Pascabanjir dan Longsor Agam, PLN Pulihkan Kondisi Listrik

Kompas.com - 21/11/2019, 12:54 WIB
Banjir dan longsor Agam menyebabkan 13 rumah, satu madrasah dan satu masjid rusak, Rabu (20/11/2019) Dok: BPBD AgamBanjir dan longsor Agam menyebabkan 13 rumah, satu madrasah dan satu masjid rusak, Rabu (20/11/2019)

PADANG, KOMPAS.com - PLN Sumatera Barat memulihkan kondisi kelistrikan di daerah banjir bandang dan longsor di Galapuang, Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

PLN juga menyiagakan petugas 24 jam untuk memastikan pasokan listrik ke daerah itu aman.

"Petugas kami langsung turun ke lapangan untuk memastikan pasokan listrik aman," kata Manager PLN Lubuk Basung, Agam, Ahmad Fauzi, dalam keterangannya kepada Kompas.com, Kamis (21/11/2019).


Baca juga: Timbunan Longsor 10 Meter Tutup Akses Jalan Kabupaten di Tanjung Raya Agam

Fauzi menyebutkan, baik jaringan tegangan menengah (JTM) maupun jaringan tegangan rendah (JTR) tidak ada yang rusak akibat bencana itu.

Hanya saja, kata Fauzi, beberapa sambungan rumah (SR) pelanggan putus sehingga perlu perbaikan.

" Listrik juga tidak ada yang padam, namun petugas kami tetap standby untuk mengamankan SR yang sekiranya akan membahayakan proses penanggulangan bencana," ujar Fauzi.

Fauzi menambahkan, bagi warga terdampak bencana banjir bandang yang mengalami masalah pada kelistrikan silakan langsung menghubungi petugas PLN yang berada di sekitar lokasi.

“Hingga saat ini tim dan beberapa petugas sedang menyisir ke lokasi-lokasi yang terdampak banjir bandang, untuk mengecek dan memastikan kembali kondisi SR rumah pelanggan kami," ujar Fauzi.

Sebelumnya diberitakan, akibat hujan deras yang melanda Muko-Muko, Tanjung Raya, Kabupaten Agam sejak sore hingga malam, Rabu (20/11/2019) menyebabkan satu orang warga tewas.

Warga bernama Sutan Palindih (35) itu tewas setelah tergelincir saat memasang pukat di Danau Maninjau.

Baca juga: Timbunan Longsor 10 Meter Tutup Akses Jalan Kabupaten di Tanjung Raya Agam

Kemudian, hujan deras yang melanda daerah itu, selain merenggut satu nyawa juga menyebabkan banjir dan longsor di daerah Galapuang, Tanjung Sani, Tanjung Raya.

Di daerah Galapuang, Tanjung Sani, terjadi banjir dan longsor yang menyebabkan 13 rumah, satu madrasah dan satu masjid menjadi rusak.

Selain, itu menyebabkan akses jalan menjadi tertutup total akibat material longsor menutupi badan jalan sepanjang 100 meter dengan ketinggian mencapai 10 meter lebih.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X