detik Pembunuhan Bermotif Cemburu di Puskesmas Tanjung Bumi Bangkalan

Regional
Jenazah yang Ditemukan di Gunungkidul Dipastikan Korban Pantai Goa Cemara

Jenazah yang Ditemukan di Gunungkidul Dipastikan Korban Pantai Goa Cemara

Regional
8 Orang Tewas dalam Kecelakaan di Tol Cipali, Ini Nama-nama Korban

8 Orang Tewas dalam Kecelakaan di Tol Cipali, Ini Nama-nama Korban

Regional
1 Staf KCD Disdik Jabar Positif Covid-19, Semua Pegawai Jalani Tes Swab

1 Staf KCD Disdik Jabar Positif Covid-19, Semua Pegawai Jalani Tes Swab

Regional
Delapan Guru dan 14 Pelajar di Kalbar Positif Corona, Gubernur Tunda Sekolah Tatap Muka

Delapan Guru dan 14 Pelajar di Kalbar Positif Corona, Gubernur Tunda Sekolah Tatap Muka

Regional
Cuci Timah di Sungai, Penambang Tewas Diduga Diserang Buaya

Cuci Timah di Sungai, Penambang Tewas Diduga Diserang Buaya

Regional
Mulai Senin Ini, Tidak Pakai Masker di Pekanbaru Denda Rp 250.000

Mulai Senin Ini, Tidak Pakai Masker di Pekanbaru Denda Rp 250.000

Regional
Picu Bentrokan dan Identik Ugal-ugalan, Polisi Tasikmalaya Akan Tindak Tegas Pemilik Knalpot Bising

Picu Bentrokan dan Identik Ugal-ugalan, Polisi Tasikmalaya Akan Tindak Tegas Pemilik Knalpot Bising

Regional
Gubernur Kalsel: Wali Kota Banjarbaru Kepala Daerah yang Gigih Perangi Covid-19

Gubernur Kalsel: Wali Kota Banjarbaru Kepala Daerah yang Gigih Perangi Covid-19

Regional
Delapan Guru dan Belasan Pelajar di Kalbar Positif Covid-19

Delapan Guru dan Belasan Pelajar di Kalbar Positif Covid-19

Regional
Staf KCD Disdik Jabar Positif Covid-19, Semua Pegawai Dikarantina

Staf KCD Disdik Jabar Positif Covid-19, Semua Pegawai Dikarantina

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X