Masih Berbahaya, Pendakian Gunung Semeru Belum Dibuka

Kompas.com - 20/11/2019, 16:03 WIB
Puncak Gunung Semeru saat ditutupi oleh awan Lenticular, Kamis (7/11/2019). Dok. TNBTSPuncak Gunung Semeru saat ditutupi oleh awan Lenticular, Kamis (7/11/2019).

MALANG, KOMPAS.com – Jalur pendakian Gunung Semeru sampai saat ini masih belum dibuka.

Pengelola Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) menyebutkan, masih banyak ancaman bahaya di sepanjang jalur pendakian menuju puncak tertinggi di Jawa itu.

Pendakian Gunung Semeru ditutup sejak 23 September 2019.

Saat itu, hutan di kawasan gunung setinggi 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl) itu terbakar.

Baca juga: Gunung Semeru Tampak Gagah Saat Bertopi Awan Lenticular

Kebakaran terus meluas dan bertahan sampai hujan mengguyur kawasan itu.

Kepala BB TNBTS John Kenedie mengatakan, berdasarkan survei jalur yang dilakukan pada 16 November 2019 lalu, masih banyak pohon tumbang dan bekas tanah longsor akibat kebakaran hutan yang melanda kawasan tersebut.

“Dari hasil survei yang dilakukan, tim menemukan beberapa titik gangguan pada jalur pendakian, di antaranya pohon tumbang jenis acacia decurent, pohon tumbang akibat terbakar, longsoran tanah dan batu di Kemlandingan Dowo dan jalur Pos 3 menuju Pos 4 arah Ranu Kumbolo,” kata John melalui keterangan tertulis, Rabu (20/11/2019).

Survei jalur itu dilakukan mulai dari pintu masuk pendakian hingga Pos Kalimati yang merupakan pos akhir sebelum pendaki menuju Puncak Mahameru.

Terdapat 15 personel yang melakukan survei jalur pendahuluan, terdiri dari personel TNBTS dan relawan Semeru.

Tim survei juga menemukan potensi longsor di beberapa titik jalur pendakian.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

100 Hektare Hutan Lindung Ilinmedo Terbakar

100 Hektare Hutan Lindung Ilinmedo Terbakar

Regional
Siap-siap, Kota Madiun akan Terapkan E-TLE di Seluruh Wilayah

Siap-siap, Kota Madiun akan Terapkan E-TLE di Seluruh Wilayah

Regional
Saking Kesalnya Disebut Duda, Sandra Tak Menyesal Bunuh Teman dengan Sadis

Saking Kesalnya Disebut Duda, Sandra Tak Menyesal Bunuh Teman dengan Sadis

Regional
Buruh Bangunan Ini Menangis, Anaknya Kritis Dihantam Batu oleh Gangster, Operasi Tak Ada Biaya

Buruh Bangunan Ini Menangis, Anaknya Kritis Dihantam Batu oleh Gangster, Operasi Tak Ada Biaya

Regional
Cerita Atlet Difabel, Mengubah Keterbatasan Jadi Tanpa Batas

Cerita Atlet Difabel, Mengubah Keterbatasan Jadi Tanpa Batas

Regional
'Kalau Tetap Diliburkan, Kami Takut Anak-anak Kami Jadi Bodoh'

"Kalau Tetap Diliburkan, Kami Takut Anak-anak Kami Jadi Bodoh"

Regional
R Berprofesi Sopir Taksi Online dan Dijanjikan Rp 4 Juta untuk Antar Jemput Artis HH

R Berprofesi Sopir Taksi Online dan Dijanjikan Rp 4 Juta untuk Antar Jemput Artis HH

Regional
Tidak Ada Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah NTB hingga September 2020

Tidak Ada Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah NTB hingga September 2020

Regional
Saat Ibu-ibu Bawa Anak Protes, Ingin Sekolah Tatap Muka Dilakukan di Tengah Pandemi...

Saat Ibu-ibu Bawa Anak Protes, Ingin Sekolah Tatap Muka Dilakukan di Tengah Pandemi...

Regional
Cerita Agen Koran Gadaikan Cincin Emas 4 Gram 'Pemberian' SBY untuk Modal Usaha

Cerita Agen Koran Gadaikan Cincin Emas 4 Gram "Pemberian" SBY untuk Modal Usaha

Regional
Muncikari Artis HH Diduga Seorang Fotografer, Polisi Memburunya

Muncikari Artis HH Diduga Seorang Fotografer, Polisi Memburunya

Regional
Lapak PKL di Puncak Bogor Dibongkar karena Sering Dikerumuni Wisatawan

Lapak PKL di Puncak Bogor Dibongkar karena Sering Dikerumuni Wisatawan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Ganjar Bantah Solo Zona Hitam | Pernikahan Gadis di Bawah Umur

[POPULER NUSANTARA] Ganjar Bantah Solo Zona Hitam | Pernikahan Gadis di Bawah Umur

Regional
Sekdes yang Curi Kotak Amal Mushala Diberhentikan

Sekdes yang Curi Kotak Amal Mushala Diberhentikan

Regional
145 Kali Donasi Darah, Suparman: Kalau Enggak Donasi Badan Loyo, Kerja Enggak Semangat

145 Kali Donasi Darah, Suparman: Kalau Enggak Donasi Badan Loyo, Kerja Enggak Semangat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X