Tiga Kurir Narkoba Ditangkap di Bali, Ribuan Pil Ekstasi Diamankan Polisi

Kompas.com - 20/11/2019, 13:44 WIB
Polresta Denpasar saat gelar pers rilis penangkapan kurir narkoba, Rabu (20/11/2019) KOMPAS.com/IMAM ROSIDINPolresta Denpasar saat gelar pers rilis penangkapan kurir narkoba, Rabu (20/11/2019)

DENPASAR, KOMPAS.com - Tiga kurir narkotika jenis ekstasi dan sabu bernama Agus (21), Arya (32), dan Wahyudi (27) ditangkap Polresta Denpasar.

Dalam penangkapan tersebut, polisi mengamankan ribuan butir pil ekstasi.

Saat penangkapan Agus, diamankan sebanyak 12 paket ekstasi dengan jumlah 1.250 butir.

Kemudian, Arya ditangkap dengan 7 paket sabu seberat 409,16 gram dan ekstasi sebanyak 333,5 butir.


Sementara, saat penangkapan Wahyudi, diamankan kapsul berisi ekstasi seberat 35,82 gram, 38 paket ekstasi seberat 29,73 gram, serta 1 paket daun dan biji kering ganja seberat 1,10 gram.

"Mereka ini adalah beda jaringan dan ditangkap di tempat yang berbeda," kata Kepala Polresta Denpasar Kombes Ruddi Setiawan, Rabu (20/11/2019).

Baca juga: Buaya Kerap Muncul di Pelabuhan Belitung, Dipancing Warga untuk Konten Medsos

Tersangka Agus ditangkap polisi di kamar indekos di Jalan Sedap Malam, Gang Cempaka Denpasar Timur.

Agus mengaku mendapat barang haram tersebut dari seorang bernama Putu Ari yang saat ini masih didalami polisi.

Agus juga mengaku mendapatkan upah Rp 50.000 untuk sekali pengambilan.

Kemudian Arya ditangkap di kamar indekosya di Jalan Mekar, Pemogan Denpasar Selatan.

Arya mengaku mendapatkan barang tersebut dari seorang bernama Koko dan akan diupah Rp 40 juta jika berhasil mengirimnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X