Umar Patek: Kelompok Teroris Harusnya Menghentikan Aksi Terornya

Kompas.com - 21/11/2019, 13:01 WIB
Umar Patek pamer kemesraan dengan sang isteri usai menerima SK WNI di Lapas Porong Sidoarjo, Rabu (20/11/2019). KOMPAS.COM/A. FAIZALUmar Patek pamer kemesraan dengan sang isteri usai menerima SK WNI di Lapas Porong Sidoarjo, Rabu (20/11/2019).
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Umar Patek (49) alias Hisyam bin Alizein alias Abu Syekh adalah asisten koordinator lapangan saat peledakan Bom Bali 1 pada tahun 2002 lalu.

Nama Umar Patek terkenal di kalangan kelompok radikal. Bahkan pria kelahiran 1970 itu sempat menjadi buronan yang paling dicari di Amerika Serikat, Australia, dan Filipina.

Ia ditangkap pada akhir Januari 2011 lalu di Pakistan. Ia divonis 20 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Barat untuk kasis terorisme.

Baca juga: Pamer Kemesraan dengan Istri, Umar Patek Tunjukkan Jari Tanda Cinta ala Korea


Saat ditemui di Lapas Porong usai menerima status WNI istrinya pada Rabu (20/11/2019), Umar Patek mengatakan kelompok teroris harus menghentikan aksinya karena pemerintah Indonesia telah jamin keamanan warganya untuk beribadah.

"Kelompok teroris harusnya menghentikan aksi terornya, karena pemerintah Indonesia tidak pernah melarang umat Islam untuk beribadah. Begitu juga dengan umat agama lainnya," kata Umar Patek.

Baca juga: Istri Terpidana Bom Bali Umar Patek Resmi Jadi WNI

Istri Umar Patek resmi jadi WNI

Terpidana Bom Bali, Umar Patek menunjukkan surat keterangan WNI isterinya di Lapas Porong Sisoarjo, Rabu (20/11/2019?.KOMPAS.COM/A. FAIZAL Terpidana Bom Bali, Umar Patek menunjukkan surat keterangan WNI isterinya di Lapas Porong Sisoarjo, Rabu (20/11/2019?.
Umar Patek menikahi Ruqayyah binti Husein Luceno pada tahun 1999 di kamp Mujahidin di Mindanau, Filipina.

Kala itu Ruqayyah berkewarganegaraan Filipina.

Sang istri setia menemani Umar Patek hingga ditangkap pada tahun 2011 di Kota Abbotabad, Pakistan.

Bahkan saat dipenjara di Lapas Porong Sidoarjo, istri Umar Patek tetap setia menemani.

Sejak 2,5 tahun lalu, Umar Patek mengajukan surat permohonan agar istrinya menjadi warga negara Indonesia,

Baca juga: Terpidana Bom Bali Umar Patek Diusulkan Dapat Pembebasan Bersyarat

Setelah menjalani proses yang panjang, akhirnya Ruqayyah binti Husein Luceno akhirna mendapatkan surat keterangan Warga Negara Indonesia.

Surat tersebut diserahkan pada Rabu (20/11/2019) oleh kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol Suhardi Alius kepada Umar Patek di Lapas Kelas I Surabaya di Kecamatan Porong Sidoarjo.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X