Perjuangan Kakek Martono Penderita Glaukoma, Gigih Mengais Rezeki

Kompas.com - 21/11/2019, 12:08 WIB
Sriyati menemani Martono (68) suaminya yang menderita glukomo berjualan makanan ringan di depan Indomaret Jalan Cokroaminoto, Kota Madiun untuk mencukup kebutuhannya sehari-hari. KOMPAS.COM/MUHLIS AL ALAWISriyati menemani Martono (68) suaminya yang menderita glukomo berjualan makanan ringan di depan Indomaret Jalan Cokroaminoto, Kota Madiun untuk mencukup kebutuhannya sehari-hari.

MADIUN, KOMPAS.com — Sebelum penyakit glaukoma menyerang kedua matanya, Martono merupakan sosok kakek yang tangguh.

Dengan mengayuh sepeda bututnya, berkeliling ruas jalan protokol di Kota Madiun, Jawa Timur, untuk menjajakan makanan ringan.

Namun, semenjak mengidap glaukoma pada kedua matanya, Martono hanya mangkal di depan minimarket di Jalan Cokroaminoto, mulai habis isya hingga tengah malam.

Bahkan untuk berjualan, dia ditemani sang istri, Sriyati. Sriyati menemani suaminya itu menuntun sepeda dari rumahnya di Jalan Sawo Barat, Kelurahan Kejuron, Kecamatan Taman hingga ke tempat mangkal berjualan.

“Istri saya yang menuntun sepedanya membawa kotak berisi makanan ringan dari rumah ke tempat jualan. Sementara saya mengikutinya dari belakang,” kata Martono kepada Kompas.com, Rabu (20/11/2019) malam.

Baca juga: Cerita Kakek Handoyo Pernah Antar Kiriman Pos dengan Jalan Kaki Puluhan Kilometer

Kotak kayu berukuran 1 meter x 60 cm milik Martono, yang berisi aneka makanan ringan mulai dari marning, opak, keripik tempe, kerupuk, emping, dibanderol seharga Rp Rp 1.000 hingga Rp 15.000.

Warga yang datang membeli banyak tidak menawar karena merasa kasihan dengan kondisi Martono bersama istrinya.

Bila sepi pembeli, Martono bersama istrinya hanya mendapatkan keuntungan Rp 5.000. Tapi bila ramai pembeli Martono bisa meraup untung Rp 20.000.

Meski hanya mendapatkan untung pas-pasan, tak menyurutkan pasutri ini berjualan.

Baca juga: 2 Tahun Menderita Penyakit Aneh di Mulut, Yusuf Akhirnya Dirujuk ke RS Bali

Bagi dia, selain mencari rejeki, berjualan makanan ringan dapat mengurangi rasa sakit pada kedua matanya.

“Kalau saya di rumah merasakan sakit mata saya. Kalau di sini bertemu teman dan guru maka senang menjadi obatnya,” ungkap Martono.

Sriyati, istri Martono mengaku sejak suaminya terserang glaukoma, tak membolehkan berjualan keliling Kota Madiun.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hendak Tolong Ayah yang Jatuh ke Septic Tank, Ibu dan Anak Ikut Terperosok, Sekeluarga Tewas

Hendak Tolong Ayah yang Jatuh ke Septic Tank, Ibu dan Anak Ikut Terperosok, Sekeluarga Tewas

Regional
Puluhan Rumah di Agam Terendam Banjir Setinggi 1,5 Meter, 163 Warga Dievakuasi

Puluhan Rumah di Agam Terendam Banjir Setinggi 1,5 Meter, 163 Warga Dievakuasi

Regional
Macan Tutul yang Terjebak di Peternakan Ayam Sukabumi Mati di Taman Safari Indonesia

Macan Tutul yang Terjebak di Peternakan Ayam Sukabumi Mati di Taman Safari Indonesia

Regional
Dokter THT Berstatus PDP Corona di Makassar Meninggal, Diduga Terinfeksi dari Pasien

Dokter THT Berstatus PDP Corona di Makassar Meninggal, Diduga Terinfeksi dari Pasien

Regional
Imbas Corona, Ratusan Pekerja di Tegal Dirumahkan Tanpa Diberi Kompensasi

Imbas Corona, Ratusan Pekerja di Tegal Dirumahkan Tanpa Diberi Kompensasi

Regional
Hilang Saat Longsor di Tanah Datar, Ibu dan Anak Ditemukan Tewas Berhimpitan

Hilang Saat Longsor di Tanah Datar, Ibu dan Anak Ditemukan Tewas Berhimpitan

Regional
Cabuli Siswi SD dan Antarkan Pulang, Pelaku Terjatuh Kaget Lihat Ibu Korban Menunggu di Halaman

Cabuli Siswi SD dan Antarkan Pulang, Pelaku Terjatuh Kaget Lihat Ibu Korban Menunggu di Halaman

Regional
Ramai-ramai Pejabat dan Dewan Kota Bengkulu Sumbang Gaji Perangi Covid-19

Ramai-ramai Pejabat dan Dewan Kota Bengkulu Sumbang Gaji Perangi Covid-19

Regional
Stok Masker Puskesmas Dicuri Sopir Ambulans, oleh Pelaku Dijual di Situs Online Seharga Rp 5 Juta

Stok Masker Puskesmas Dicuri Sopir Ambulans, oleh Pelaku Dijual di Situs Online Seharga Rp 5 Juta

Regional
Tak Liburkan Sekolah Saat Wabah Corona, Kini Wali Kota Prabumulih Minta Siswa Belajar di Rumah

Tak Liburkan Sekolah Saat Wabah Corona, Kini Wali Kota Prabumulih Minta Siswa Belajar di Rumah

Regional
Siswi SMP di OKU yang Dibunuh dan Diperkosa Dimakamkan, Kepsek : Murid Pendiam dan Rajin

Siswi SMP di OKU yang Dibunuh dan Diperkosa Dimakamkan, Kepsek : Murid Pendiam dan Rajin

Regional
Warga Bantul Positif Virus Corona Meninggal Dunia

Warga Bantul Positif Virus Corona Meninggal Dunia

Regional
Jual Cincin Emas, Wanita di Aceh Sumbangkan Masker dan Hand Sanitizer ke Driver Ojol

Jual Cincin Emas, Wanita di Aceh Sumbangkan Masker dan Hand Sanitizer ke Driver Ojol

Regional
Siswi SD Dicabuli di Bukit Cinta Kupang oleh Kenalan dari Medsos

Siswi SD Dicabuli di Bukit Cinta Kupang oleh Kenalan dari Medsos

Regional
Kisah PDP Hamil di Padang Sidempuan, Sempat 'Live' Facebook dan Meninggal di Perjalanan Rujuk ke Medan

Kisah PDP Hamil di Padang Sidempuan, Sempat "Live" Facebook dan Meninggal di Perjalanan Rujuk ke Medan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X