Penjelasan Pemda soal Orangtua dari Bayi yang Jenazahnya Dibawa Paksa Ojol Tak Miliki JKN

Kompas.com - 20/11/2019, 21:03 WIB
Puluhan pengemudi Ojol membawa jenazah bayi rekannya dari RSUP M Djamil Padang, Selasa (19/11/2019) Dok: Humas RSUP M DjamilPuluhan pengemudi Ojol membawa jenazah bayi rekannya dari RSUP M Djamil Padang, Selasa (19/11/2019)

PADANG, KOMPAS.com - Dinas Sosial Kota Padang angkat bicara soal jaminan kesehatan nasional bagi Ramadhan Khalif Putra (6 bulan), bayi yang jenazahnya dibawa paksa oleh driver ojek online (ojol) dari RSUP M Djamil Padang, Sumbar.

Sekretaris Dinas Sosial Padang Yoserizal mengatakan, tidak tercovernya Ramadhan dalam program JKN-KIS, diduga karena dua kemungkinan.

"Pertama, dia luput dari pendataan atau memang dia tidak lolos sebagai penerima KIS," kata Yoserizal, yang dihubungi Kompas.com, Rabu (20/11/2019).

Baca juga: Ambil Paksa Jenazah Bayi dari Rumah Sakit, Ojek Online Minta Maaf

Menurut Yoserizal, untuk mendapatkan KIS harus melalui proses berjenjang dari tingkat RT, kelurahan, Dinas Sosial hingga Kemensos.

Calon penerima KIS diusulkan oleh pihak RT ke kelurahan, kemudian dimusyawarahkan dalam musyawarah kelurahan (Muskel).

"Setelah itu, datanya diajukan ke Dinas Sosial dan kemudian diteruskan ke Kemensos. Dari situ akan muncul data penerimanya," kata Yoserizal.

Dinsos hanya menghimpun data dari hasil Muskel dan kemudian diteruskan ke Kemensos.

"Kalau luput, berarti ada kesalahan dari bawah. Nah, kalau dia tidak lolos verifikasi di awal, maka dia belum berhak menerima KIS," kata Yoserizal.

Sementara orangtua bayi, Dewi Suriani mengatakan, dia sudah mengajukan KIS di kelurahannya, Air Pacah, Kecamatan Koto Tangah, Padang.

Namun, ternyata tidak lolos. Padahal, Dewi bekerja sebagai pegawai di sebuah laundry kiloan dengan gaji tidak sampai Rp 1 juta per bulan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ke Kantor Tak Pakai Masker, 5 PNS Kena Sanksi Sosial Menyapu Sampah

Ke Kantor Tak Pakai Masker, 5 PNS Kena Sanksi Sosial Menyapu Sampah

Regional
Dinkes Duga Tiga Persen Warga Kalbar Positif Covid-19 Tanpa Gejala

Dinkes Duga Tiga Persen Warga Kalbar Positif Covid-19 Tanpa Gejala

Regional
Diduga Terlibat Pengeroyokan dan Perusakan Acara Midodareni di Solo, 2 Orang Diamankan

Diduga Terlibat Pengeroyokan dan Perusakan Acara Midodareni di Solo, 2 Orang Diamankan

Regional
Pengendara Motor Berusia 65 Tahun Tersesat di Jalan Tol, Begini Kronologinya

Pengendara Motor Berusia 65 Tahun Tersesat di Jalan Tol, Begini Kronologinya

Regional
Ridwan Kamil Resmi Mendaftar Jadi Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19

Ridwan Kamil Resmi Mendaftar Jadi Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19

Regional
Wakil Bupati Way Kanan dan 2 Pejabat Pemkab Positif Covid-19, Kantor Ditutup 4 Hari

Wakil Bupati Way Kanan dan 2 Pejabat Pemkab Positif Covid-19, Kantor Ditutup 4 Hari

Regional
Ayah Tega Cabuli Anak Tiri Saat Rumah Sepi, Korban Kini Hamil 8 Bulan

Ayah Tega Cabuli Anak Tiri Saat Rumah Sepi, Korban Kini Hamil 8 Bulan

Regional
Sekolah Tatap Muka di Salatiga Dimulai September

Sekolah Tatap Muka di Salatiga Dimulai September

Regional
'Saya Sangat Mengenal Beliau karena Kami Kawan sejak SMA'

"Saya Sangat Mengenal Beliau karena Kami Kawan sejak SMA"

Regional
Napi Kasus Narkoba Bakal Menghuni Lapas Nusakambangan Seorang Diri

Napi Kasus Narkoba Bakal Menghuni Lapas Nusakambangan Seorang Diri

Regional
18 Orang Karyawan PT Bukit Asam dan Keluarganya Positif Covid-19

18 Orang Karyawan PT Bukit Asam dan Keluarganya Positif Covid-19

Regional
Resmi Dibuka, Lapas Narkotika Purwokerto Siap Tampung 270 Napi

Resmi Dibuka, Lapas Narkotika Purwokerto Siap Tampung 270 Napi

Regional
Heboh, Lahir Seekor Sapi Berkepala Dua dan Bermata Empat

Heboh, Lahir Seekor Sapi Berkepala Dua dan Bermata Empat

Regional
PSI Bakal Sumbangkan 15.000 Suara untuk Paslon Gibran-Teguh di Pilkada Solo 2020

PSI Bakal Sumbangkan 15.000 Suara untuk Paslon Gibran-Teguh di Pilkada Solo 2020

Regional
Fakta Pembunuhan di Puskesmas Bangkalan, Pembesuk Tewas Ditusuk Pisau, Motif Cemburu

Fakta Pembunuhan di Puskesmas Bangkalan, Pembesuk Tewas Ditusuk Pisau, Motif Cemburu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X