Tiga Kontraktor Sempat Mundur Saat Bupati Muara Enim Minta Jatah 10 Persen

Kompas.com - 21/11/2019, 14:23 WIB
Terdakwa Robi Okta Falevi yang melakukan suap kepada Bupati Muara Enim Ahmad Yani dalam kasus pembangunan jalan, usai menjalani sidang di Pengadilan Negeri Kelas 1A Palembang, Rabu (20/11/2019). KOMPAS.COM/AJI YK PUTRATerdakwa Robi Okta Falevi yang melakukan suap kepada Bupati Muara Enim Ahmad Yani dalam kasus pembangunan jalan, usai menjalani sidang di Pengadilan Negeri Kelas 1A Palembang, Rabu (20/11/2019).

PALEMBANG, KOMPAS.com- Empat kontraktor besar di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, ternyata sempat tak menyanggupi pengerjaan proyek pembangunan jalan, ketika Bupati Ahmad Yani meminta jatah fee proyek sebesar 10 persen.

Hal tersebut terkuak dalam dakwaan jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk terdakwa Robi Okta Fahlevi di Pengadilan Negeri Kelas 1 A Palembang, Rabu (21/11/2019).

Menurut jaksa, pada awal 2019, saat pelaksanaan APBD 2019, Ahmad Yani memanggil Ramlan Suryadi selaku Kepala Bapedda Kabupaten Muara Enim sekaligus pelaksana tugas Kepala Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim.

Baca juga: Fakta Sidang Suap Bupati Muara Enim: Minta Mobil Lexus, Wakil Bupati dan 22 Anggota DPRD Ikut Terlibat

Yani juga memanggil Elfin MZ Muchtar untuk menghadap di Rumah Dinas di Jalan Sultan Mahmud Badarudin II Nomor 1 Kabupaten Muara Enim.

Ahmad Yani menyampaikan kepada keduanya tentang dana aspirasi DPRD Kabupaten Muara Enim pada proyek APBD murni TA 2019 di Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim.

Proyek terdiri dari 16 paket pekerjaan senilai Rp130 miliar.

Ahmad Yani mencari kontraktor yang berani dan sanggup mengerjakan proyek tersebut, namun dengan membayar komitmen fee 10 persen di muka.

Adapun, fee tersebut untuk kepentingan dirinya selaku Bupati dan sebagian anggota DPRD Kabupaten Muara Enim.

Kemudian, Elfin MZ Muchtar menghubungi Robi dan beberapa kontraktor yang sering mendapatkan proyek bernilai besar di Kabupaten Muara Enim yakni, Thamrin alias Bos Aun, Efendi alias Bos Akai dan Mohammad Syafarudin alias Iwan Rotari.

"Namun dari keempat kontraktor besar tersebut, hanya terdakwa Robi yang berani dan menyanggupi untuk memberikan komitmen fee 10 persen di muka," kata jaksa M Asri Irwan.

Selanjutnya, Ramlan Suryadi dan Elfin MZ Muchtar melaporkan hal itu kepada Ahmad Yani.

Mendapatkan arahan dari Ahmad Yani, Elfin langsung melakukan pertemuan lanjutan dengan Robi untuk membahas terkait komitmen fee proyek dana aspirasi.

Dalam pertemuan disepakati agar 16 paket proyek tersebut dapat dikerjakan Robi, dengan memberikan komitmen fee di muka yang akan dibayarkan secara bertahap sebesar 15 persen.

Rinciannya, Ahmad Yani mendapat 10 persen.

Kemudian, sisa 5 persen akan diberikan kepada Elfin selaku PPK, Ramlan Suryadi selaku Plt Kadis PUPR Muara Enim, Ilham Sudiono selaku Ketua Pokja IV dan Aries HB selaku Ketua DPRD Muara Enim.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketua RT yang Tolak Pemakaman Perawat di Semarang: Saya Menangis, Istri Saya Juga Perawat, Tapi...

Ketua RT yang Tolak Pemakaman Perawat di Semarang: Saya Menangis, Istri Saya Juga Perawat, Tapi...

Regional
3 PDP Covid-19 dengan Kondisi Berat di Sumut Meninggal

3 PDP Covid-19 dengan Kondisi Berat di Sumut Meninggal

Regional
Dua Remaja Bogor Hilang Tenggelam di Laut Selatan Sukabumi

Dua Remaja Bogor Hilang Tenggelam di Laut Selatan Sukabumi

Regional
Senyum Semringah Belasan Napi Rayakan Kebebasan, Main TikTok Bersama Petugas

Senyum Semringah Belasan Napi Rayakan Kebebasan, Main TikTok Bersama Petugas

Regional
Jenazah Perawat di Semarang Ditolak, PPNI Jateng Bawa ke Ranah Hukum

Jenazah Perawat di Semarang Ditolak, PPNI Jateng Bawa ke Ranah Hukum

Regional
Warga Gorontalo yang Ikut Pertemuan Jemaah Tabligh di Gowa Diisolasi

Warga Gorontalo yang Ikut Pertemuan Jemaah Tabligh di Gowa Diisolasi

Regional
Dua Kasus Pertama Positif Corona di Lombok Barat, Pasien Ikut Kegiatan Jemaah Tabligh di Gowa

Dua Kasus Pertama Positif Corona di Lombok Barat, Pasien Ikut Kegiatan Jemaah Tabligh di Gowa

Regional
Pemakaman Jenazah Perawat Positif Corona di Semarang Ditolak Warga, Sekda Prihatin

Pemakaman Jenazah Perawat Positif Corona di Semarang Ditolak Warga, Sekda Prihatin

Regional
Warga Temukan Jenazah Remaja 13 Tahun Terkubur Setengah Badan di Kebun Karet, Ini Faktanya

Warga Temukan Jenazah Remaja 13 Tahun Terkubur Setengah Badan di Kebun Karet, Ini Faktanya

Regional
Sakit Hati, Menantu Curi Mobil Mertua, Disimpan di Tempat Parkir Hotel

Sakit Hati, Menantu Curi Mobil Mertua, Disimpan di Tempat Parkir Hotel

Regional
Dalam Sehari, 5 PDP di RSUD Soedarso Pontianak Meninggal Dunia

Dalam Sehari, 5 PDP di RSUD Soedarso Pontianak Meninggal Dunia

Regional
PSBB, Ini 6 Rute Kereta Api yang Masih Beroperasi ke Jakarta

PSBB, Ini 6 Rute Kereta Api yang Masih Beroperasi ke Jakarta

Regional
Delapan Anggota Keluarga Almarhum Bupati Morowali Utara Positif Covid-19

Delapan Anggota Keluarga Almarhum Bupati Morowali Utara Positif Covid-19

Regional
Kronologi Kakek 62 Tahun di Muara Enim Tebas Tetangga dengan Parang

Kronologi Kakek 62 Tahun di Muara Enim Tebas Tetangga dengan Parang

Regional
Mudik Dari Jakarta, Seorang Baby Sitter Meninggal, Statusnya PDP Covid-19

Mudik Dari Jakarta, Seorang Baby Sitter Meninggal, Statusnya PDP Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X