Sebagian Tersangka Kasus Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Menyesal

Kompas.com - 19/11/2019, 17:55 WIB
Polisi memasang garis polisi di dekat rumah yang digeledah di lingkungan 20, Kelurahan Sicanang (Canang Kering), Kecamatan Medan Belawan pada Jumat siang (15/11/2019). Di lokasi ini, tim gabungan menggeledah tiga rumah yang diduga terkait dengan bom bunuh diri di Mako Polrestabes Medan. KOMPAS.COM/DEWANTOROPolisi memasang garis polisi di dekat rumah yang digeledah di lingkungan 20, Kelurahan Sicanang (Canang Kering), Kecamatan Medan Belawan pada Jumat siang (15/11/2019). Di lokasi ini, tim gabungan menggeledah tiga rumah yang diduga terkait dengan bom bunuh diri di Mako Polrestabes Medan.

MEDAN, KOMPAS.com - Sebagian tersangka dalam kasus bom bunuh diri di Mako Polrestabes Medan, mengaku menyesali perbuatan mereka.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, tersangka yang menyesal adalah mereka yang menyerahkan diri melalui kepala lingkungan daerah setempat.

Namun, mayoritas dari para tersangka masih tetap pada pendirian mereka.

"Mereka menyesalinya. Itu lah mereka yang menyerahkan diri itu," ujar Tatan, saat ditemui di Rumah Sakit Bhayangkara Medan, Selasa (19/11/2019) sore.


Baca juga: Polisi Kembali Tangkap 4 Orang Terkait Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

Dari 30 orang yang jadi tersangka, 3 orang sudah meninggal, termasuk Rabbial, eksekutor bom bunuh diri di Mako Polrestabes Medan, pekan lalu.

Saat ini ada 27 orang lainnya yang terdiri dari 3 orang perempuan dan 24 orang laki-laki.

Dari jumlah tersebut, lima tersangka ditahan di Mako Brimob Polda Sumut, selebihnya berada di Rumah Tahanan Polda Sumut.

Baca juga: Hampir Seminggu sejak Peristiwa Bom Bunuh Diri di Medan, Ini Fakta Barunya Menurut Polisi

Tatan mengatakan, sebagian besar dari mereka tidak mau menyanyikan lagu Indonesia Raya dan tidak mau mengucapkan Pancasila.

"Itu secara acak lah kita tanya ya," ujar Tatan.

Diberitakan sebelumnya, beberapa tersangka diketahui ditangkap oleh polisi setelah sebelumnya menyerahkan diri ke kepala lingkungan. Tersangka di Sicanang, Belawan pada Jumat (15/11/2019).

Mereka adalah Aris (28) dan Fadli (23), diserahkan oleh ayahnya, Rudi Suharto (52) kepada kepala lingkungan di Desa Jalan Tambak Lingkungan 20, Kelurahan Canang Kering, Kecamatan Medan Belawan.

Kedua, pada Minggu (17/11/2019), dua orang juga diserahkan kepala lingkungan ke Polsek Hamparan Perak.

Ketiga, adalah C, seorang bendahara kelompok itu. Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto tidak merinci asal tersangka C.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Fakta Tewasnya Buruh Bangunan di Tangan Mandor

4 Fakta Tewasnya Buruh Bangunan di Tangan Mandor

Regional
Gibran Daftar Calon Wali Kota di Pilkada Solo 2020 Lewat DPD PDI-P Jateng Hari Terakhir

Gibran Daftar Calon Wali Kota di Pilkada Solo 2020 Lewat DPD PDI-P Jateng Hari Terakhir

Regional
Hari Pertama Pendaftaran, Gibran Masih Belum Mendaftar di DPD PDI-P Jateng

Hari Pertama Pendaftaran, Gibran Masih Belum Mendaftar di DPD PDI-P Jateng

Regional
Fakta di Balik Longboat Terbalik, 1 TNI Hilang hingga Tim Gabungan Diterjunkan

Fakta di Balik Longboat Terbalik, 1 TNI Hilang hingga Tim Gabungan Diterjunkan

Regional
Malu Dicap Keluarga Miskin, 18 KK Penerima PKH di Gresik Mundur

Malu Dicap Keluarga Miskin, 18 KK Penerima PKH di Gresik Mundur

Regional
Kasus Mandor Bunuh Buruh Bangunan, Pelaku Merasa Berdosa dan Serahkan Diri

Kasus Mandor Bunuh Buruh Bangunan, Pelaku Merasa Berdosa dan Serahkan Diri

Regional
Puluhan Rumah Warga Dompu Rusak Disapu Angin Kencang

Puluhan Rumah Warga Dompu Rusak Disapu Angin Kencang

Regional
Korban Penipuan Arisan Online hingga Rp 10 Miliar Diduga Tak Cuma di Makassar

Korban Penipuan Arisan Online hingga Rp 10 Miliar Diduga Tak Cuma di Makassar

Regional
Diduga Perkosa Nenek 87 Tahun hingga Pingsan, Seorang Kakek Ditahan Polisi

Diduga Perkosa Nenek 87 Tahun hingga Pingsan, Seorang Kakek Ditahan Polisi

Regional
Ini Alasan Penumpang AirAsia di Bandara YIA yang Bercanda Bawa Bom

Ini Alasan Penumpang AirAsia di Bandara YIA yang Bercanda Bawa Bom

Regional
BJ Habibie Terima ICMI Award sebagai Bapak Teknologi dan Demokrasi Indonesia

BJ Habibie Terima ICMI Award sebagai Bapak Teknologi dan Demokrasi Indonesia

Regional
3 Tahun Menghilang, Buronan Kasus Korupsi Ini Ternyata Menikah Lagi

3 Tahun Menghilang, Buronan Kasus Korupsi Ini Ternyata Menikah Lagi

Regional
Wapres Ma'ruf: Ironis, Indonesia Masih Jadi Konsumen Produk Halal Terbesar di Dunia

Wapres Ma'ruf: Ironis, Indonesia Masih Jadi Konsumen Produk Halal Terbesar di Dunia

Regional
Dugaan Kasus Korupsi, Kejari Kulon Progo Sita Kas Desa Banguncipto

Dugaan Kasus Korupsi, Kejari Kulon Progo Sita Kas Desa Banguncipto

Regional
Penjelasan PT KAI soal Pemasangan Patok yang Meresahkan Warga Sumedang

Penjelasan PT KAI soal Pemasangan Patok yang Meresahkan Warga Sumedang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X