Ini Maksud Wali Kota Bandung Bagi-Bagi Anak Ayam ke Siswa SD dan SMP

Kompas.com - 21/11/2019, 15:29 WIB
Wali Kota Bandung Oded M Danial secara simbolis memulai program ujicoba bagi-bagi anak ayam kampung kepada Siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dalam kegiatan Bandung Menanam Jilid 1 di Kolam Retensi Kelurahan Rancabolang, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, Kamis (21/11/2019). KOMPAS.COM/PUTRA PRIMA PERDANAWali Kota Bandung Oded M Danial secara simbolis memulai program ujicoba bagi-bagi anak ayam kampung kepada Siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dalam kegiatan Bandung Menanam Jilid 1 di Kolam Retensi Kelurahan Rancabolang, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, Kamis (21/11/2019).

BANDUNG, KOMPAS.com- Wali Kota Bandung Oded M Danial memulai program uji coba bagi-bagi anak ayam kampung kepada siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).

Bagi-bagi anak ayam itu dilakukan dalam kegiatan Bandung Menanam Jilid I di Kolam Retensi Kelurahan Rancabolang, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (21/11/2019).

Jumlah anak ayam yang dibagikan mencapai 2.000 ekor dan disebar ke 12 sekolah tingkat SD dan SMP di Kecamatan Cibiru dan Kecamatan Gedebage.

Baca juga: 15.000 Bibit Pohon Produktif Ditanam Serentak di Kota Bandung


Oded meralat tujuannya membagikan anak ayam kepada siswa sekolah tingkat SD dan SMP.

Awalnya dia menyebut program 'chickenisasi' bertujuan mengalihkan kecanduan anak-anak sekolah dari kecanduan ponsel dan perangkat elektronik.

Saat memberikan sambutan dalam kegiatan kali ini, Oded justru mengatakan bahwa program tersebut justru berupaya bersinergi dengan program revolusi mental yang digaungkan Presiden Joko Widodo.

"Kenapa Mang Oded melakukan chickenisasi kepada siswa. Sekali lagi saya sampaikan program chickenisasi ini bukan semata- mata mengalihkan perhatian anak dari gadget. Tapi ini sebuah konsep yang dihadirkan di Kota Bandung, sebagai respons positif program pusat yakni revolusi mental. Ini adalah turunannnya," kata Oded, Kamis siang.

Oded berharap, setelah anak ayam dibagikan, rasa tanggung jawab akan tumbuh dalam diri siswa.

"Harapan saya sederhananya kalau anak dikasih tanggung jawab memelihara ayam, tumbuh dimensi edukasi mencintai hewan itu paling tidak," tutur dia.

Baca juga: Subuh-subuh, Seorang Pria di Bandung Pamer Kemaluan di Depan Wanita

Selain itu, Oded meyakini akan timbul pula kedisiplinan dari para siswa yang diberi tanggung jawab memelihara ayam.

Namun, hal tersebut juga perlu dibarengi dengan kesediaan orangtua siswa untuk mendampingi anak-anaknya dalam masa memelihara ayam.

"Sebelum sekolah kasih makan, pulang sekolah kasih makan. Akan ada kedisiplinan di situ," kata Oded.

Oded juga berharap setelah anak ayam tumbuh besar, bisa bermanfaat untuk keluarga yang memelihara.

"Bahkan mungkin anak-anak nanti tercipta jiwa entrepreneur.  Kalau dikasih anak ayam 2 ekor harganya Rp7.000 ribu perak. Enam bulan akan datang, lebaran, enggak usah beli ayam. Potong saja ayamnya," kata Oded.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Fakta Tewasnya Buruh Bangunan di Tangan Mandor

4 Fakta Tewasnya Buruh Bangunan di Tangan Mandor

Regional
Gibran Daftar Calon Wali Kota di Pilkada Solo 2020 Lewat DPD PDI-P Jateng Hari Terakhir

Gibran Daftar Calon Wali Kota di Pilkada Solo 2020 Lewat DPD PDI-P Jateng Hari Terakhir

Regional
Hari Pertama Pendaftaran, Gibran Masih Belum Mendaftar di DPD PDI-P Jateng

Hari Pertama Pendaftaran, Gibran Masih Belum Mendaftar di DPD PDI-P Jateng

Regional
Fakta di Balik Longboat Terbalik, 1 TNI Hilang hingga Tim Gabungan Diterjunkan

Fakta di Balik Longboat Terbalik, 1 TNI Hilang hingga Tim Gabungan Diterjunkan

Regional
Malu Dicap Keluarga Miskin, 18 KK Penerima PKH di Gresik Mundur

Malu Dicap Keluarga Miskin, 18 KK Penerima PKH di Gresik Mundur

Regional
Kasus Mandor Bunuh Buruh Bangunan, Pelaku Merasa Berdosa dan Serahkan Diri

Kasus Mandor Bunuh Buruh Bangunan, Pelaku Merasa Berdosa dan Serahkan Diri

Regional
Puluhan Rumah Warga Dompu Rusak Disapu Angin Kencang

Puluhan Rumah Warga Dompu Rusak Disapu Angin Kencang

Regional
Korban Penipuan Arisan Online hingga Rp 10 Miliar Diduga Tak Cuma di Makassar

Korban Penipuan Arisan Online hingga Rp 10 Miliar Diduga Tak Cuma di Makassar

Regional
Diduga Perkosa Nenek 87 Tahun hingga Pingsan, Seorang Kakek Ditahan Polisi

Diduga Perkosa Nenek 87 Tahun hingga Pingsan, Seorang Kakek Ditahan Polisi

Regional
Ini Alasan Penumpang AirAsia di Bandara YIA yang Bercanda Bawa Bom

Ini Alasan Penumpang AirAsia di Bandara YIA yang Bercanda Bawa Bom

Regional
BJ Habibie Terima ICMI Award sebagai Bapak Teknologi dan Demokrasi Indonesia

BJ Habibie Terima ICMI Award sebagai Bapak Teknologi dan Demokrasi Indonesia

Regional
3 Tahun Menghilang, Buronan Kasus Korupsi Ini Ternyata Menikah Lagi

3 Tahun Menghilang, Buronan Kasus Korupsi Ini Ternyata Menikah Lagi

Regional
Wapres Ma'ruf: Ironis, Indonesia Masih Jadi Konsumen Produk Halal Terbesar di Dunia

Wapres Ma'ruf: Ironis, Indonesia Masih Jadi Konsumen Produk Halal Terbesar di Dunia

Regional
Dugaan Kasus Korupsi, Kejari Kulon Progo Sita Kas Desa Banguncipto

Dugaan Kasus Korupsi, Kejari Kulon Progo Sita Kas Desa Banguncipto

Regional
Penjelasan PT KAI soal Pemasangan Patok yang Meresahkan Warga Sumedang

Penjelasan PT KAI soal Pemasangan Patok yang Meresahkan Warga Sumedang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X