Tangannya Menggantung-gantung Patah Belasan Tahun, tapi Sonto Wiryo Tetap Semangat Bekerja

Kompas.com - 20/11/2019, 09:10 WIB
Rumah tinggal Mbah Sonto Wiryo (84 tahun) di Dusun Crangah, Desa Hargotirto, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Mbah Sonto, begitu warga memanggilnya, tegar di kehidupannya sekarang ini. KOMPAS.COM/DANI JULIUSRumah tinggal Mbah Sonto Wiryo (84 tahun) di Dusun Crangah, Desa Hargotirto, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Mbah Sonto, begitu warga memanggilnya, tegar di kehidupannya sekarang ini.

Lebih 19 tahun berlalu, Sonto mengaku tidak perlu lagi ada kesembuhan dan pemulihan pada tangan kanannya. Ia akan membiarkannya seperti apa adanya.

"Mboten. Ora (tidak mau/tidak perlu disembuhkan)," katanya sambil geleng-geleng. Lagi-lagi ia menjawab sambil tersenyum simpul. Ia juga memastikan patahan itu tidak lagi sakit, ngilu, kram, atau pedih. 

Ia bahkan diam saja ketika lengan patah itu diraba, dipegang bahkan ditekan. Hanya orang lain yang memandang terbelalak seolah ikut  merasa ngilu. 

Lagipula tangan kiri sudah bisa menjadi andalan baik untuk menyabit, memacul, memanggul. Tangan kanan memang masih bisa digunakan meski tidak sempurna. Ia hanya memakai tangan kanan untuk menahan dengan tekanan ringan saja.

"Lengan kanan ini hanya untuk nglawehi atau membantu. Kiri yang utama. Kalau mau salaman, yang kiri mengangkat dan membantu tangan kanan," kata Nartono.

Nartono menilai, Sonto mungkin sudah merasa nyaman dengan keadanya sekarang sehingga tidak perlu lagi ada rekayasa tulang padanya.

Baca juga: Derita Rosma, Bocah Penderita Lumpuh yang Ditelantarkan Ibu Kandung

Tinggal di dusun ekstrem, terima PKH

Dusun Crangah berada di kemirigan lereng Bukit Menoreh. Jalan menuju dusun terbilang ekstrem karena terjal dan banyak semenisasi yang rusak berat. Jalan semen itu sempit dengan jurang dan tebing di kanan kiri. Dusun ini beberapa kali jadi langganan longsor saat musim hujan. 

Rumah terlihat jauh di bawah jurang maupun di atas tebing. Satu rumah ke lainnya terpisah kebun lebar. Rumah Sonto juga berada di tebing yang curam. 

Sonto dan Sajikem tinggal di sana sejak awal. Keduanya ditemani anak dan cucunya kini.

Mereka tinggal di rumah sederhana dari dinding kayu dan asbes. Semuanya tertata baik. Kandang kambingnya juga terlihat rapi di halaman depan rumah yang bersih.

Lantainya separuh sudah semen halus. Semua terlihat rapi juga bersih. "Rumah bikin sendiri. Dinding sendiri. Membangun sendiri. Lantai ini (semen) dibantu anak-anak," kata Sajikem.

Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) untuk Desa Hargotirto, Rina Rohman Iyati mengungkapkan, kehidupan Sonto dan Mujikem mendapat perhatian pemerintah lewat bantuan kesejahteraan sosial bagi lanjut usia.

Lansia ini memperoleh bantuan tunai yang disalurkan 4 kali dalam satu tahun dengan total Rp 5.000.00 untuk tahun 2019. Bantuan lain, kata Rina, juga mengalir dari pemerintah daerah. 

Terdapat 596 keluarga penerima manfaat PKH di desa ini, baik untuk kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan bagi penyandang disabilitas dan lansia. Masing-masing punya latar belakang iba sebagai keluarga miskin.

Khusus untuk lansia, menurut Rina, bantuan pemerintah sejatinya untuk menjaga kualitas kesehatan dan gizi lansia agar mereka bisa terus beraktivitas secara baik di usia senja. 

"Salah satunya bisa rutin cek kesehatan atau ke posyandu (lansia). Dengan harapan, mereka tetap bisa hidup secara terawat dan tidak tersia-sia," kata Rina via telepon, Selasa (19/11/2019). 

Baca juga: Kisah Fendi, Derita Penyakit Misterius 4 Tahun Terbaring Kaku Seperti Kayu

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hujan Es dan Puting Beliung Terjadi di Kabupaten Cianjur

Hujan Es dan Puting Beliung Terjadi di Kabupaten Cianjur

Regional
Iming-iming Paket Internet, Pria Ini Cabuli Anak Tetangganya yang Berusia 8 Tahun

Iming-iming Paket Internet, Pria Ini Cabuli Anak Tetangganya yang Berusia 8 Tahun

Regional
Pengungsi Korban Gempa Sulbar Mulai Berdatangan ke Makassar

Pengungsi Korban Gempa Sulbar Mulai Berdatangan ke Makassar

Regional
Kronologi Bus Jurusan Magetan-Jakarta Tabrak Warung, Pemilik Tertimpa Etalase

Kronologi Bus Jurusan Magetan-Jakarta Tabrak Warung, Pemilik Tertimpa Etalase

Regional
Ambil Paksa Jenazah Pasien Covid-19, 3 Warga Ditetapkan sebagai Tersangka

Ambil Paksa Jenazah Pasien Covid-19, 3 Warga Ditetapkan sebagai Tersangka

Regional
Sebagian Pengungsi Erupsi Gunung Merapi di Sleman Sudah Pulang

Sebagian Pengungsi Erupsi Gunung Merapi di Sleman Sudah Pulang

Regional
4 Fakta Mobil Jokowi Terjang Banjir di Kalsel, Tinjau Jembatan Putus dan Sampaikan Duka Cita

4 Fakta Mobil Jokowi Terjang Banjir di Kalsel, Tinjau Jembatan Putus dan Sampaikan Duka Cita

Regional
Beredar Foto Bupati Pati Tak Pakai Masker Saat Kondangan, Ini Peringatan Ganjar

Beredar Foto Bupati Pati Tak Pakai Masker Saat Kondangan, Ini Peringatan Ganjar

Regional
Jika Warga Semarang Disiplin Prokes, Wali Kota Hendi akan Longgarkan PPKM

Jika Warga Semarang Disiplin Prokes, Wali Kota Hendi akan Longgarkan PPKM

Regional
Penerima Tamu Pesta Pernikahan Positif Covid-19, Satgas: Mungkin Telah Terjadi Klaster Hajatan

Penerima Tamu Pesta Pernikahan Positif Covid-19, Satgas: Mungkin Telah Terjadi Klaster Hajatan

Regional
Positif Covid-19, 8 Santri Ponpes Putri Colomadu Diisolasi di Asrama Haji Donohudan

Positif Covid-19, 8 Santri Ponpes Putri Colomadu Diisolasi di Asrama Haji Donohudan

Regional
2 Jasad Anak Ditemukan, Jumlah Korban Tewas Longsor Sumedang Bertambah

2 Jasad Anak Ditemukan, Jumlah Korban Tewas Longsor Sumedang Bertambah

Regional
Tensi Tinggi, Bupati, Wabup dan Sejumlah Pejabat di Mempawah Tidak Divaksin

Tensi Tinggi, Bupati, Wabup dan Sejumlah Pejabat di Mempawah Tidak Divaksin

Regional
Taman Nasional Tanggung Biaya Pengobatan Balita yang Digigit Komodo

Taman Nasional Tanggung Biaya Pengobatan Balita yang Digigit Komodo

Regional
8 Pejuang Covid-19 di Kabupaten Bogor Gugur

8 Pejuang Covid-19 di Kabupaten Bogor Gugur

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X