Para Korban Pelemparan Sperma di Tasikmalaya Masih Trauma dan Takut Bepergian Sendiri

Kompas.com - 20/11/2019, 11:10 WIB
SN, pelaku pelempar sperma yang ditangkap polisi juga mengaku sebagai begal payudara yang meneror wanita di jalanan Kota Tasikmalaya, Selasa (19/11/2019). KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHASN, pelaku pelempar sperma yang ditangkap polisi juga mengaku sebagai begal payudara yang meneror wanita di jalanan Kota Tasikmalaya, Selasa (19/11/2019).

TASIKMALAYA, KOMPAS.com -  Para korban pelemparan sperma dan pelecehan remas payudara, mengaku masih trauma meski pelaku, Sigit Nugraha (25), telah ditangkap.

Para korban sebagian besar belum berani bepergian sendiri memakai motor dan selalu pergi ke luar ditemani oleh seseorang.

"Saya masih trauma, yang lain juga sama. Meski sudah tertangkap tetap saja kejadian itu masih membayangi kita. Kita masih ada perasaan kalau kita lagi pergi sendirian takut ada kejadian seperti itu lagi," jelas LR (43), salah satu korban asal Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, yang ditemui di Mapolres Tasikmalaya, Rabu (20/11/2019).

Baca juga: Pelaku Pelemparan Sperma Tertangkap, Para Korban Terus Berdatangan ke Kantor Polisi

Namun, perasaan takut tersebut agak berkurang pasca-polisi menangkap pelaku.

Bahkan, LR selama ini ketika sedang berada di rumah sendirian, selalu dihantui wajah pelaku.

Dirinya masih merasa khawatir apabila pelaku tiba-tiba menyambangi rumahnya dan melakukan hal sama kepadanya, seperti kejadian yang dialaminya di pinggir jalan.

"Kalau di rumah sendirian saja, masih suka ada terbayang-bayang kejadian itu," ujar dia.

Meski demikian, LR bersama korban lainnya sangat mengapresiasi kinerja Polres Tasikmalaya Kota yang bergerak cepat menangkap pelaku.

Hal ini membuat rasa aman dan nyaman bagi wasyarakat Kota Tasikmalaya lainnya juga rasa trauma para korban terobati. 

Hal sama diungkapkan DB (17), korban remas payudara.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bawa Kabur Biaya Pernikahan Rp 10 Juta, Makcomblang di Lampung Ditangkap Polisi

Bawa Kabur Biaya Pernikahan Rp 10 Juta, Makcomblang di Lampung Ditangkap Polisi

Regional
Mendapat Berkah dari Hidroponik Barokah

Mendapat Berkah dari Hidroponik Barokah

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 31 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 31 Oktober 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 31 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 31 Oktober 2020

Regional
Polisi Masih Dalami Motif Penumpang Perempuan yang Tusuk Sopir Taksi Online

Polisi Masih Dalami Motif Penumpang Perempuan yang Tusuk Sopir Taksi Online

Regional
Puncak Bogor Hujan Deras, Wisatawan Diminta Waspada Bencana

Puncak Bogor Hujan Deras, Wisatawan Diminta Waspada Bencana

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 31 Oktober 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 31 Oktober 2020

Regional
Penyebab Anggota TNI Dikeroyok Anggota Klub Motor Gede, Kapolres: Sama-sama Tidak Bisa Kendalikan Emosi

Penyebab Anggota TNI Dikeroyok Anggota Klub Motor Gede, Kapolres: Sama-sama Tidak Bisa Kendalikan Emosi

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 31 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 31 Oktober 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 31 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 31 Oktober 2020

Regional
Heboh Harga Nasi Goreng Dinilai Terlalu Mahal, Ini Kata Kadispar Bintan

Heboh Harga Nasi Goreng Dinilai Terlalu Mahal, Ini Kata Kadispar Bintan

Regional
Pria Ini Nekat Bunuh Tetangganya, Polisi: Pelaku Curiga Istrinya Selingkuh dengan Korban

Pria Ini Nekat Bunuh Tetangganya, Polisi: Pelaku Curiga Istrinya Selingkuh dengan Korban

Regional
'Waktu Pertama Ketemu Tidak Pernah Merasa Mirip seperti Jokowi'

"Waktu Pertama Ketemu Tidak Pernah Merasa Mirip seperti Jokowi"

Regional
UMP DIY Naik Sebanyak 3,54 Persen, Berlaku 1 Januari 2021

UMP DIY Naik Sebanyak 3,54 Persen, Berlaku 1 Januari 2021

Regional
Sempat Minta Selimut, Tamu Hotel di Mataram Ditemukan Tewas Telentang di Depan Pintu Kamar

Sempat Minta Selimut, Tamu Hotel di Mataram Ditemukan Tewas Telentang di Depan Pintu Kamar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X