Tanggapi soal Biaya Pilkada Mahal, Gubernur Bali Cerita Pengalaman

Kompas.com - 21/11/2019, 14:55 WIB
Gubernur Bali, I Wayan Koster usai upacara peringatan hari sumpah pemuda ke-91 di Lapangan Niti Mandala Renon, Jl Raya Puputan, Denpasar, Bali, Senin (28/10/2019). KOMPAS.com/IMAM ROSIDINGubernur Bali, I Wayan Koster usai upacara peringatan hari sumpah pemuda ke-91 di Lapangan Niti Mandala Renon, Jl Raya Puputan, Denpasar, Bali, Senin (28/10/2019).

DENPASAR, KOMPAS.com - Gubernur Bali I Wayan Koster menanggapi pernyataan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian soal mahalnya biaya politik dalam pemilihan kepala daerah.

Koster mengakui bahwa setiap pilkada, seorang calon kepala daerah memang mengeluarkan biaya politik.

Namun, soal mahal atau tidaknya, Koster mengatakan, biaya yang dikeluarkan tergantung kebijakan partai.

"Tergantung juga, kalau saya enggak mahal," kata Koster di Denpasar, Kamis (21/11/2019).


Menurut Koster, biaya politik dalam pilkada tergantung dari kebijakan partai.

Saat maju sebagai calon kepala daerah melalui PDI-P, menurut Koster, biaya yang dia keluarkan menjadi murah, karena dilakukan dengan gotong royong.

Dalam gotong royong tersebut, setiap kader memberikan kontribusinya kepada partai untuk membiayai pertarungan politik di daerah.

"Biasanya, setiap kader ada Rp 20 juta ada Rp 50 juta, tergantung. DPR RI lebih gede, DPRD Provinsi lebih gede," kata Koster.

Baca juga: Polemik Sistem Pilkada, Gubernur Babel Serahkan Keputusan ke DPR

Namun, Koster enggan menyebut berapa total yang dikeluarkannya.

Hanya saja, untuk biaya saksi, ia harus mengeluarkan sekitar Rp 3 miliar.

Koster menambahkan, untuk bertarung di pilkada, seseorang tak boleh hanya mengandalkan uang.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X