Tenggat Waktu 80 Hari, BPOM Minta Ranitidin Ditarik Sukarela

Kompas.com - 19/11/2019, 11:37 WIB
Infografik: Perjalanan Ranitidin KOMPAS.com/Dhawam PambudiInfografik: Perjalanan Ranitidin

PANGKAL PINANG, KOMPAS.com - Balai Pengawas Obat dan Makanan ( BPOM) Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung, belum menarik peredaran obat ranitidin.

Kepala BPOM Pangkal Pinang Hermanto mengatakan tim telah diturunkan untuk pemantauan dan sosialisasi agar obat yang berfungsi menurunkan asam lambung itu ditarik secara sukarela.

"Sejak ada ketetapan jika terindikasi pencemaran dalam obat ranitidin maka ada waktu selama 80 hari atau sampai Januari," kata Hermanto seusai diskusi publik di kantor BPOM Pangkal Pinang, Senin (18/11/2019).

Baca juga: BPOM Ingatkan Tenaga Kesehatan agar Tidak Memberikan Obat Ranitidin

Dia menuturkan pemberitahuan telah disebarkan ke pemilik apotek, rumah sakit dan pihak distributor.

Keputusan penarikan obat ranitidin karena terdeteksi mengandung N-nitrosodimethylamine ( NDMA).

NDMA disinyalir sebagai zat yang bisa menyebabkan kanker atau bersifat karsinogenik setelah 70 tahun pemakain yang terjadi pada 1:100.000 pasien.

"Jadi nanti bisa saja obat-obat yang saat ini dikonsumsi nantinya juga dilarang. Karena ini tergantung perkembangan teknologi dan hasil penelitian," ujar Hermanto.

Baca juga: Dinkes Ciamis Pastikan Ranitidin di Puskesmas Tidak Tercemar Zat Pemicu Kanker

Sementara itu, salah satu peserta diskusi, Khodijah, mengaku baru mengetahui jika obat Ranitidin telah dilarang pemerintah. Dia kaget saat diberitahu ada kandungan karsinogenik yang melebihi ambang batas sehingga bisa memicu kanker.

"Saya biasa pakai obat itu. Bahkan saat ini masih ada stoknya di rumah," kata dia.

Dia berharap, BPOM lebih menggencarkan sosialisasi dan pengawasan terhadap obat berbahaya.

"Masyarakat belum pada tahu sehingga masih banyak yang mengonsumsinya termasuk diberikan kepada anak," ujar dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Alasan Polisi Bubarkan Acara yang Dihadiri Gatot Nurmantyo di Surabaya

Alasan Polisi Bubarkan Acara yang Dihadiri Gatot Nurmantyo di Surabaya

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 28 September 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 28 September 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 28 September 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 28 September 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 28 September 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 28 September 2020

Regional
3 Sirene Tsunami di Banten Rusak dan Hanya Ada 1 Shelter

3 Sirene Tsunami di Banten Rusak dan Hanya Ada 1 Shelter

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 September 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 September 2020

Regional
Polisi Bubarkan Acara KAMI di Surabaya Saat Gatot Nurmantyo Beri Sambutan

Polisi Bubarkan Acara KAMI di Surabaya Saat Gatot Nurmantyo Beri Sambutan

Regional
Berawal Lesu dan Tak Nafsu Makan, Seorang ASN Meninggal Terpapar Corona

Berawal Lesu dan Tak Nafsu Makan, Seorang ASN Meninggal Terpapar Corona

Regional
Pria yang Bunuh dan Perkosa Bocah 10 Tahun di Kebun Ditangkap Polisi

Pria yang Bunuh dan Perkosa Bocah 10 Tahun di Kebun Ditangkap Polisi

Regional
Kasus Covid-19 Melonjak, Kabupaten Lebak Menetapkan PSBB

Kasus Covid-19 Melonjak, Kabupaten Lebak Menetapkan PSBB

Regional
Mahasiswi UIN Makassar Diteror Panggilan Video Cabul

Mahasiswi UIN Makassar Diteror Panggilan Video Cabul

Regional
Dokter Patologi Klinis di Malang Meninggal akibat Covid-19

Dokter Patologi Klinis di Malang Meninggal akibat Covid-19

Regional
2 Pejabat Aceh Tengah Positif Corona, 2 Kantor Ditutup Sementara

2 Pejabat Aceh Tengah Positif Corona, 2 Kantor Ditutup Sementara

Regional
Undang Kiai Sepuh Diskusi Covid-19 Ternyata Berujung Politis, PCNU: Itu Tak Menghargai

Undang Kiai Sepuh Diskusi Covid-19 Ternyata Berujung Politis, PCNU: Itu Tak Menghargai

Regional
Bocah Kelas V SD Tenggelam di Wisata Pemandian Bali

Bocah Kelas V SD Tenggelam di Wisata Pemandian Bali

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X