BPBD: Lebih dari 100 Ribu Warga Maluku Masih Mengungsi

Kompas.com - 21/11/2019, 16:29 WIB
Anak-anak korban gempa di Dusun Wailusung, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah tengah bermain di sekitar reruntuhan rumah-rumah warga, Rabu (13/11/2019) KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYAnak-anak korban gempa di Dusun Wailusung, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah tengah bermain di sekitar reruntuhan rumah-rumah warga, Rabu (13/11/2019)

AMBON, KOMPAS.com - Ribuan warga korban gempa Maluku hingga kini masih bertahan di sejumlah lokasi pengungsian yang tersebar di Kota Ambon, Kabupaten Maluku Tengah dan Seram Bagian Barat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku mencatat, hingga kini lebih dari 100.000 warga di tiga daerah tersebut masih bertahan di lokasi-lokasi pengungsian.

“Sampai saat ini, pengungsi gempa yang masih bertahan di lokasi-lokasi pengungsian itu jumlahnya sesuai data yang ada itu 103.301 jiwa,” kata Kepala BPBD Maluku Farida Salampessy kepada Kompas.com saat dikonfirmasi, Kamis (21/11/2019).

Farida menyebut, selain karena rumah mereka mengalami kerusakan, banyak warga masih memilih mengungsi karena takut adanya gempa susulan.

Menurut dia, warga kembali mengungsi setelah gempa magnitudo 5,1 dan 4,5 yang mengguncang Maluku beberapa waktu lalu.

 “Data pengungsi itu telah terverifikasi terakhir sejak 24 Oktober 2019 kemarin, tapi sampai saat ini jumlahnya masih seperti itu,” kata Farida.

Terkait bantuan untuk pembangunan rumah-rumah warga dari pemerintah pusat, Farida mengatakan, hingga kini pihaknya masih terus mencocokkan data jumlah rumah warga yang mengalami kerusakan dari tiga kabupaten kota tersebut.

Menurut dia, gempa susulan yang kembali merusak rumah-rumah warga beberapa waktu lalu, membuat data rumah-rumah warga kembali mengalami perubahan.

Selain itu, sebelumnya data yang dimasukan kabupaten dan kota tidak disertai dengan NIK dan juga kartu keluarga, sehingga dilakukan perbaikan.

“Itu yang masih ditunggu, karena syaratnya itu data warga yang rumahnya rusak harus disertai NIK dan kartu keluarga, makanya kita masih menunggu. Kalau sudah siap langsung kita kirim agar segera diproses," kata Farida.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mandi di Laut, 2 Kakak Beradik Tewas Tenggelam, Ayahnya Hilang

Mandi di Laut, 2 Kakak Beradik Tewas Tenggelam, Ayahnya Hilang

Regional
Gubernur Sumbar Mengaku Tak Khawatir dengan Kedatangan 150 Turis China

Gubernur Sumbar Mengaku Tak Khawatir dengan Kedatangan 150 Turis China

Regional
Bandara Ahmad Yani Tambah Rute Penerbangan Tujuan Bandung-Semarang

Bandara Ahmad Yani Tambah Rute Penerbangan Tujuan Bandung-Semarang

Regional
Lempari Mobil Truk dengan Batu, Pria Ini Diamankan Polisi

Lempari Mobil Truk dengan Batu, Pria Ini Diamankan Polisi

Regional
Waspadai Virus Corona, Warga Bandung Diimbau Pakai Masker

Waspadai Virus Corona, Warga Bandung Diimbau Pakai Masker

Regional
Habitat Terusik Tambang dan Pembalakan Liar, Orangutan Masuk Kebun Warga di Kalbar

Habitat Terusik Tambang dan Pembalakan Liar, Orangutan Masuk Kebun Warga di Kalbar

Regional
Stres Skripsi Tak Kunjung Selesai, Mahasiswi di Kudus Nekat Pesta Sabu dengan 2 Teman Pria

Stres Skripsi Tak Kunjung Selesai, Mahasiswi di Kudus Nekat Pesta Sabu dengan 2 Teman Pria

Regional
Sopir Ngantuk, Mobil yang Dikendarai Masuk Jurang

Sopir Ngantuk, Mobil yang Dikendarai Masuk Jurang

Regional
Duduk Perkara Gubernur Sumbar Sambut Kedatangan 150 Turis China, Diprotes hingga Komentar Wagub

Duduk Perkara Gubernur Sumbar Sambut Kedatangan 150 Turis China, Diprotes hingga Komentar Wagub

Regional
Detik-detik Dua Warga Sumedang Tewas Tertimbun Longsor Saat Berteduh di Saung Sawah

Detik-detik Dua Warga Sumedang Tewas Tertimbun Longsor Saat Berteduh di Saung Sawah

Regional
Paus yang Terdampar di Pulau Rote Jenis Paus Sperma

Paus yang Terdampar di Pulau Rote Jenis Paus Sperma

Regional
Tak Mau Setor Hasil Jual Durian, Pria Ini Buat Laporan Palsu dengan Mengaku Dibegal

Tak Mau Setor Hasil Jual Durian, Pria Ini Buat Laporan Palsu dengan Mengaku Dibegal

Regional
Kronologi 2 Pemuda Mabuk Tewas Ditusuk di Banjarmasin, Berawal dari Curhat

Kronologi 2 Pemuda Mabuk Tewas Ditusuk di Banjarmasin, Berawal dari Curhat

Regional
Begini Perubahan Sukiyah, Perempuan Berambut 2 Meter dan Jadi Sarang Tikus Setelah Potong Rambut dan Bertemu Ardian

Begini Perubahan Sukiyah, Perempuan Berambut 2 Meter dan Jadi Sarang Tikus Setelah Potong Rambut dan Bertemu Ardian

Regional
Culik Gadis Pemijat Selama 4 Tahun hingga Hamil, Pria Paruh Baya Dibekuk Polisi

Culik Gadis Pemijat Selama 4 Tahun hingga Hamil, Pria Paruh Baya Dibekuk Polisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X