22 Anggota DPRD dan Wakil Bupati Muara Enim Diduga Ikut Terima Suap

Kompas.com - 20/11/2019, 20:06 WIB
Terdakwa Robi Okta Falevi yang menyuap Bupati Muara Enim Ahmad Yani saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Kelas 1A Palembang, Rabu (20/11/2019). Dalam sidang tersebut, terkuak jika Ahmad Yani meminta fee sebesar 10 persen. KOMPAS.COM/AJI YK PUTRATerdakwa Robi Okta Falevi yang menyuap Bupati Muara Enim Ahmad Yani saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Kelas 1A Palembang, Rabu (20/11/2019). Dalam sidang tersebut, terkuak jika Ahmad Yani meminta fee sebesar 10 persen.

PALEMBANG, KOMPAS.com - Sebanyak 22 anggota DPRD Muara Enim dan Wakil Bupati Muara Enim Juarsah diduga ikut menerima suap dari Robi Okta Fahlevi.

Hal tersebut diketahui berdasarkan dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK dalam sidang perdana kasus suap proyek pembangunan jalan yang menjerat Bupati Muara Enim Ahmad di Pengadilan Negeri Kelas 1 A Palembang, Rabu (20/11/2019).

JPU KPK Muhammad Asri Iwan dalam dakwaannya menyebutkan, Juarsah menerima pemberian fee proyek sebesar Rp 2 Miliar. Sementara 22 anggota DPRD Muara Enim, menerima sekitar Rp 200-350 juta dengan total suap mencapai Rp 4,8 miliar.


Baca juga: Selain Dapat Fee, Bupati Muara Enim Minta Dibelikan Mobil Lexus

Sedangkan, Ketua DPRD Muara enim Arie HB menerima komitmen fee sebesar Rp 3,3 miliar.

Saat ini, kata dia, nama-nama yang disinyalir menerima aliran dana pengadaan proyek Dinas PU Muara Enim itu masih berstatus saksi.

"Statusnya akan lihat pemeriksaan saksi, sejauh mana keterkumpulan alat bukti, kan kita menyidangkan berdasarkan alat bukti, dakwaan itulah tuduhan yang diberikan kepada pemberi suap dan penerima suap dan aliran dana," kata Asri.

Dalam kasus Robi, Bupati Muara Enim non aktif Ahmad Yani akan dihadirkan di persidangan, begitu juga dengan Ketua DPRD Muara Enim yang diduga ikut menerima suap tersebut.

"Bupati, ketua dewan, kemungkinan besar kita panggil. Perkara bupati, tunggu saja, dalam waktu dekat akan dilimpahkan ke Pengadilan Palembang," ujarnya.

Baca juga: Bupati Muara Enim Terjerat Kasus Suap, 16 Paket Proyek Dievaluasi

Diberitakan sebelumnya, sidang perdana kasus suap proyek pembangunan jalan yang menjerat Bupati Muara Enim Ahmad Yani berlangsung di Pengadilan Negeri Kelas 1 Palembang.

Dalam sidang tersebut, terdakwa Robi Okta Fahlevi yang merupakan Direktur Utama PT Enra Sari selaku pemberi suap, dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam dakwaan yang dibacakan JPU, Ahmad Yani diketahui meminta fee sebesar 10 persen dari nominal proyek sebesar Rp 129 miliar.

Selain fee proyek, Ahmad Yani ternyata juga meminta dibelikan mobil SUV jenis Lexus dan satu mobil pikap merk Tata.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X