Fakta Sidang Suap Bupati Muara Enim: Minta Mobil Lexus, Wakil Bupati dan 22 Anggota DPRD Ikut Terlibat

Kompas.com - 21/11/2019, 06:54 WIB
Terdakwa Robi Okta Fahlevi terdakwa kasus suap proyek pembangunan jalan yang menjerat Bupati Muara Enim usai menjalani sidang di Pengadilan Negeri Kelas 1A Palembang, Rabu (20/11/2019). KOMPAS.COM/AJI YK PUTRATerdakwa Robi Okta Fahlevi terdakwa kasus suap proyek pembangunan jalan yang menjerat Bupati Muara Enim usai menjalani sidang di Pengadilan Negeri Kelas 1A Palembang, Rabu (20/11/2019).

PALEMBANG, KOMPAS.com - Pengadilan Negeri Kelas 1A Palembang menggelar sidang perdana terkait kasus suap pembangunan jalan yang menjerat Bupati Muara Enim, Ahmad Yani, Rabu (20/11/2019).

Sidang perdana tersebut menghadirkan Direktur Utama PT Enra Sari  Robi Okta Fahlevi sebagai terdakwa suap Bupati dengan agenda dakwaan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dalam dakwaan itu, terungkap jika Robi mendapatkan 16 paket pembangunan jalan di Muara Enim dengan cara melakukan lobi kepada Ahmad Yani. 

Yakni dengan memberikan fee 10 persen untuk Bupati serta lima persen untuk Wakil Bupati dan 22 Anggota DPRD Muara Enim.

Bahkan, para pejabat di lingkup Dinas PUPR Muara Enim juga ikut menerima aliran dana tersebut.

Berikut sejumlah fakta di persidangan kasus suap Bupati Muara Enim pada Rabu, yang dirangkum oleh Kompas.com. 

Baca juga: 22 Anggota DPRD dan Wakil Bupati Muara Enim Diduga Ikut Terima Suap

Bupati minta mobil Lexus

Proyek pembangunan jalan sebanyak 16 paket tersebut bernilai Rp 129 miliar yang akan dikerjakan oleh oleh Robi. Sedangkan Bupati Muara Enim, meminta jatah Rp 12,5 miliar dari pengerjaan tersebut.

Fee itu diberikan Robi secara bertahap yang dimulai dari bulan Januari sampai Agustus 2019. Bahkan, Ahmad Yani meminta satu unit mobil mewah jenis Lexus serta satu unit mobil pikap merk Tata kepada terdawa.

"Total fee yang diberikan terdakwa kepada Bupati Muara Enim sebesar Rp 12,5 miliar," kata JPU KPK Muhammad Asri Iwan saat membacakan dakwaan, Rabu (20/11/2019). 

Tersangka Ahmad Yani  diketahui sempat memberikan syarat kepada para pemborong untuk mendapatkan 16 paket proyek pembangunan jalan Muara Enim. 

Syarat tersebut berupa 10 persen pemberian fee untuk Bupati dan lima persen untuk anggota DPRD Muara Enim serta para pejabat di Dinas PUPR.  

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ridwan Kamil Diminta Lebih Empati kepada Korban Banjir

Ridwan Kamil Diminta Lebih Empati kepada Korban Banjir

Regional
Rumah Kos di Bandung Digerebek,  Produksi Tembakau Gorila Dalam Kemasan Kacang

Rumah Kos di Bandung Digerebek, Produksi Tembakau Gorila Dalam Kemasan Kacang

Regional
Remaja Putri di Makassar Jadi Korban Teror Sperma

Remaja Putri di Makassar Jadi Korban Teror Sperma

Regional
Mabuk Berat, Turis Meksiko Tabrakan Diri ke Mobil

Mabuk Berat, Turis Meksiko Tabrakan Diri ke Mobil

Regional
5 Fakta Puluhan Siswa Disodori Kotoran Manusia oleh Kakak Kelas, Terbongkar Setelah Siswa Kabur dari Sekolah

5 Fakta Puluhan Siswa Disodori Kotoran Manusia oleh Kakak Kelas, Terbongkar Setelah Siswa Kabur dari Sekolah

Regional
Telusuri Sejarah Banten, Pemprov Kirim Utusan ke Belanda

Telusuri Sejarah Banten, Pemprov Kirim Utusan ke Belanda

Regional
Dianggap Berkah, Kurma yang Dipanen di Halaman Masjid Jadi Rebutan Warga Tasikmalaya

Dianggap Berkah, Kurma yang Dipanen di Halaman Masjid Jadi Rebutan Warga Tasikmalaya

Regional
Banjir 1 Bulan Menggenangi 2 Desa di Sidoarjo

Banjir 1 Bulan Menggenangi 2 Desa di Sidoarjo

Regional
Gara-gara Mi Instan, 2 Siswa SMP Berkelahi dan 1 Orang Dilarikan ke RS

Gara-gara Mi Instan, 2 Siswa SMP Berkelahi dan 1 Orang Dilarikan ke RS

Regional
Santri di Sukabumi Tewas di Areal Persawahan, 1 Orang Keracunan Obat

Santri di Sukabumi Tewas di Areal Persawahan, 1 Orang Keracunan Obat

Regional
Kronologi Kepala Dusun di Bulukumba Rusak Mata dan Potong Kemaluan Warganya hingga Tewas

Kronologi Kepala Dusun di Bulukumba Rusak Mata dan Potong Kemaluan Warganya hingga Tewas

Regional
Gara-gara Suara Knalpot, Dua Pria Dikeroyok di Denpasar

Gara-gara Suara Knalpot, Dua Pria Dikeroyok di Denpasar

Regional
Korban Tabrak Lari Pengendara Rush yang Diduga Stress Bertambah, di Antaranya Anak-anak

Korban Tabrak Lari Pengendara Rush yang Diduga Stress Bertambah, di Antaranya Anak-anak

Regional
22 Hari Penemuan Mayat di Senggigi, Jenazah Belum Dikubur

22 Hari Penemuan Mayat di Senggigi, Jenazah Belum Dikubur

Regional
Kepala Dusun di Bulukumba Potong Kemaluan dan Rusak Mata Warganya karena Masalah Penyemprot Padi

Kepala Dusun di Bulukumba Potong Kemaluan dan Rusak Mata Warganya karena Masalah Penyemprot Padi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X