Tangannya Menggantung-gantung Patah Belasan Tahun, tapi Sonto Wiryo Tetap Semangat Bekerja

Kompas.com - 20/11/2019, 09:10 WIB
Sonto Wiryo (84 tahun) asal Dusun Crangah, Desa Hargotirto, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Mbah Sonto, begitu warga memanggilnya, tegar di kehidupannya sekarang ini. KOMPAS.COM/DANI JULIUSSonto Wiryo (84 tahun) asal Dusun Crangah, Desa Hargotirto, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Mbah Sonto, begitu warga memanggilnya, tegar di kehidupannya sekarang ini.

Baca juga: Derita Kuswanto Pascaoperasi, Tulang Pinggul Hilang, Feses Bocor di Bekas Jahitan Perut

Kisah Sonto jadi motivasi warga

Nartono mengungkapkan, derita Sonto malah sering memotivasi dan menjadi cerita pembangkit semangat warga untuk melakukan banyak hal. Sang kakek seolah tidak lelah bekerja. Dalam keterbatasannya, Sonto tidak ubahnya mereka yang normal.

Tangan kanannya memang tidak digunakan maksimal, tapi Sonto tidak terlambat mencari ramban pada pukul 06.00. Ramban sebutan bagi pakan sapi atau kambing. 

Ia juga rajin mencari kayu bakar dari blarak kering atau pelepah pohon kelapa yang gugur dan kering di kebun-kebun tak bertuan. Ia mencari pakan ternak naik turun di antara tebing, jurang dan lereng bukit ekstrem khas kontur Dusun Crangah. 

Ia tak lupa merapikan ramban dan bongkok sepulang ke rumah. Ia bekerja sampai menjelang sore. 

Begitu terus setiap hari. "Palingan hanya pulang istirahat siang 1 jam lalu pergi lagi mencari ramban," kata Barno. 

Sementara itu, warga juga menilai aksi sosial pria kelahiran tahun 1935 ini baik. Nartono bercerita, Sonto suka terlibat dalam kerja bakti. Ia menunjukkan bahwa keterbatasan manusia bukan halangan. Sonto masih mampu mengangkat pacul hingga memecah batu.

Baca juga: Derita Anak yang Diperkosa Ayah Tiri, Masih Tertekan Setelah Lepas dari Jeratan

Soal sumbangan juga serupa. "Jiwa sosialnya besar. Saat mau ada kegiatan sadran, dia duluan menyumbang. Orang lain belum," kata Nartono.

Sonto menjalani masa muda sebagai penderes nira kelapa. Ia melakukan pekerjaan ini sejak masih bujang. Ia bisa memanjat 20 pohon di kebun miliknya setiap hari kala sehat bugar. Mujikem yang memasak nira jadi gula. Produksi gula merah ini menjadi penghasilan utama mereka.

Musibah jatuh dari pohon membuat rumit keadaan belasan tahun silam. Musibah mengakibatkan lengannya patah. Kini, suami istri ini mengandalkan cucunya untuk menyadap nira. 

Sonto dan Mujikem kini menghabiskan sisa hari untuk membuat gula nira kelapa. Sonto mencari bongkok sebagai bahan bakar produksi gula. Mujikem memasak gula. Mereka berdua membuat 1-4 kilogram gula merah setiap hari. Mereka menghasilkan Rp 50.000 setiap dua hari.

"Palingan dapat uang 2 hari sekali dari gula" katanya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Identitas 8 Korban Tewas Kecelakaan Bus Pariwisata di Subang

Ini Identitas 8 Korban Tewas Kecelakaan Bus Pariwisata di Subang

Regional
Wakil Gubernur Jabar: Sunda Empire dan Kesultanan Selaco Sah-sah Saja

Wakil Gubernur Jabar: Sunda Empire dan Kesultanan Selaco Sah-sah Saja

Regional
Kronologi Kecelakaan Bus Pariwisata di Subang yang Tewaskan 8 Orang

Kronologi Kecelakaan Bus Pariwisata di Subang yang Tewaskan 8 Orang

Regional
Ladang Ganja Ditemukan di Gunung Guntur Garut

Ladang Ganja Ditemukan di Gunung Guntur Garut

Regional
Bus yang Terguling dan Tewaskan 8 Orang Angkut Wisatawan dari Tangkuban Parahu

Bus yang Terguling dan Tewaskan 8 Orang Angkut Wisatawan dari Tangkuban Parahu

Regional
Satu Kantor Desa di Tasikmalaya Diduga Dibakar Orang Tak Dikenal

Satu Kantor Desa di Tasikmalaya Diduga Dibakar Orang Tak Dikenal

Regional
Korban Tewas Kecelakaan Bus di Subang Bertambah Jadi 8 Orang

Korban Tewas Kecelakaan Bus di Subang Bertambah Jadi 8 Orang

Regional
Sultan Putra Kusumah VIII: Kesultanan Selaco Cagar Budaya dan Diakui UNESCO

Sultan Putra Kusumah VIII: Kesultanan Selaco Cagar Budaya dan Diakui UNESCO

Regional
Dibekap, Jasad Dibuang ke Jurang, Anak Hakim Medan Ingin Pelaku Dihukum Seumur Hidup

Dibekap, Jasad Dibuang ke Jurang, Anak Hakim Medan Ingin Pelaku Dihukum Seumur Hidup

Regional
Kapal Pengangkut 25 Drum Avtur Hilang Kontak di Laut Maluku Sejak Sepekan Lalu

Kapal Pengangkut 25 Drum Avtur Hilang Kontak di Laut Maluku Sejak Sepekan Lalu

Regional
Tepergok Mesum di Parkiran Mal, Pengemudi Honda Jazz Tabrak Satpam dan Palang Otomatis

Tepergok Mesum di Parkiran Mal, Pengemudi Honda Jazz Tabrak Satpam dan Palang Otomatis

Regional
Bus Pariwisata Alami Kecelakaan di Subang, 6 Orang Tewas

Bus Pariwisata Alami Kecelakaan di Subang, 6 Orang Tewas

Regional
Bolos Kerja 176 Hari, 3 Guru SD dan 1 Pegawai Administrasi SMP Terancam Dipecat

Bolos Kerja 176 Hari, 3 Guru SD dan 1 Pegawai Administrasi SMP Terancam Dipecat

Regional
Siswi SD Diperkosa 8 Pemuda, Korban Dibuat Mabuk dengan Lem Cap Kambing

Siswi SD Diperkosa 8 Pemuda, Korban Dibuat Mabuk dengan Lem Cap Kambing

Regional
Solusi Permanen Risma untuk Atasi Banjir di Surabaya

Solusi Permanen Risma untuk Atasi Banjir di Surabaya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X