Penyerangan Kampus UMI Makassar Dipicu Dendam Lama

Kompas.com - 21/11/2019, 15:42 WIB
Sejumlah polisi saat menjaga Fakultas Hukum UMI Makassar usai diserang OTK yang menyebabkan sekretariat mapala UMI dibakar di Jalan Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakukang, Senin (18/11/2019). KOMPAS.COM/HIMAWANSejumlah polisi saat menjaga Fakultas Hukum UMI Makassar usai diserang OTK yang menyebabkan sekretariat mapala UMI dibakar di Jalan Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakukang, Senin (18/11/2019).

MAKASSAR, KOMPAS.com - Penyidik kepolisian menyelidiki pelaku perusakan dan pembakaran beberapa bangunan di dalam kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI). 

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo mengungkapkan, kasus ini kini menjadi perhatian penyidik Polda Sulsel.

Ibrahim secara spesifik menyebut dendam lama pada tahun 2018 menjadi pemicu penyerangan kampus UMI.

"Masih lakukan pendalaman yang pasti supaya lebih jelas. Tetapi memang ada informasi yang kami kembangkan bahwa di sana memang ada kejadian tadinya. Ada kejadian tahun 2018," kata Ibrahim, Kamis (21/11/2019).


Baca juga: Serangan Bertubi-tubi OTK ke Kampus UMI Resahkan Mahasiswa dan Warga

 

Saat ini, pelaku penyerangan mahasiswa dan aksi teror yang dilakukan sekelompok orang tak dikenal sudah diidentifikasi. 

 

Sebelumnya diberitakan, berbagai penyerangan yang dilakukan OTK terjadi di dalam kampus UMI.

Peristiwa ini bermula pada Selasa, 12 November lalu, mahasiswa Fakultas Hukum UMI Andi Fredi Akirmas tewas ditikam orang tak dikenal. 

Belakangan penyidik Polrestabes Makassar menangkap tiga pelaku penyerangan tersebut, termasuk penikam Andi Fredi yang merupakan mahasiswa Fakultas Teknologi Industri UMI Makassar. 

Ketiganya pun kini sudah dikeluarkan oleh pihak kampus. Sementara penyidik menyatakan 8 pelaku berstatus DPO hingga kini. 

"Diimbau segera menyerahkan diri sebelum dijemput paksa Jatanras," ujar Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Indratmoko kemarin. 

Baca juga: Sepekan Terakhir Selalu Diserang OTK, Perkuliahan di Kampus UMI Tetap Berjalan

Terakhir penyerangan kembali terjadi pada Senin, 18 November 2019 sore tadi. Imbas dari pwnyerangan itu, beberapa ruangan di UMI mengalami kerusakan dan sekretariat eks UKM Mapala UMI ikut terbakar. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati Talaud Terpilih Tunggu Keputusan Kemendagri: Hasil Pertemuan Harus Dilantik

Bupati Talaud Terpilih Tunggu Keputusan Kemendagri: Hasil Pertemuan Harus Dilantik

Regional
Cerita Pasutri Yanto dan Riska Bayar Persalinan Pakai Koin: Hasil Nabung Selama 9 Bulan

Cerita Pasutri Yanto dan Riska Bayar Persalinan Pakai Koin: Hasil Nabung Selama 9 Bulan

Regional
Partai Golkar Sumut Gelar Fit and Proper Test Calon Kepala Daerah

Partai Golkar Sumut Gelar Fit and Proper Test Calon Kepala Daerah

Regional
Dosen UGM Ciptakan Lidah Elektronik untuk Deteksi Makanan Halal

Dosen UGM Ciptakan Lidah Elektronik untuk Deteksi Makanan Halal

Regional
Rawan Bencana, BPBD Cianjur Siagakan 1.800 Retana di 32 Kecamatan

Rawan Bencana, BPBD Cianjur Siagakan 1.800 Retana di 32 Kecamatan

Regional
Cerita Buruh Tani yang Rela Keluarkan Rp 2 Juta untuk Ikut Kirab Keraton Agung Sejagat

Cerita Buruh Tani yang Rela Keluarkan Rp 2 Juta untuk Ikut Kirab Keraton Agung Sejagat

Regional
Cerita Riska Nekat Bayar Biaya Persalinan Rp 1 Juta Pakai Koin: Saya Sempat Was-was...

Cerita Riska Nekat Bayar Biaya Persalinan Rp 1 Juta Pakai Koin: Saya Sempat Was-was...

Regional
Puskesmas Kembalikan Uang Koin Biaya Persalinan Pasutri Riska dan Yanto, Ini Alasannya

Puskesmas Kembalikan Uang Koin Biaya Persalinan Pasutri Riska dan Yanto, Ini Alasannya

Regional
Bakar Lahan untuk Usir Monyet, Seorang Kakek di Pekanbaru Ditangkap

Bakar Lahan untuk Usir Monyet, Seorang Kakek di Pekanbaru Ditangkap

Regional
Resmikan Masjid, Gubernur Edy: Kita Namakan Masjid Gubsu Biar Adil...

Resmikan Masjid, Gubernur Edy: Kita Namakan Masjid Gubsu Biar Adil...

Regional
Soal Sunda Empire, Dedi Mulyadi: Penyakit Sosial Lama dan Akut

Soal Sunda Empire, Dedi Mulyadi: Penyakit Sosial Lama dan Akut

Regional
Kronologi Penemuan 3 Hektar Lahan Ganja di Lereng Gunung Dempo: Polisi Jalan Kaki 4 Jam

Kronologi Penemuan 3 Hektar Lahan Ganja di Lereng Gunung Dempo: Polisi Jalan Kaki 4 Jam

Regional
103 Rumah di Pulau Ambo, Sulawesi Barat, Terancam Tenggelam akibat Abrasi

103 Rumah di Pulau Ambo, Sulawesi Barat, Terancam Tenggelam akibat Abrasi

Regional
Ternak Babi di Sumut Tidak Akan Dimusnahkan Sebab ASF Beda dengan Flu Burung

Ternak Babi di Sumut Tidak Akan Dimusnahkan Sebab ASF Beda dengan Flu Burung

Regional
Muncul Gerakan 'Save Babi', Pemprov Sumut: Ternak Babi Tak Akan Dimusnahkan Walau Ada Virus ASF

Muncul Gerakan "Save Babi", Pemprov Sumut: Ternak Babi Tak Akan Dimusnahkan Walau Ada Virus ASF

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X