Hujan Lebat di Pangkal Pinang, Lalu Lintas Tersendat karena Jalan Banjir

Kompas.com - 20/11/2019, 21:18 WIB
Ruas jalan di daerah Paritlalang, Pangkal Pinang terendam banjir, Rabu (20/11/2019). KOMPAS.com/HERU DAHNURRuas jalan di daerah Paritlalang, Pangkal Pinang terendam banjir, Rabu (20/11/2019).

PANGKAL PINANG, KOMPAS.com - Hujan lebat yang mengguyur Kota Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung, sejak Rabu (20/11/2019) sore menyebabkan sebagian wilayah kota itu terendam banjir.

Genangan cukup tinggi terjadi di daerah Paritlalang sehingga akses lalu lintas tersendat.

"Biasa cepat banjir di sini. Dekat aliran sungai Rangkui," kata Wulan, pengendara sepeda motor di Paritlalang, Rabu (20/11/2019).

Air setinggi 30 sampai 50 centimeter meluber hingga ke badan jalan. Selokan tak mampu menampung debit air yang melimpah.

Baca juga: Hujan dan Air Laut Pasang, Sekolah hingga Rumah Terendam Banjir di Belitung Timur

Pengendara mobil dan motor harus berjalan pelan dan menghidupkan lampu hazard saat melintas di kawasan itu.

Selain daerah Paritlalang, banjir juga merendam Kampung Bintang, Jalan Balai dan Pasar Pagi Pangkal Pinang.

Beberapa saat kemudian, hujan mulai reda sehingga tumpahan air di badan jalan berangsur surut.

Bekas sampak plastik berserakan di bahu jalan yang sebelumnya terendam banjir.

Baca juga: Hujan Deras Disertai Angin Puting Beliung Rusak 25 Rumah

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pangkal Pinang merilis, berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada pukul 19.50 WIB terjadi di Kecamatan Parit Tiga dan dapat meluas ke wilayah Jebus, Kelapa, Simpang Teritip, Muntok, Belinyu, Riau Silip, Bakam, Tempilang dan sekitarnya.

Kondisi ini diperkirakan masih dapat berlangsung hingga pukul 21.30 WIB.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Puluhan Orang Berburu Harta Karun Makam Kuno 'Wong Kalang' di Hutan Blora

Puluhan Orang Berburu Harta Karun Makam Kuno "Wong Kalang" di Hutan Blora

Regional
Meski Pandemi, Luwu Utara Surplus Beras Hingga 34.000 Ton Lebih

Meski Pandemi, Luwu Utara Surplus Beras Hingga 34.000 Ton Lebih

Regional
Pelempar Al Quran di Makassar: Saya Khilaf, Saya Minta Maaf

Pelempar Al Quran di Makassar: Saya Khilaf, Saya Minta Maaf

Regional
2 dari 6 Tahanan Covid-19 yang Kabur di Jayapura Menyerahkan Diri

2 dari 6 Tahanan Covid-19 yang Kabur di Jayapura Menyerahkan Diri

Regional
Tak Terima Penghulu Hendak Nikahkan Anaknya, Ibu Pengantin: Stop Bapak

Tak Terima Penghulu Hendak Nikahkan Anaknya, Ibu Pengantin: Stop Bapak

Regional
Tidak Mau Disebut Kebobolan Soal Klaster Secapa AD, Ini Penjelasan Wakil Wali Kota Bandung

Tidak Mau Disebut Kebobolan Soal Klaster Secapa AD, Ini Penjelasan Wakil Wali Kota Bandung

Regional
Kronologi Wanita Ngamuk dan Lempar Al Quran, Awalnya Kesal Dituduh Laporkan Tetangga Berjudi

Kronologi Wanita Ngamuk dan Lempar Al Quran, Awalnya Kesal Dituduh Laporkan Tetangga Berjudi

Regional
Industri Olahan Cokelat Nglanggeran Gunungkidul, Mulai Bangkit di Tengah Pandemi

Industri Olahan Cokelat Nglanggeran Gunungkidul, Mulai Bangkit di Tengah Pandemi

Regional
Terjatuh Saat Berolahraga, Ketua DPRD Samarinda Tutup Usia

Terjatuh Saat Berolahraga, Ketua DPRD Samarinda Tutup Usia

Regional
Duduk Perkara Wanita Ngamuk dan Lempar Alquran, Emosi Dituding Tukang Lapor Polisi

Duduk Perkara Wanita Ngamuk dan Lempar Alquran, Emosi Dituding Tukang Lapor Polisi

Regional
Investigasi Kematian Warga di Boven Digoel, Komnas HAM Papua Keluarkan 5 Rekomendasi

Investigasi Kematian Warga di Boven Digoel, Komnas HAM Papua Keluarkan 5 Rekomendasi

Regional
Antisipasi Erupsi Gunung Merapi, BPBD Klaten Petakan Tempat Evakuasi Warga

Antisipasi Erupsi Gunung Merapi, BPBD Klaten Petakan Tempat Evakuasi Warga

Regional
Menolak Dirawat di Bantul, Pasien Covid-19 Pilih Pulang ke Madura

Menolak Dirawat di Bantul, Pasien Covid-19 Pilih Pulang ke Madura

Regional
Ini Kondisi Covid-19 di Surabaya Setelah 2 Pekan Waktu yang Diberikan Jokowi Habis

Ini Kondisi Covid-19 di Surabaya Setelah 2 Pekan Waktu yang Diberikan Jokowi Habis

Regional
Ridwan Kamil: Klaster Secapa AD adalah Anomali, Akan Ditangani Langsung Mabes TNI

Ridwan Kamil: Klaster Secapa AD adalah Anomali, Akan Ditangani Langsung Mabes TNI

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X