Polda Maluku Gandeng PPATK Ungkap Aliran Dana Kasus Penggelapan di BNI

Kompas.com - 19/11/2019, 16:16 WIB
Tim Polda Maluku berhasil menyita sebuah mobil Toyota Alphard dari dalam sebuah kontener di Depo 6 Teluk Bayur-Tanjung Perak, Surabaya, pada Selasa (12/11/2019). Mobil yang disita itu merupakan salah satu aset milik tersangka kasus penggelapan dana nasabah BNI Ambon Faradiba Yusuf KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYTim Polda Maluku berhasil menyita sebuah mobil Toyota Alphard dari dalam sebuah kontener di Depo 6 Teluk Bayur-Tanjung Perak, Surabaya, pada Selasa (12/11/2019). Mobil yang disita itu merupakan salah satu aset milik tersangka kasus penggelapan dana nasabah BNI Ambon Faradiba Yusuf

AMBON, KOMPAS.com - Kepolisian Daerah (Polda) Maluku ikut menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisas Transaksi (PPATK) guna mengusut aliran dana dalam kasus penggelapan dana nasabah BNI Cabang Ambon senilai senilai Rp 58,9 miliar.

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Muhamad Roem Ohoirat mengatakan, Polda Maluku ikut menggandeng PPATK karena kasus penggelapan dana BNI Cabang Ambon tidak hanya menjadi perhatian publik, tetapi juga pimpinan di kepolisian.

“Yang jelasnya tindak pidana perbankan apalagi ini yang berkaitan dengan aliran dana, sudah pasti kita akan kerja sama dengan PPATK,” kata Roem kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (19/11/2019).

Baca juga: Pelaku Penggelapan Dana Nasabah BNI Ambon Kirim Toyota Alphard ke Temannya di Surabaya

Dia menjelaskan, kerja sama dengan PPATK itu penting untuk mengungkap ke mana saja aliran dana kasus penggelapan dana nasabah di bank milik pemerintah tersebut.

"Karena itu kewenangan mereka (PPATK) untuk bisa mengetahui oh aliran dananya ke sini dan lari ke mana, sudah pasti dalam kasus ini kita kerja sama dengan PPATK, apalagi ini kasus besar begini, tidak mungkin tidak melibatkan PPATK,” katanya.

Terkait sejumlah aset milik tersangka utama Faradiba Yusuf yang telah disita polisi dalam kasus tersebut, Roem menjelaskan, sejauh ini sejumlah aset berupa empat buah mobil mewah telah disita polisi. Namun soal barang bukti dan aset lainnya masih menjadi kewenangan penyidik.

“Untuk aset selain mobil ada tapi itu yang lebih tahu penyidik, barang bukti banyak di situ ada aset maupun barang bukti lain,” katanya.

Sejauh ini, sudah enam orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut, yakni Faradiba Yusuf, Soraya Pellu, dan empat kepala cabang pembantu yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

Baca juga: Kasus Penggelapan Dana Nasabah BNI, Tiga Pimpinan KCP Jadi Tersangka

 

Roem menjelaskan, hingga saat ini penyelidikan juga masih terus dilakukan untuk mengungkap pihak lainnya yang terlibat dalam kasus tersebut.

“Tentu semua yang disebut menerima barang dan aliran uang akan dimintai pertanggungjawaban secara hukum. Kasus ini telah mendapat perhatian langsung dari Pak Kapolda dan pimpinan Polri, jadi kita akan buka terang benderang,” katanya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Noken hingga Camilan Lokal Disiapkan Jadi Oleh-oleh PON Papua

Noken hingga Camilan Lokal Disiapkan Jadi Oleh-oleh PON Papua

Regional
Bentang Alam Berubah Pasca-gempa di Sigi, Sabo Dam Dibangun untuk Cegah Longsor dan Banjir Bandang

Bentang Alam Berubah Pasca-gempa di Sigi, Sabo Dam Dibangun untuk Cegah Longsor dan Banjir Bandang

Regional
Cemburu, Pemuda Ini Bacok Sopir Truk Tronton Berkali-kali di Kontrakan

Cemburu, Pemuda Ini Bacok Sopir Truk Tronton Berkali-kali di Kontrakan

Regional
Jelang Pilkada 2020, Calon Panwascam Diseleksi Secara Online

Jelang Pilkada 2020, Calon Panwascam Diseleksi Secara Online

Regional
Kisah Rifal Pembudidaya Ular, Berawal dari Hobi Kini Jadi Bisnis Menguntungkan

Kisah Rifal Pembudidaya Ular, Berawal dari Hobi Kini Jadi Bisnis Menguntungkan

Regional
Satu Anggota Brimob Polda Sulteng Gugur Seusai Baku Tembak

Satu Anggota Brimob Polda Sulteng Gugur Seusai Baku Tembak

Regional
750 Rumah di Solok Selatan Terendam Banjir, 469 Warga Mengungsi

750 Rumah di Solok Selatan Terendam Banjir, 469 Warga Mengungsi

Regional
Dompet Dhuafa dan Kabupaten Magetan Berkolaborasi Berantas Kemiskinan

Dompet Dhuafa dan Kabupaten Magetan Berkolaborasi Berantas Kemiskinan

Regional
Polemik Rumah Deret Tamansari, Warga Digusur hingga Komnas HAM Angkat Suara

Polemik Rumah Deret Tamansari, Warga Digusur hingga Komnas HAM Angkat Suara

Regional
Cerita Petani di Kampar yang Rugi Ratusan Juta Rupiah akibat Banjir

Cerita Petani di Kampar yang Rugi Ratusan Juta Rupiah akibat Banjir

Regional
Kronologi Dedi Mulyadi Selamatkan TKI Telantar Asal NTT di Bandara Dubai, Terpisah dari Sang Agen

Kronologi Dedi Mulyadi Selamatkan TKI Telantar Asal NTT di Bandara Dubai, Terpisah dari Sang Agen

Regional
Diguyur Hujan 4 Jam, Sejumlah Wilayah di Samarinda Terendam Banjir

Diguyur Hujan 4 Jam, Sejumlah Wilayah di Samarinda Terendam Banjir

Regional
[POPULER NUSANTARA] Curi iPhone 11, Dosen Ditetapkan Tersangka | Petani Kopi Tewas Diterkam Harimau

[POPULER NUSANTARA] Curi iPhone 11, Dosen Ditetapkan Tersangka | Petani Kopi Tewas Diterkam Harimau

Regional
5 Fakta Kerusuhan Penggusuran Tamansari, 25 Orang Diamankan hingga Proyek Rumah Deret

5 Fakta Kerusuhan Penggusuran Tamansari, 25 Orang Diamankan hingga Proyek Rumah Deret

Regional
Nitilaku UGM Diikuti Ribuan Peserta dengan Kostum Wayang dan Pejuang

Nitilaku UGM Diikuti Ribuan Peserta dengan Kostum Wayang dan Pejuang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X